Ketos Itu Suamiku

Ketos Itu Suamiku
Hukuman Istri Nggak Patuh


__ADS_3

Bab. 46


Detak jantung yang saling beradu, membuat keduanya diam dalam pandangan yang sama-sama terpaku satu sama lain. Hingga akhirnya Rinda yang lebih dulu memalingkan wajahnya.


"Lepas!" ucap gadis itu yang tidak ada lembutnya pada Ghani.


"Nggak!" tolak Ghani.


Kini tangannya malah berpindah ke arah pinggang Rinda dan mengeratkan di sana. Membuat posisi mereka saling menempel dengan posisi Rinda yang ada di atas tubuh Ghani.


Dalan posisi ini, Ghani bisa merasakan benda yang sempat ia lihat dengan sangat jelas tadi. Empuk, kenyal, dan lembut. Itulah kata yang sangat pas untuk mendefinisikan benda tersebut.


"Nggak mau lebih?" tanya Ghani ketika Rinda terus menerus melakukan pemberontakan.


"Ck! Jangan ngarep deh, lo!" tolak Rinda lagi. "Minggirin tangannya. Gue mau bajuan," pinta Rinda. Kali ini dengan suara yang sedikit lirih dan wajah nya terlihat memerah.


Mungkin gadis itu baru sadar dan tengah malu saat ini. Batin Ghani.


"Kalau nggak mau? Gimana?" goda Ghani dengan senyum jahilnya. Membuat Rinda berdecak lagi serta memukul dada pria itu.


"Jangan aneh-aneh deh, Kak. Kita masih sekolah. Lagian lo juga udah punya pacar. Kalau pingin, lakuin sama pacar lo sana!" ingat Rinda lagi dengan muka ditekuk.


Ghani terdiam. Tidak membantah atau mengiyakan. Pria itu tetap dalam posisinya.


"Kak, lepasin!" pinta Rinda lagi. Menyadarkan Ghani dari lamunannya.

__ADS_1


"Lo nggak suka?" tanya Ghani menatap intens ke arah Rinda.


"Nggak! Gue ma—"


"Kalau nggak suka, gue putusin," ucap Ghani lagi yang semakin mengeratkan tangannya.


Rinda terbengong. Tidak paham apa sebenarnya yang dibahas oleh suaminya.


"Hah? Apanya?" tanya Rinda menatap bingung.


Ghani menghela napas. Lalu pria itu menjatuhkan tubuh Rinda ke samping. Membuat Rinda merasa lega. Pikirnya, Ghani sudah mau melepas dirinya. Akan tetapi, anggapannya itu salah besar. Sekalinya pria mesum, ya tetap mesum.


Bagaimana tidak, Ghani justru meluruskan tangan kanannya dan menaruh di bawah kepala Rinda untuk dibuat bantalan gadis itu. Lalu tangan serta kaki kirinya beralih ke atas tubuh Rinda. Memeluk posesif gadis yang sekarang berada di dalam kuasanya.


"Diem, atau gue apa-apain?" ancam pria itu. Membuat Rinda bungkam seketika.


Namun, dari sorot matanya terlihat begitu jelas jika gadis itu kesal padanya.


Setelah melihat Rinda yang tenang, Ghani menarik tangannya dari mulut sang istri.


"Maunya gimana?" tanya pria itu dengan nada datar.


"Apanya?" ketus Rinda.


Dibanding menyingkirkan tangan Ghani, Rinda lebih memilih untuk memegangi selimut yang menutupi tubuhnya. Daripada nanti benda itu lolos dan memperlihatkan tubuhnya di depan Ghani.

__ADS_1


"Diputusin apa enggak?"


Rinda menyipitkan mata. "Kak Musi?" tanya Rinda lebih jelas dan mendapat anggukan dari Ghani. "Terserah lo, lah. Orang Lo yang jalani." Lanjut Rinda lagi yang terlihat sangat cuek.


Ghani yang gemas dengan sikap Rinda, pun pria itu semakin mengeratkan pelukannya. Membuat Rinda memukul dada Ghani. Karena mungkin kesulitan bernapas.


"La lo la lo terus kalo manggil. Ingat, mulai sekarang aku kamu. Bukan lo gue. Mengerti?" dan perintah pertama Ghani layangkan.


"Ogah!"


Sekali lagi, ini Rinda. Bukan cewek yang berada di barisan penggemar Ghani. Sudah jelas apa yang diucapkan oleh Ghani, akan selalu dibantah oleh gadis itu.


"Aku suamimu." tekan Ghani menatap lekat mata Rinda.


"Dih, giliran begini aja ngaku-ngaku suami. Tapi punya cewek lain," sindir Rinda menatap jengah Ghani.


"Makanya, tadi aku nanya ke kamu, diputusin apa enggak?" gemas Ghani.


"Terserah lo! Lo pikir aja sendiri." kesal Rinda yang langsung mendapat kecupan di bibirnya.


Cup!


Membuat tubuh gadis itu membeku dan menatap terkejut ke arah Ghani.


"Hukuman buat istri yang nggak nurut sama suami."

__ADS_1


__ADS_2