Ketos Itu Suamiku

Ketos Itu Suamiku
Hukuman Istri Nakal


__ADS_3

Bab. 70


Dalam perjalanan menuju ruangan Ghani, Rinda sama sekali tidak melayangkan pertanyaan satu pun kepada pria yang mengantar dirinya ke sana. Yang ada di benak wanita itu, ia ingin segera mandi dan bertemu dengan suaminya.


"Nona bisa mandi di sini dulu. Dua puluh menit lagi saja jemput untuk kemudian ke ruangan Bos," ucap Leo ketika mereka sampai di depan sebuah ruangan yang entah Rinda tidak tahu lantai berapa.


"Om Leo mau ke mana?" tanya Rinda penasaran.


"Saya mau mengambilkan makanan untuk Bos, Nona," jawab Leo.


Rinda mengangguk. Lalu segera memanggil pria itu ketika Leo berbalik badan.


"Om, sekalian gue juga, ya!" ucap Rinda sembari tersenyum menampilkan deretan giginya yang rapi.


Leo mengangguk sebagai balasannya. Kemudian pria itu dengan segera menuju ke lantai bawah, guna mengambil makanan pesanan si bos. Sebelumnya Leo memang sudah memesan dua porsi. Tetapi itu untuk dirinya juga Ghani. Namun, jika sudah diminta seperti ini. Tampaknya Leo harus mengikhlaskan jatah makan siangnya.


***

__ADS_1


Di dalam ruangan, rasa-rasanya Ghani ingin sekali marah pada asistennya itu. Bisa-bisanya dia menyuruh dirinya menunggu lebih dari sepuluh menit.


"Minta dipecat emang itu orang," geram Ghani.


Ketika tangannya ingin mengambil ponsel dan berniat untuk menghubungi Leo, akan tetapi terdengar suara ketukan di pintu dari arah luar.


"Masuk!" sahut Ghani dengan suara yang keras.


Namun, beberapa menit berlalu orang yang ada di balik pintu tidak kunjung masuk. Justru suara ketukan itu kembali terdengar lagi. Membuat Ghani benar-benar dibuat kesal.


"Kalau sampai ini lo, gue pecat beneran!" geram Ghani.


"Lo beneran min ...."


"Surpriiiiiiiiisee!" teriak seseorang yang tiba-tiba saja muncul dari balik pintu.


Membuat Ghani tidak bisa melanjutkan kalimatnya yang menggantung begitu saja. Pria itu berdiri membeku, menatap sosok yang berhasil membuatnya kelimpungan dari semalam dan bahkan sampai beberapa menit yang lalu tidak bisa ia hubungi.

__ADS_1


"Mas? Kamu nggak suka aku datang ke sini?" protes Rinda di kala tidak mendapat respon apapun dari suaminya.


Pria yang ada di hadapannya justru terdiam membisu.


Rinda melambaikan tangannya di depan wajah Ghani, akan tetapi masih tidak mampu membuat pria itu segera sadar.


Wajah Rinda yang semula ceria, kini berubah sendu. Kemudian gadis itu membalikkan tubuhnya.


"Ya sudah, aku pergi lagi aja. Kukira kamu akan senang dengan kedatanganku, Mas. Tapi nyata—mpphh!"


Kali ini giliran kalimat Rinda yang tidak terucap dengan sempurna.


Ghani kira, gadis yang ada di depannya ini ialah hasil delusinya karena terlalu merindukan sang istri. Namun, ketika mendengar hentakan kaki dari gadis itu, Ghani tersadar kalau yang ada di hadapannya ialah asli. Terlebih lagi ketika melihat koper yang ada di tangan Leo. Pria itu berdiri di belakang Rinda.


Tanpa mempedulikan Leo, Ghani menarik koper yang ada di tangan Leo, lalu menutup pintu rapat-rapat dan tidak lupa menguncinya. Baru setelah itu menarik tubuh Rinda di kala gadis itu mulai memerankan aktingnya. Ghani sangat mengenali istrinya.


"Kamu sengaja mempermainkanku, Yaang," bisik Ghani tepat di telinga Rinda usai menyambar dua benda kenyal yang sangat ia rindukan. Entah itu omelannya, atau rasa manis yang masih tetap sama.

__ADS_1


"Hukuman apa yang pantas untuk istri nakal? Hmm?" bisik Ghani sembari meyentuhkan ujung lidahnya di permukaan leher Rinda.


Yaaangg ... emmm ... anu, Yaang. Tolong, setelah ini baca kalo nggak puasa, ya. Sepertinya Yuta mau kumat. Eh😅 Yuta udah kasih peringatan loh, ya. Kedepannya, kalian tanggung sendiri.


__ADS_2