Ketos Itu Suamiku

Ketos Itu Suamiku
Pemanasan


__ADS_3

Bab. 71


"Enaknya di sayang aja, Mas," tantang Rinda dengan nada serta tatapan yang begitu menggoda. Bahkan dengan berani gadis itu melingkarkan tangannya di leher Ghani.


Tentu, Ghani yang menahan rindu teramat sangat langsung meraih pinggang Rinda hingga mengangkat tubuh gadis itu melayang ke udara.


Rinda yang takut jatuh untuk kemudian memutuskan untuk melingkarkan kakinya di pinggang suaminya.


Ghani memberi kecupan demi kecupan di seluruh wajah sang istri yang sangat ia cintai. Lalu menjauhkan wajah mereka, menatap lekat-lekat wajah Rinda.


"Jadi ... tindakan kamu yang kemari itu buat bikin aku kesel? Hmm?" tebak Ghani menahan rasa gemasnya pada Rinda.


Dengan tanpa rasa bersalah sedikit pun, bahkan di hatinya, Rinda mengangguk serta tersenyum begitu ceria.


"Iya, Mas. Kalau nggak gitu, kamu bakalan lewatin rapat yang penting, kan?" Rinda sudah bisa menebak. Jika dirinya berkata akan menyusul Ghani, yang ada pria itu yang akan menjemput dirinya sendiri ke bandara.


Tadi saja dia menerima laporan dari mertuanya kalau Ghani hampir memesan tiket untuk pulang ke Indonesia. Padahal urusan Ghani di sini hanya tinggal beberapa bulan lagi. Tidak lama. Sungguh sayang sekali kalau sampai itu terjadi.

__ADS_1


Sementara Ghani menyerukan wajahnya ke leher Rinda. Ia hirup dengan sangat rakus aroma tubuh istrinya yang sudah lama tidak Ghani rasakan. Dan Rinda tentu saja gadis itu memberi akses pada Ghani dengan menengadahkan kepalanya.


"Kamu habis mandi, Yaang?" tanya Ghani yang semakin intens mengecupi permukaan leher Rinda. Tidak hanya mengecupi saja. Pria itu kini menyesap kuat-kuat di beberapa titik dan memberikan jejak di sana.


"Mas! Jangan! Malu aku nanti!" cegah Rinda sembari menjauh daru suaminya. Walaupun percuma, karena posisi Rinda yang berada di gendongan Ghani. Seperti bayi koala saja.


"Aku kangen, Yaang," ucap Ghani lirih menatap sayu ke arah Rinda.


Tangan Ghani yang berada di belakang punggung Rinda, berusaha untuk menarik resleting di bagian belakang baju yang dikenakan oleh Rinda saat ini. Untuk meloloskan terusan panjang selutut itu sangat mudah Ghani lakukan.


"Mas, jangan begini. Kita di kantor, loh!" ingat Rinda yang baru tersadar dari buaian suaminya.


Rinda menatap ke arah sekeliling. Takut-takut jika ada yang masuk ke dalam ruangan suaminya.


Telinga Ghani seolah tuli. Pria itu tak menghiraukan sedikit pun peringatan dari sang istri. Ghani menatap Rinda dengan tatapan penuh kagum bercampur gelora yang semakin menggebu.


"Kamu tambah seksii, Yaang," ucap Ghani dengan senyuman mesumnya.

__ADS_1


Membuat jantung Rinda semakin berdetak tidak normal. Antara takut ada yang masuk, serta merasa sangat malu ditatap Ghani secara langsung seperti ini. Di tambah lagi dengan keadaanya yang setengah polos.


"Mas, kok nggak nyambung sih!" kesal Rinda. Peringatannya diabaikan begitu saja oleh Ghani.


Ghani semakin meninggikan posisi Rinda. Di mana pria itu dengan mudahnya mengangkat tubuh Rinda yang terbilang ramping, namun besar di bagian dada dan pinggulnya. Benar-benar terlihat sangat menggugah selera yang ada di bawah sana.


Di tambah lagi potongan rambut baru Rinda. Menambah gadis itu semakin terlihat imut serta menggemaskan. Rasa-rasanya Ghani tidak sabar untuk segera membuat mulut istrinya itu mendesahkaan namanya dengan suara yang begitu manja.


"Tenang aja, Yaang. Leo nggak akan berani masuk tanpa mengetuk pintu lebih dulu," ucap Ghani dengan suara yang semakin serak. Bahkan tatapan pria itu bukan mengarah pada mata Rinda. Melainkan pada dua bulatan yang terlihat besar di pandangannya.


"Tapi, Mas. Ak—aaahhh ....!"


Belum sempat Rinda menyelesaikan kalimat protesannya, Ghani lebih dulu melahap serta memutar ujung bulatan itu seperti memainkan stik PS. Hingga menimbulkan suara desahaan yang memang Ghani inginkan.


"Jangan ditahan, Yaang. Lebih keras kayak dulu itu juga nggak apa. Aku candu banget dengan suaramu yang seperti ini," ucap Ghani di sela kesibukan mulutnya yang bergantian memberi sentuhan lembut dengan lidahnya.


Udah, segini dulu. Lebihnya ntar malam setelah buka. Yuta mau masak, belajar jadi menantu idaman mertua😚

__ADS_1


__ADS_2