Keturunan Raja

Keturunan Raja
Kebenarannya


__ADS_3

Happy reading guys semoga kalian suka dengan episode kali ini, tetap setia y sama Satria dan selalu dukung Author dengan cara like, rate, komen dan vote...


Xie Xie teman-teman (♥‿♥)


✧・゚: *✧・゚:* ✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*✧・゚: *✧・゚:*


*Di kamar Rania



"Nona, kau mengikat rambutmu" ucap Runi terkejut melihat penampilan Rania


"Iya, apakah tidak pantas" ucap Rania


"Tidak nona tentu saja sangat pantas, kau terlihat seperti seorang putri kalau begini" ucap Runi


"Eh, benarkah" ucap Rania sambil tersenyum


"Aku harap kau selalu bahagia dan tersenyum seperti itu nona" ucap Runi dalam hati


*Di sisi lain di kamar Madit



"Kakak, kau mabuk" ucap Satria sambil merebut


kendi minuman dari tangan Madit


"Satria, rasanya kakak tidak punya muka lagi untuk menghadapimu" ucap Madit sambil menundukkan kepalanya


"Apa yang kau katakan kak, itu bukan salahmu, kau merahasiakan ini juga pasti demi kebaikanku" ucap Satria sambil menepuk pelan bahu Madit


"Tidak ini semua terjadi karena keegoisan ku, aku tidak ingin kau meninggalkanku dan pergi bersama Rania" ucap Madit


"Siapa yang akan pergi dengannya kakak, bagiku kakakku hanya kau seorang dan akan selamanya begitu" ucap Satria


"Satria, Terima kasih kau telah menjadikanku sebagai kakakmu" ucap Madit sambil memeluk Satria

__ADS_1


"Iya kakak" ucap Satria sambil menepuk punggung Madit dengan lembut


"Sudahlah kak, sekarang ayo kita keluar, aku yakin Bening sudah menyiapkan makanan untuk kita" ucap Satria sambil menarik tangan Madit


"Baiklah, ayo" ucap Madit sambil tersenyum


*Di ruang makan


"Sini biar aku bantu" ucap Rania sambil mengambil makanan yang di pegang Bening


"Eh, Terima kasih" ucap Bening


"Tunggu, ada apa dengan wanita ini, kenapa dia bersikap lembut padaku, aku rasa dia memiliki maksud tersembunyi" ucap Bening dalam hati


Saat Bening dan Rania memberesi meja makan Satria dan Maditpun datang...


"Bening, apakah makanannya sudah siap?" tanya Satria


"Sudah tuan, ayo makanlah sekarang" ucap Bening


"Baiklah, ayo kakak kita makan" ucap Satria sambil duduk di kursi


"Iya" ucap Madit sambil duduk


"Kau mau makan apa biar aku ambilkan untukmu" ucap Rania sambil meletakkan piring di depan Satria


"Bening, aku ingin tumis ayam itu" ucap Satria sambil menunjuk ke arah makanan


"Baik tuan, ini ak... " ucap Bening tapi terpotong oleh Rania


"Biar aku saja, ini makanlah" ucap Rania sambil meletakkan tumis ayam di piring Satria


"Bening, aku juga ingin makan lalapan sayur itu" ucap Satria


"Baik tu.. " Lagi-lagi Rania memotong perkataan Bening


"Biar aku saja, ini lalapanmu" ucap Rania" sambil meletakkan sayuran itu di piring Satria

__ADS_1


Satria yang mulai kesal melihat tingkah Rania lantas membentak nya dan mencampakkan piring itu ke bawah....


"CUKUP!!!" teriak Satria


PRANG


Piring itu terbelah menjadi dua dan semua makanan itu berserakan di lantai...


"Aku menyuruh Bening, bukan dirimu, jadi berhentilah seolah-olah kau kakak yang baik" ucap Satria dengan nada tinggi


"Aku hanya ingin melakukan tugasku sebagai kakakmu saja" ucap Rania


"Astaga, tugas sebagai kakak kau bilang! kemana dirimu selama ini? saat aku benar-benar membutuhkanmu, apa kau ada di sisiku" ucap Satria


"Aku... " ucap Rania yang tidak bisa menjelaskan


"Cih! Kau tidak bisa menjawabnyakan, jadi berhentilah bersikap kau peduli padahal sebenarnya kau tidak pernah peduli" ucap Satria sambil mendorong Rania terjatuh


"Nona!!!" teriak Runi


"Tuan Satria, sebenarnya nona itu bukannya tidak peduli padamu, tapi dia... " ucap Runi tapi Rania memotong perkataannya


"Runi ku mohon" ucap Rania sambil menarik tangan Runi


"Nona, tuan muda sudah keterlaluan dia bahkan tega mendorongmu hingga tanganmu terluka seperti ini" ucap Kua


"Tidak, ini bukan salahnya" ucap Rania


"Heheh, apa kalian sudah selesai bersandiwara, kalau sudah segeralah tinggalkan tempat ini, karena aku sudah muak melihat kalian bertiga" ucap Satria


Mendengar ucapan Satria yang begitu kasar membuat Kua tidak tahan lagi dan ingin berubah bentuk dan memberi Satria pelajaran, tapi Rania menghentikannya...


"Apa kau bilang, dasar kurang ajar, aku akan memberimu pelajaran" ucap Kua sambil ingin berubah


"Tidak Kua, dia adikku dan kau tidak bisa menyakitinya" ucap Rania sambil mencengkram tangan Kua dengan tenaga dalamnya


"Ba-baiklah nona" ucap Kua sambil menahan tenaga dalam Rania

__ADS_1


Raniapun melepaskan cengkramannya dari tangan Kua, melihat tingkah Satria yang sudah kelewatan membuat Madit marah dan mengatakan kebenarannya pada Satria...


__ADS_2