Ketos Itu Suamiku

Ketos Itu Suamiku
Untung Aja Istri


__ADS_3

Bab. 39


"Ma! Rinda mana?" tanya Ghani ketika masuk ke dalam rumah tanpa mengucap salam sedikit pun.


Mama Ayumna yang akan melayangkan pertanyaan kepada Ghani pun urung juga. Wanita paruh baya tersebut menatap terkejut ke arah putranya.


"Loh, bukannya tadi berangkat bareng sama kamu, Gha?" bukanya menjawab, mama Ayumna justru bertanya kepada Ghani. Karena memang tadi pagi mereka berangkat bareng.


Ghani mendengkus. 'Siall!' umpatnya di dalam hati. Dia kecolongan lagi.


"Loh, kamu mau ke mana lagi?" tanya mama Ayumna ketika melihat Ghani memutar tubuhnya. Bahkan tas ransel masih menempel dengan sempurna di punggungnya.


"Mau cari Rinda dulu, Ma," jawab Ghani.


Mama Ayumna tersenyum mendengarnya. Namun, bukan mama Ayumna namanya jika tidak jahil. Mungkin sudah ketularan oleh suaminya.

__ADS_1


"Udah, biarin aja deh, Gha. Nanti dia juga bakalan balik ke sini. Tapi kalau emang masih nganggep kamu sebagai suaminya. Soalnya Mama liat, Rinda nggak suka sama kamu ya, Gha?"


Bagai api yang sudah menyala, terus makin dilempari gas, sudah jelas akan semakin meledak.


Ghani langsung menoleh ke arah mamanya ketika mendengar kalimat tersebut.


"Rinda kan belum paham daerah sini, Ma. Lagian dia juga baru semalam ke sini, kan?" elak Ghani memberi alasan.


"Terus kamu mau susulin dia ke mana?" tanya mama Ayumna mencoba memancing Ghani.


Ghani terdiam. Dia sendiri juga bingung mau mencari Rinda di mana. Karena ia sendiri menghubungi gadis itu tidak mendapat jawaban sama sekali.


Di tambah lagi suasana di luar sana langit semakin gelap. Bukan karena malam akan tiba. Melainkan mas hujan yang akan tiba.


Ghani segera menghidupkan mesin mobilnya dan akan segera melajukannya. Namun, pria itu kemudian mematikan mesin mobilnya dan masuk ke dalam rumah lagi. Membuat mama Ayumna menatap heran.

__ADS_1


"Apalagi, Gha?" tanya mama Ayumna.


"Makai motor aja, Ma!" sahut Ghani cepat dan langsung meraih kunci motornya setelah menaruh kunci mobil.


Setelah mendapatkannya, Ghani segera berlari menuju ke garasi rumahnya. Tidak lupa pria itu menaruh tas dan meraih hodienya.


Mengendarai motor dengan kecepatan yang sedikit cepat, karena memakai motor bisa lebih leluasa dibandingkan dengan mobil. Inilah kenapa Ghani lebih suka mengendarai motor sportnya daripada mobil.


Di sepanjang jalan Ghani juga melihat ke arah sekitar. Barangkali gadis itu jalan kaki. Karena uang darinya tadi jelas tidak akan cukup. Terlebih lagi tadi Ghani juga melihat Rinda membayari temannya makan di kantin.


"Ck! Baru kali ini gue nyari cewek kek gini. Biasanya mereka yang pada datang," gumam Ghani yang memang benar adanya.


Jika biasanya cewek-cewek yang ada di sekolah bakalan mendekat kepadanya dan mencari perhatiannya, sedangkan sekarang Ghani merasa di abaikan. Panggilannya yang sudah berapa kali tadi di abaikan begitu saja oleh Rinda. Pesan pun juga cuma di baca doang.


Saat menyusuri jalan yang dekat dengan taman kota, tiba-tiba saja Ghani merasakan ada satu tetes air yang jatuh ke tangannya. Lalu di susul dengan rombongannya. Ya. Hujan mulai turun dengan perlahan. Namun, Ghani tetap terus melakukan motornya.

__ADS_1


Dia tadi sempatkan untuk mendatangi rumah mertuanya. Namun, yang ada di sana hanya kakak iparnya dan mengatakan kalau Rinda pulang hanya mengambil barangnya yang ketinggalan dan juga motornya.


"Siall! Untung aja istri, kalau bukan. Udah gue biarin. Orang nggak tau alamatnya, make acara pulang sendiri," keluh Ghani sambil menatap ke arah sekitar. Barang kali melihat sosok Rinda.


__ADS_2