Ketos Itu Suamiku

Ketos Itu Suamiku
Kejutan Ghani


__ADS_3

Bab. 51


"Kenapa? Ada masalah?" tanya Ghani datar. Lagi dan lagi menarik perhatian semua siswa yang ada di sana.


"Beb ... aku bisa jelasin ke kamu," rengek Musi sembari mencoba meraih tanga. Ghani, akan tetapi segera di tepis oleh pria itu.


Bahkan Rinda sampai kaget melihat perlakuan Ghani yang terbilang kasar.


"Kak! Nggak boleh kasar sama cewek!" sentak Rinda secara refleks.


Meskipun ia tidak suka dengan Musi yang sering mencari gara-gara dengannya, namun, ketika melihat sesama perempuan mendapat perlakuan kasar seperti itu, rasa-rasanya Rinda ingin sekali berganti memukul Ghani.


Ghani menoleh, lalu memberi senyuman lembut ke arah Rinda. Parahnya lagi Ghani juga mengusap puncak kepala Rinda.


"Tenang aja. Kalau sama kamu, enggak kok," ujar Ghani.


Makin tersulut emosi Musi ketika melihat Ghani bersikap selembut itu pada cewek lain. Padahal selama ini dengan dirinya pria itu datar-datar saja. Bahkan tidak pernah mendapatkan perlakuan yang begitu manis.


"Beb! Kamu kok malah senyum sama dia, sih!" protes Musi tidak terima. Menatap tajam ke arah Rinda.

__ADS_1


"Gila! Padahal gue belain lo loh, Kak. Kok malah kayak gitu balasannya," ucap Rinda dengan nada yang santai menurutnya.


Ghani mengusap puncak kepala Rinda, lalu berpindah ke bahu dan merengkuh gadisnya itu.


"Kenapa? Ada yang salah?" tanya Ghani dengan tatapan menyebalkan. "Wajar-wajar saja kalau aku bersikap lembut sama dia. Toh, dia is—arrgghh!"


Kalimat Ghani berubah menjadi suara pekikan sakit yang sangat luar biasa. Luntur sudah image cool yang dia bangun selama ini gara-gara perbuatan Rinda.


Bagaimana tidak, Rinda menginjak kaki Ghani dengan sangat kerasnya, agar pria itu tidak mengatakan hal yang menurutnya sangat berbahaya.


"Maaf, nggak sengaja," cicik Rinda tersenyum begitu manis.


"Mau ke mana, Rinda? Aku belum bicara sama kamu, loh!" cegah Nathan yang sedari tadi menunggu giliran dia.


Tentu saja Rinda terpaksa mengurungkan niatnya untuk kabur. Karena beberapa tatapan mengarah kepadanya.


"Kelas udah mau masuk, Kak. Besok-besok aja, ya?" ucap Rinda memberi alasan.


Ghani mengeram kesal di saat melihat istrinya sendiri berkata begitu lembut dengan cowok lain. Namun, ketika dengan dirinya malah lebih banyak ketus dan tidak menganggap dirinya ada.

__ADS_1


Mau tidak mau, Nathan mengangguk. Karena pria itu juga tidak suka keributan.


Setelah mendapat anggukan, Rinda kembali melangkah dan tidak lupa menarik Felisha yang sebenarnya sangat ingin sekali menonton pertunjukan yang sangat langka.


"Rin, tunggu dulu. Gue mau liat secara eksklusif pertengkaran Ketos dan pacarnya, loh!" protes Felisha dengan nada tertahan.


"Udah, lo diem aja. Dari pada nanti lo digeprek sama itu badut. Yang ada juga gue dapat hukuman lagi. Mending kita segera kabur aja dari sini," sahut Rinda dengan suara berbisik.


Akan tetapi, baru melangkah lima langkah, suara Ghani terdengar begitu mengerikan. Bukan suaranya, melainkan kalimat yang di ucapkan oleh pria itu.


"Yaang! Berhenti nggak, lo!" teriak Ghani sukses menghentikan langkah kaki Rinda.


Bukan bukan. Bukan hanya langkah kakinya saja. Melainkan napasnya yang sempat berhenti dua detik, demi memperjelas pendengarannya.


"Kalau lo nggak berhenti, gue akan bongkar semuanya." ancam Ghani sembari melangkah menuju ke arah Rinda yang tengah mematung di tempatnya saat ini.


'Ketos sialaaann!' batin Rinda menjerit.


Susah payah menyembunyikan hubungan mereka, tetapi pria itu dengan mudahnya justru mengungkap kebenaran di antara mereka secara tidak langsung.

__ADS_1


__ADS_2