Keturunan Raja

Keturunan Raja
Kejutan


__ADS_3

*Di desa ranum


"Tuan, ayo sarapan dulu" ucap Bening sambil meletakkan makanan di atas meja



"Kakak, ayo keluar, aku bosan berlatih terus" ucap Satria


"Berhentilah mengeluh dan teruskan latihanmu" ucap Madit sambil meminum teh


"Iya kakak, ayo kita keluar dan menikmati pemandangan di desa ranum ini" ucap Bening


"Tunggu, apa aku tidak salah dengar, kau memanggilku kakak" ucap Madit sambil meletakkan tehnya di meja


"Iya, tentu saja, kau kan lebih tua dariku jadi sudah seharusnya di panggil kakakkan!" ucap Bening sambil meminum teh


"Heheh, lucu sekali sepertinya dewi Bening sudah berubah jadi sopan" ucap Madit sambil mengacak-acak rambut Bening


"Aish, jauhkan tanganmu dari kepalaku, kau membuat rambutku berantakan" ucap Bening sambil merapikan rambutnya


"Kakak, berhentilah bercanda kami berdua serius" ucap Satria sambil mengerutkan alisnya


"Hemz... tetap tidak boleh, kau harus terus berlatih" ucap Madit


"Tapi kakak ak..."


"Tidak ada tapi-tapian, sakali tidak maka tidak akan" sahut Madit


"Begini saja bagaimana kalau kita berlatih di luar, dengan begitu kita bisa sambil menikmati pemandangan" ucap Bening


"Iya kakak, ayolah" ucap Satria


"Hemz.... Baiklah, tapi kali ini saja y" ucap Madit

__ADS_1


"Yey, Terima kasih kakak" ucap Satria dan Bening bersamaan


Setelah selesai sarapan akhirnya Madit, Satria dan Bening pun bergegas pergi keluar untuk menikmati pemandangan sambil berlatih...


"Paman, kami akan keluar sebentar untuk berlatih" ucap Madit


"Tentu, Berhati-hatilah" ucap paman


"Kakak kita akan kemana?" tanya Satria


"Hemz... aku juga tidak tahu" ucap Madit


"Jadi kemana kita pergi sekarang?" ucap Satria bertanya-tanya


"Aku tahu tempat yang indah tuan jadi ayo ikuti aku saja" ucap Bening sambil berjalan di depan Satria dan Madit


Satria dan Maditpun terus mengikuti Bening dan setelah 20 menit berjalan akhirnya merekapun sampai...


"Bening, Apa masih jauh lagi?" tanya Satria sambil berjongkok


"Nah ini dia, ayo tuan cepat dan lihatlah ini" teriak Bening



Melihat pemandangan yang indah ini spontan membuat Satria dan Madit tertegun dan takjub ternyata di tengah hutan seperti ini ada sebuah taman bunga yang sangat indah...


"Tuan! Kakak! Hey sadarlah!" teriak Bening


"Wah indah sekali" ucap Satria


"Benar, ternyata di tengah hutan ada taman bunga yang indah" sambung Madit


"Tempat ini memang indah, tapi sayangnya tidak ada orang yang mau kemari" ucap Bening sambil memeting bunga

__ADS_1


"Kenapa? Apa tempat ini angker? atau ada binatang buasnya?" tanya Satria


Tok


"Jika ada binatang buas, sekarang seharusnya dia sudah menyerang kita di sini" ucap Madit sambil memukul kepala Satria


"Hehehe itu benar tuan, mungkin orang tidak mau ke sini karena tempatnya yang sangat jauh dari desa" ucap Bening


"Hemz.... semoga saja begitu" sahut Satria


"Tuan ini aku petikkan beberapa bunga untukmu" ucap Bening



"Wah indah sekali, Terima kasih Bening" ucap Satria sambil mengelus kepala Bening


Melihat Satria dan Bening yang sedang bercengkrama membuat Madit tidak ingin mengganggu dan memutuskan menjauh sembari memberikan waktu untuk mereka berdua...


"Wah pemandangan yang sangat merusak mata" ucap Madit sambil berjalan menjauhi Satria dan Bening


Sementara itu lebih baik aku berkeliling saja dan melihat situasi di sini.


"Aneh, bagaimana bisa taman seindah ini tidak ada satu orang pun yang berani masuk" ucap Madit dalam hati


Swosh


Tiba-tiba muncul seekor hewan suci di depan Madit dan spontan membuatnya terkejut...



"Ini, Kartakua!!!" ucap Madit terkejut


Terima kasih yang berbaik hati mau mampir dan dukung Author di Keturunan Raja, semoga selalu sehat y readers...

__ADS_1


Yang belum dukung yuk bantu author dengan cara vote, rate, like and coment...


Xie Xie 😁


__ADS_2