Ketos Itu Suamiku

Ketos Itu Suamiku
Gosip Baru


__ADS_3

Bab. 52


"Loh, Beb! Pacar kamu itu aku!" protes Musi sembari.menarik lengan Ghani, namun segera ditepis olehnya.


Ghani menatap tajam ke arah Musi. "Kita udah putus. Lo inget itu!" tekan Ghani dengan suara yang tegas. Membuat semua siswa yang ada di sana pun terperangah.


"Tapi aku bisa jelasin, Beb. Aku nggak mau putus sama kamu!" rengek Musi sembari menarik lengan Ghani lagi namun Ghani hempaskan.


Pria itu berganti menatap ke arah Rinda yang mulai melangkah pergi dari sana. Namun dengan cepat, Ghani menangkap tubuh gadis itu dan langsung membawanya dalam gendongan.


"Lo nakal juga ya ternyata," ucap Ghani dengan senyuman miring juga tatapan yang penuh arti.


Kini, tubuh Rinda berada dalam gendongannya dan tidak akan bisa lepas dari Ghani. Meskipun Rinda melayangkan protes kepada suaminya tersebut.


"Kak, turunin gue! Malu tau!" pinta Rinda dengan nada tertahan. Jari jemarinya sudah melancarkan aksinya. Mencubit dadaa Ghani agar pria itu menurunkan dirinya.


Namun, sepertinya trik yang ia gunakan sama sekali tidak mempan.

__ADS_1


"Nggak! Lo udah mengabaikan perintah suami lo sendiri," ucap Ghani dengan nada yang begitu lirih dan juga bibir yang di dekatkan ke arah Rinda. Sekali punya kesempatan, pria itu juga mengecup di antara telinga Rinda.


"Kak!" sentak Rinda melotot tak percaya.


"Diem dan nurut, atau gue cium sekarang juga? Hmm?" lagi dan lagi pria itu mengancam.


Membuat Rinda tidak bisa berkutik dan mau tidak mau gadis itu mengapungkan tangannya di leher Ghani.


"Kalau nurut gini, lo manis," ucap Ghani tersenyum nakal.


Sementara siswa yang berada di kantin, menatap tidak percaya dengan apa yang mereka lihat. Cepat-cepat mereka langsung mengunggah foto Ghani yang tengah menggendong Rinda dari belakang dan menyebarkan di grup gosip yang ada di sekolah. Pun begitu dengan dua orang teman Ghani.


"Gila! Kita beneran udah nggak di anggap sama dia," ucap Dimas sembari menatap kepergian Ghani dan juga Rinda.


"Makanya, lo itu jangan mainin cewek mulu. Yang ada lo nggak bisa kayak dia, kan?" sahut Johan sembari tersenyum.


Johan sendiri tidak heran jika Ghani menggendong Rinda seperti itu. Karena ia tahu hubungan sebenarnya di antara keduanya. Itu pun baru kemarin. Ketika Ghani tidak bisa menghubungi Rinda. Lebih tepatnya tidak di angkat sama sekali. Namun, ketika mencoba menelpon menggunakan nomor Johan, Rinda dengan cepat mengangkatnya.

__ADS_1


"Bisa aja sih sebenarnya. Yang nggak bisa tuh dapatin cewek yang bener-bener oke luar dalam. Nggak penampilannya aja. Sumpah, gue iri sama Ghani. Baru juga putus, udah main gaet adik kelas incaran gue, lagi!" balas Dimas yang masih menatap ke arah kepergian Ghani.


Johan yang ada di sampingnya pun langsung meraup wajahnya Dimas dengan tangannya secara kasar. Sampai sampai membuat temannya itu gelagapan.


"Hust! Jangan mimpi lo mau rebut Rinda. Dia udah hak paten milik Ghani. Sebelum makin sakit, mending lo dikubur aja mulai dari sekarang," ucap Johan.


"Sialaan lo! Lo mau gue cepet meninggoi?" sentak Dimas tidak terima jika disuruh mengubur dirinya sendiri.


Johan terkekeh. "Maksud gue perasaan lo. Kalau lo mau sekalian di kubur sih, juga nggak masalah. Ntar gue bikinin pesta kematiaan yang mewah untuk lo."


Dimas membalasnya dengan mendorong bahu Johan.


"Daripada lo nggak laku-laku, mending lo sama bekas nya Ghani noh. Dia keknya butuh yang anget-anget," celetuk Dimas menatap ke arah Musi.


Gadis itu tampak mendapat pertanyaan dari siswa yang mungkin kenal sama Musi. Namun, Musi justru membentak mereka semua.


"Dih, ogah banget. Mending gue jomblo aja." balas Johan yang kali ini mendapat kekehan dari Dimas.

__ADS_1


__ADS_2