
*Di Kerajaan Selatan
"Yang mulia! hamba sudah memeriksanya, petir itu berasal dari negri barat" ucap Jendral Raka
"Apa kau tau bahwa sekarang tidak ada lagi kesatria yang menguasai kekuatan itu" ucap Raja Iga
"Dia bukan kesatria Yang mulia! dia hanya seorang anak yang masih berumur 16 tahun" ucap Raka
"Apa kau tau 16 tahun yang lalu aku telah membunuh kesatria yang memiliki kekuatan itu untuk menaiki tahta dan sekarang 16 tahun kemudian seorang anak menguasai kekuatan sebesar itu" ucap Iga
"Yang mulia ini" ucap Raka ketakutan
SWOSH
Raja Iga lalu menghantam Raka dengan kekuatannya, Raka yang terkena pukulan Tartapi (pukulan tapak dewa) Raja Iga langsung terhempas dan membentur dinding istana...
BRUK
"Dasar tidak berguna!" teriak Iga
"Maafkan hamba Yang mulia!" ucap Raka sambil berusaha bangkit
"Aku memaafkanmu kali ini, tapi jika aku masih mendengar suara petir itu lagi maka kau sendiri tau apa akibatnya bukan!"
"Tentu Raja! hamba akan membereskan anak itu secepatnya"
"Bagus! sekarang pergilah! jangan sampai dia memasuki tahap ikatan kedua, karena jika itu sampai terjadi akan aku pastikan kau akan melihat mayat adikmu di alun-alun kota!" ucap Raja Iga
"Itu tidak akan terjadi Yang mulai"
Raka pun memulai perjalanannya ke negri barat untuk mencegah Satria mendapatkan ikatan kedua serta membunuhnya, tapi sungguh di sayangkan ikatan yang sudah di takdirkan oleh langit tidak akan bisa di hancurkan oleh siapapun...
"Satih! kau tau apa yang harus kau lakukan bukan?" tanya Raja Iga
"Tentu Yang mulia! aku sudah memperingatkan semua adik-adikku untuk tidak terlibat" jawab Satih sambil keluar dari balik tirai di belakang Raja Iga
__ADS_1
"Bagus! kali ini aku pasti akan membantaihabis keluargamu Surya, hahahah! ucap Iga
Di tengah perjalanan
"Kenapa kakak berhenti? tanya Satria
"Kita harus menemukan ikatan keduamu" jawab Madit
"Maksud kakak, kita harus mencari seorang dewi!"
"Benar! ayo kita terbang ke langit"
SWOSH
Seketika Madit berubah menjadi burung raja dan membawa Satria di pundaknya terbang ke langit untuk mencari seorang dewi, tapi karena kekuatan Madit yang belum pulih sepenuhnya membuat mereka hanya sampai di langit barat saja...
UHUK UHUK
Madit memuntahkan sedikit darah dari mulutnya...
"Ini biasa terjadi, tapi perjalanan kita belum sampai" ucap Madit sambil berusaha berubah kembali, tapi sayangnya dia tidak bisa berubah
"Sudahlah kakak, jangan memaksakan dirimu seperti ini, lagi pula ini juga langitkan! kita pasti menemukan seorang dewi di sini" ucap Satria sambil membantu Madit bersandar di batu
"Tidak ada dewi di sini Satria! kita harus ke selatan untuk menemukan mereka"
"Cukup kakak! aku tidak mau"
Melihat Madit yang semakin kesakitan membuat Satria tidak tega dan berusaha untuk menemukan seorang dewi di langit barat, walaupun dia tau itu tidak mungkin tapi dia terus berusaha menunjukkan kekuatannya yang terbaik untuk membuat seorang dewi datang dan tertarik padanya...
DUAARR TAR DUAARR
Satria terus mengeluarkan kekuatannya, walaupun dia belum sempurna menguasainya tapi dia tidak menyerah dan benar saja tiba-tiba dari kejauhan terdengar suara seseorang...
"Hahahaha! Jika kau membuat pertunjukan bodoh seperti itu, bagaimana seorang dewi akan tertarik padamu" ucap Bening
__ADS_1
"Siapa itu! keluar kamu jangan beraninya bersembunyi di sana!" ucap Satria
SREK
Bening pun berjalan keluar dari balik semak dan perlahan mendekati Satria dan Madit...
"Siapa kau?" tanya Satria
"Aku tentu saja seorang dewi" jawab Bening
"Benarkah? kakak lihat seorang dewi datang!" ucap Satria kegirangan
"Tunggu! kita tidak butuh dia Satria, jadi lakukan saja lagi pertunjukan kekuatanmu itu!" ucap Madit
"Tapi kakak dia it... "
"Cepat lakukan saja!" Madit menyeka pembicaraan Satria
"Dasar sombong! kau kira kau siapa! kau hanya seorang hewan peliharaan yang tidak berharga beraninya menghina diriku yang seorang dewi ini" teriak Bening
"Cukup! dia itu adalah kakakku jadi aku peringatkan padamu jangan pernah lagi menghina kakakku!" balas Satria
"Kau menganggap hewan suci sebagai kakak! Kenapa?" tanya Bening
"Kenapa apanya! tentu saja karena aku sangat menyayanginya!" jawab Satria dengan tegas
"Kau menyayanginya? ternyata kau adalah orang yang aku cari selama ini" ucap Bening sambil tersenyum dan memegang erat tangan Satria
"Lepaskan! Apa maksudmu?" tanya Satria sambil menarik tangannya kembali
"Baiklah tuan, aku bersedia membuat ikatan denganmu" ucap Bening
"Tuan? kau kenapa tiba-tiba memanggilku tuan?" tanya Satria kembali
"Sudahlah Satria tidak usah pedulikan dia lanjutkan saja pertunjukan kekuatanmu itu!" ucap Madit
Satria pun terus menunjukkan kekuatannya dan mengabaikan Bening yang berdiri di sampingnya, walaupun kesal dengan perbuatan Satria, Bening dia tidak bisa melakukan apapun selain menunggu...
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa saat tiba-tiba beberapa dewi datang menghampiri mereka...
Terima kasih yang udah mampir dan tetap setia membaca Keturunan Raja, jangan lupa like, komen, vote dan rate y teman-teman...