Ketika Jingga Bertasbih

Ketika Jingga Bertasbih
hapus


__ADS_3

Keesokan paginya, pada saat aku dan Qanita hendak meninggalkan kamar inap Rumah Sakit tersebut. Dua, Bapak Polisi, menemui kami.


Di kamar itu, tidak hanya aku dan Qanita, tetapi juga ada Raihan, Obet, Fadil dan Faiz.


"Jadi pagi ini sudah bisa pulang, Dek?" tanya salah satu Bapak Polisi tersebut.


"Iya, Pak. Ini lagi siap-siap, pulang," jawabku tersenyum.


"Ya, syukur Alhamdulillah, adek baik-baik saja," ucapnya lagi, Bapak Polisi, itu.


"Terima kasih, Pak," ucapku juga.


"Ya, kami pun atas nama pihak Polsek setempat berterima kasih atas partisipasinya, tetapi juga menyayakan tindakan adik-adik,"

__ADS_1


"Ya, Pak. Kami mengaku salah. Kami mohon maaf!" sahut Raihan lalu menunduk.


"Ya, seperti yang, saya, sampaikan semalam. Bahwa kami sangat mengapresiasi kepahlawanan kalian, tetapi kami dari pihak Kepolisian maupun dari pribadi saya. Menyayangkan sekali tindakan adek-adek yang nekat, yang bisa terjadi hal buruk pada keselamatan Adik-adik sendiri."


"Ya. Pak. Kami memang seharusnya melaporkan kepada pihak yang berwajib," ucapku lagi.


"Jadi lain kali, kalau ada kasus seperti itu, Sebaiknya laporkan dulu pada kami, pada pihak yang berwajib. Jangan main hakim sendiri, jangan bertindak sendiri, ya!"


"Siaaap, Pak! Ya, jika Bapak-bapak polisi, ni, tra datang cepat ke lokasi. Ah, tra tau sa ada di mana sekarang!" ujar, Obet, dengan gesture konyolnya.


Tampak, Faiz, tersenyum simpul.


"Iyo, Bapak. Harusnya memang masyarakat kerja sama deng Bapak-bapak Polisi," ujar, obet. Kemudian, dia lanjut berujar memperingati kami. kami yang ada di ruangan itupun tertawa oleh ucapan serta tingkah, Obet. "Kamorang ada liat mencurigakan, lapor ke Polisi! Begitu tidak, Bapak?" Lanjutnya, Obet.

__ADS_1


"Tuh, Adek, tau! Iya benar sekali, Adek. Pihak yang berwajib juga tidak bisa maksimal bekerja jika tidak ada kerjasama ataupun dukungan dari masyarakat. Adukan, laporkan, sampaikan pada pihak berwajib terdekat, jika ada yang mencurigakan di sekitar kalian. Jangan sinis atau pesimis pada kinerja kami!" terang, Bapak Polisi, tersebut.


Dan lagi, Obet, menimpali.


"Ah trada, Bapak. Kami tra sinis ato pasimis deng pihak ba'wajib!"


"Harus seperti itu, Dek!" ucapnya, Bapak polisi dengan menahan tawanya juga.


"Sa kas tau kam orang'e. Kalau trada Beliau-Beliau, Bapak Polisi, ni! Kamorang tra bisa aman. di luar sana'e, banyak pancuri, banyak baku bunuh-bunuh. kam tau, itu!" lagi obet menerangkan pada kami.


Alhasil, kami kembali tertawa, dibuatnya.


"Itulah fungsi kami. Karena kami memang dituntut melayani dan menjaga warga negara Indonesia kita ini. Kalau adapun yang tidak profesional dipihak kami, itu hanya segelintir oknum. Jadi tetaplah percayakan pada kami, jangan termakan isu dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Jangan terhasut oknum yang ingin meruntuhkan kepercayaan masyarakat pada pihak berwajib. Karena jika masyarakat sudah mereka buat tidak percaya kami. Maka mereka akan leluasa mengacau negara kita. Para penjahat akan bebas berkeliaran. Kami atas nama kepolisian selalu ada buat kepentingan, kenyamanan dan keamanan warga negara kita yang tercinta ini."

__ADS_1


"Betul juga'e. Ahk, Bapak, sa terima kasih banyak. Karna, Bapak, su kas ingat!"


"Iya, Dek. Sama-sama. Jadi buat, Nak Fadil dan Faiz ,


__ADS_2