Keturunan Raja

Keturunan Raja
Kebakaran Desa


__ADS_3

*15 menit sebelumnya


"Kakak, kenapa kita berhenti di sini?" tanya pemburu 1


"Kita harus menyusun rencana terlebih dahulu" jawab pemburu 3


"Biasanya kita langsung menyerang, kenapa sekarang harus melakukan rencana?" tanya pemburu 1


TOK


"Bodoh! yang kita hadapi bukan orang sembarang, dia adalah Kesatria dengan 2 ikatan sempurna" jawab pemburu 2 sambil menjitak kepala pemburu 1


"Aduh kakak sakit" ucap pemburu 1 sambil mengusap-usap kepalanya


"Heheh, adik jika kita ingin menangkap buruan besar, maka kita harus memiliki persiapan yang matang" ucap pemburu 3


"Jadi kakak, apa rencana?" tanya pemburu 2


"Adik ke 3 pergilah ke desa dan bakar seluruh rumah di sana, melihat desa kebakaran Satria pasti akan menyuruh dewi airnya itu untuk memadamkan seluruh api, lalu kau pancing lah hewan sucinya, saat mereka berpisah aku akan mengurus Satria" jelas pemburu 3


"Baiklah kakak kami mengerti" ucap pemburu 1 dan 2 bersamaan


"Ayo berangkat adik" ucap pemburu 3


Para pemburu itupun pergi ke desa untuk membunuh Satria, tapi sayangnya mereka tidak tahu bahwa yang di miliki Satria bukan hanya Madit dan Bening saja, tapi ada Rania dan lainnya yang akan melindunginya...


*Di desa Ranum


WHOSH


SRAHK


__ADS_1


"Tolong, Kebakaran, selamatkan diri kalian" ucap para penduduk yang berlarian


"Kenapa di luar berisik sekali" ucap Bening sambil berjalan ke arah jendela


"Tuan, gawat, desa kebakaran" ucap Bening


"Apa! kalau begitu ayo kita bantu mereka semua" ucap Satria sambil berlari keluar


TAP TAP TAP


"Apinya sangat besar, Bening pergilah dan padamkan seluruh api ini dengan airmu, aku dan kakak akan pergi menyelamatkan penduduk lain yang terjebak" ucap Satria


"Baik tuan" jawab Bening sambil mengeluarkan seluruh kekuatan airnya


BYUURR


Bening terus mengeluarkan kekuatan airnya untuk memadamkan api, sementara Satria dan Madit pergi menyelamatkan warga yang terjebak di rumah...


SYAT


"Kakak! Kau terluka" ucap Satria sambil menekan lengan Madit


"Heheh, ternyata hanya hewan bodoh yang tidak berguna" ejek pemburu 2


"Cih, ternyata hanya seorang pemburu bodoh, pantas saja beraninya menyerang dari belakang" balas Madit


"Brengsek! ternyata untuk seekor hewan kau cukup berani y, tapi kita lihat seberapa beraninya dirimu jika aku melakukan hal ini" ucap pemburu 2 sambil memerintahkan 2 hewan sucinya menghancurkan desa dan melukai penduduk


"Kau!!! Berhenti" teriak Madit


"Kakak, Berhati-hatilah" ucap Satria


"Tenanglah, kau lindungi saja penduduk desa, biar aku yang akan mengurusnya" ucap Madit sambil mengejar pemburu 2

__ADS_1


Madit pun akhirnya terpisah dari Satria, melihat hal ini pemburu 3 pun memanfaatkan kesempatan untuk mendekati Satria..


"Pak, ayo kemari dan keluarlah" ucap Satria sambil menolong penduduk di dalam rumahnya


"Heheh, dasar bodoh" ucap pemburu 3 yang menyamar jadi penduduk mengelabuhi Satria


SYAT


"Aagrrh! Sial!" ucap Satria sambil menekan lengannya yang tersayat pedang pemburu 3


"Hehehe, sepertinya aku tidak perlu menggunakan tanganku sendiri untuk membunuhmu" ucap Pemburu 3


Pemburu 3 pun langsung mengeluarkan kekuatan memanggil prajurit-prajurit mayat hidupnya untuk membunuh Satria...


*KLANG


BRUK*


"Bangkitlah dan habisi dia untukku, heheh" ucap pemburu 3 sambil mengarahkan tangannya ke Satria


Tangan Satria yang terluka membuatnya sulit untuk mengangkat tongkat petirnya dan membuatnya tersudut...


"Hahaha, kau sudah tamat sekarang" ucap pemburu 3 sambil mengangkat wajah Satria


"Siapa yang menyuruh kalian?" tanya Satria


"Kami hanya seorang pemburu yang kebetulan lewat sini dan melihat peliharaanmu" jawab pemburu 3


"Omong kosong! kau kira aku akan percaya" ucap Satria


"Terserah, itu bukan urusanku yang ingin aku katakan saat ini adalah lepaskan ikatanmu dengan kedua peliharaanmu itu karena aku akan menghabisimu saat ini" ucap pemburu 3 sambil mendorong jatuh Satria


"Cih! Apa kau pikir saat aku mati mereka akan mau bersamamu? tidak, mereka akan memilih menyusulku, dari pada harus bersamamu" ucap Satria sambil meludahi pemburu 3

__ADS_1


"Kurang ajar! Aku sudah berbaik hati kepadamu, tapi baiklah jika ini maumu akan ku kabulkan" ucap pemburu 3


Pemburu 3 pun langsung mengambil pedangnya dan bersiap-siap untuk menikam Satria, tapi saat yang bersamaan tiba-tiba datang seseorang dan menampis pedangnya...


__ADS_2