
Istana yang awalnya meriah dengan sorak-sorai kegembiraan kini seketika berubah, yang terdengar kini hanyalah jeritan para rakyat yang ketakutan dan rintihan dari mereka yg kehilangan sanak-saudara...
Satria yang melihat kekejaman kakaknya memberanikan diri muncul di hadapan Rania, tapi bukannya mendapatkan sambutan dari kakaknya Satria malah mendapatkan perlakuan tidak baik oleh Rania...
"Kakak, hentikan ini" ucap Satria sambil berdiri di hadapan Rania
Rania tidak berkata apapun dia hanya diam sambil melihat penampilan Satria dari ujung kaki hingga kepala...
"Kakak musuh kita hanyalah Raja Iga saja, tapi kenapa kau membunuh Putra Mahkota dan para rakyat?" tanya Satria
Rania tetap diam, dia bahkan memalingkan pandangannya ke arah Key dan Zarta yang sedang bertarung tak jauh dari mereka...
Satria yang mulai kesal dengan sikap Rania, mencoba untuk menarik pundak Rania, tapi bukannya mendapatkan jawaban, Rania malah mengeluarkan tenaga dalamnya dan membuat Satria terpental...
"Kakak jawab aku" ucap Satria sambil memegang bahu Rania
BRUK
"Aagrrh!" teriak Satria
Kerasnya suara benturan itu membuat Madit yang tadinya sedang membantu rakyat langsung berlari ke arah Satria...
"Satria!" teriak Madit sambil membantu Satria berdiri
Pukulan Rania yang tepat di dada Satria membuatnya memuntahkan cukup banyak darah dan sulit untuk berdiri...
Bening dan Krinton yang tadinya jauh dari mereka, kini juga berlari mendekati Satria. Rania yang melihat keadaan Satria hanya terdiam dengan ekspresi dinginnya...
"Tuan tenanglah, aku akan memberikan energiku kepadamu, agar kau cepat pulih" ucap Bening
Bening mulai mentransfer energinya kepada Satria, sementara itu Madit yang tidak senang dengan perlakuan Rania berusaha untuk berbicara pada Rania dan bertanya kenapa dia melakukan hal ini pada adik yang begitu ia sayangi sebelumnya...
__ADS_1
"Rania, apa kau sudah gila? Kenapa kau memukul Satria seperti itu?" tanya Madit
"Aku hanya mengetes ketahanan tubuhnya, ternyata dia sama sekali tidak berubah, masih lemah dan tak berguna" jawab Rania
Mereka semua sangat terkejut mendengar jawaban Rania, bagaimana tidak, sosok seorang kakak yang awalnya sangat peduli dan menyanyangi adiknya hari ini sudah tidak ada lagi...
Krinton yang marah kini merubah wujudnya dan mencoba menyerang Rania, tapi sayangnya serangannya langsung di hadang oleh Runi...
SWOSH
Runi menangkis serangan Krinton dan mengembalikannya kembali pada Krinton...
Kuatnya kekuatan itu membuat bukan hanya Krinton, tapi Madit, Satria dan Bening juga terkena imbasnya...
Satria yang awalnya sudah hampir pulih, kini kembali tak sadarkan diri, sementara Bening yang sudah kehilangan setengah tenaganya untuk memulihkan keadaan Satria ikut tak sadarkan diri juga...
Madit dan Krinton tergeletak lemas, tapi mereka masih sadarkan diri dan berusaha untuk bangkit. Rania yang melihat Krinton yang masih sadar memerintahkan Runi untuk membunuhnya...
"Laksanakan putri" jawab Runi
Saat Runi hendak menghabisi Krinton, tiba-tiba Tobi datang entah dari mana dan langsung menangkis pedang Runi...
KLANG
"Tobi!" ucap Runi yang terkejut melihat kehadiran Tobi
"Putri, ku mohon ampuni nyawanya, aku siap menggantikannya" ucap Tobi sambil mengajukan pedangnya pada Rania dan Runi
Rania yang melihat tindakan Tobi hanya bisa tertawa sambil mengayuhkan pedangnya ke leher Tobi...
__ADS_1
WHOSH
Cepatnya laju pedang itu membuat orang yang melihatnya langsung berpikir inilah akhir dari Tobi, tapi tidak, bukannya membunuh Tobi Rania hanya memutuskan gelang tanda ikatan mereka...
"Putri, ini" ucap Tobi terkejut
"Hanya kali ini saja, bawa dia bersamamu, jangan muncul lagi di hadapanku" ucap Rania
Tobi yang mendengar ucapan Rania langsung membawa Krinton yang sekarat itu pergi jauh keluar istana, sementara Madit yang melihat perlakuan Rania pada Tobi menyadari bahwa Rania sebenarnya tidak berubah, dia hanya berpura-pura saja...
"Aku sudah tau, kau hanya berpura-pura" ucap Madit sambil berdiri
"Itukah yang kau pikirkan tentangku" ucap Rania
Rania langsung berjalan mendekati Madit dan sesampainya di hadapan Madit dia langsung memeluknya...
"Rania, maafkan aku yang tak bisa melindungimu" ucap Madit sambil mengelus lembut rambut Rania
"Cih, hahahaha" tawa Rania menandakan kepura-puraannya
Dan benar Rania langsung memukul pundak Madit dengan tenaga dalamnya dan membuat Madit langsung tak sadarkan diri...
"Cih, kau pikir aku berpura-pura, sungguh naif" ucap Rania
"Putri, apa yang harus saya lakukan kepada mereka bertiga?" tanya Runi
"Bawa Satria ke kamar Putra Mahkota dan suruh Satih untuk mengobatinya, sementara mereka berdua kurung saja di penjara bawah tanah dan biarkan mereka mati di sana" ucap Rania sambil pergi menuju singgah sana
Key yang tadinya melawan Zarta, kini telah menang dan membuat Zarta tewas saat itu juga...
Kini yang tersisa hanyalah Ratu Islani yang tidak memiliki kekuatan apapun, dia langsung bersujud di hadapan Rania sambil meminta belas kasih Rania dan menyelamatkan Putra nya itu, tapi Rania tidak memperdulikannya, dia bahkan menendang wajah Ratu Islani dan menyuruh para pengawal untuk menghabisinya...
__ADS_1