Ketika Jingga Bertasbih

Ketika Jingga Bertasbih
hapus


__ADS_3

u u u u u u u i i 8vuv8v8vu 8 u 8 u u u hvvu u u u u uvbu u u uvuv u uv vu vu u h gu hy u uv u u h uv u gu hu u u uh uvvu u u u y u u u. u u h u u hh uvvu u u u u u hyvuvhu u u uhv


"Mari kubantu ke kamar, Kak!"


Fadil berupaya memapahku untuk segera menuju salah satu kamar di rumah tersebut.


Sesampai di kamar, akupun langsung berbaring.


"Aku ambil minum dulu buat, Kakak," ujar Fadil kemudian bergegas ke belakang.


Ya Allah...! Sakit, sakit...! Aku pun menggerutu saking tak kuatnya diriku menahan rasa sakitnya kepalaku.


"Kakak, kenapa?" tanyanya, Fania, yang baru datang.


"Kepalaku sakit, Dek!"


"Oh, aku nyari obat sakit kepala dulu, Dil. Kamu tungguin Kak jingga dulu, ya!" ujarnya Fania pada Fadil, kemudian berlari kecil keluar dari kamar.


Rasa sakit kepalaku kian bertambah. Jika tidak malu, aku mungkin akan teriak sekencang-kencangnya.

__ADS_1


Hoooo...apakah rasa sakit ini, bertanda ajalku akan tiba, dan malaikat maut akan datang menjemputku?! racauku dalam hati.


Dan lalu, bukan hanya lagi kepalaku sakit. Akupun mual-mual lalu muntah. oh, tersiksa sekali. Akupun kian meracau.


Ya Allah...! Kumohon cepat cabut nyawaku! Aku tidak kuat lagi...!!!


Fadil, Fania dan Obet mungkin telah panik karena melihatku meracau sudah tidak karuan lagi.


"Bagaimana ini, Kak Obet? Kak jingga sepertinya mulai kejang-kejang....!"


Seruannya Fania tersebut pada Obet, masih rada-rada kudengar. Begitu pula saat Fadil kemudian berujar pada Obet". Kita bawa, Kak jingga, kerumah sakit, Bang obet!"


"Iya, Dil. Bentar'e...! Sa telpon dulu si raihan."


"Tidak usah bawa aku ke Rumah sakit. Paling bentar lagi sakitnya ilang," sahutku pelan.


Ya, kupaksa diriku sebenarnya berucap demikian. Agar mereka tidak usah membawaku ke Rumah sakit dan tidak mengkawatirkan aku. Aku tidak enak hati merepotkan mereka, begitu pula jika sampai aku diharuskan rawat inap. Ya, tentu memerlukan biaya.


Oh Tuhan..! Sudahi sakit ini. Rasanya aku tak sanggup perasaanku seolah aku lagi sadar, deh...!

__ADS_1


Sejenak kututup kelopak mataku, lalu aku memicingkan kembali. Dan setelah merasa kelopak mataku benar-benar terbuka. Ahk, hanya terlihat kabur. Padahal aku ingin segera melihat sekelilingku.


Ya, Allah apa yang terjadi denganku ini? Di mana sebenarnya, aku? Dan apakah aku masih berada di dunia?!


Tadinya pun, sebelum kudengar suara seorang wanita dan juga kurasakan ada sentuhan pada tanganku, aku memang rada berasa di antara tidur dan tidak.


Aku terus berbicara dalam hatiku, berbicara dengan diriku sendiri. Ya, aku menekankan pada diriku sendiri. Bahwa aku hanya baru terjaga dari tidurku.


Tidak, aku belum mati. Ya, tidak mati! gumamku lagi.


Kuaturpun napasku yang serasa berat. Lalu kucoba menenangkan perasaanku.


Oh, apakah tadi aku bermimpi?! Aku bertanya-tanya lagi dalam hatiku.


Kemudian. Lagi, suara seorang wanita kudengar memintaku sadar seraya menyentuhku.


Lagi aku berupaya


......

__ADS_1


"HI, SOBAT.... ! THANKS UDAH SUDI MAMPIR! MOHON SUPORTNYA DENGAN MEMBERI SEKIRANYA SUATU KRITIK DAN SARAN! LIKE-NYA JUGA, YA. KALAU BISA..!"


__ADS_2