Keturunan Raja

Keturunan Raja
Janji


__ADS_3

*Di pinggir sungai


"Tuan putri, hari sudah mau gelap ayo kita kembali ke desa" ujar Kua



"Aku lebih suka di sini Kua, hatiku rasanya sangat tenang" ucap Rania


"Apa kau sudah menyerah pada pangeran?" tanya Kua


"Tidak mungkin, aku adalah kakak kandungnya dan tidak ada yang bisa mengambilnya dariku" jawab Rania sambil berdiri


"Tapi Tuan Putri! Walaupun pangeran nanti mengetahui semuanya, dia tetap tidak akan bisa terpisah dengan Madit" ucap Runi


"Itulah yang sedang aku pikirkan juga Runi, bagaimanapun adikku harus lepas dari pria brengsek itu" sahut Rania


"Kau tidak bermaksud melakukan hal itu kan Putri?" tanya Kua


"Jika tidak ada pilihan lain, terpaksa aku serahkan semuanya padamu Kua" jawab Rania


"Hehehe, itu sudah kewajibanku mematuhi perintahmu Putri" ucap Kua


"Tapi Putri itu, anda ak...."ucap Runi


"Demi janjiku pada ibuku akan ku lakukan apapun juga" ucap Rania memotong perkataan Runi


"Putri, aku harap nantinya anda tidak akan menyesali keputusanmu" ucap Runi dalam hati


*Di desa Ranum


"Tuan, aku sudah memasak makanan kesukaanmu" ucap Bening sambil meletakkan makanan di atas meja



"Wah! Baunya sedap sekali Bening" ucap Satria sambil berjalan mendekati meja makan

__ADS_1


"Dimana Kak Madit tuan? Apa dia tidak mau makan?" tanya Bening


"Mungkin dia sedang di kamar, aku akan pergi memanggilnya" ucap Satria sambil berjalan menuju kamar


*Di kamar


"Kakak, ayo kita makan, Bening sudah menyiapkan banyak makanan enak" ucap Satria sambil membuka pintu kamar


"Kau duluan saja, sekalian ajaklah Rania, Kua dan Runi" ucap Madit sambil membaca buku



"Beberapa hari ini, kenapa kakak sepertinya menghindariku?" tanya Satria sambil duduk di depan Madit


"Kapan kakak menghindarimu, itu hanya perasaanmu saja" jawab Madit sambil terus membaca dan tak melihat Satria


"Hemz, baiklah, jadi kakak akan tetap di sini dan tidak mau makan?" tanya Satria


"Kalian duluan saja, nanti kakak akan menyusul setelah menyelesaikan ini" jawab Madit


"Anak ini, dia tidak akan menyerah sampai aku melakukan apa yang dia inginkan, tapi apa sekarang saja y aku katakan pada Satria kebenarannya" ucap Madit dalam hati


"Satria, sebenarnya kakak ingin bil.... " ucap Madit


"Tuan! Kakak! Ayo makan nanti makanan keburu dingin" teriak Bening memotong perkataan Madit


"Kakak apa tadi yang kau bilang?" tanya Madit


"Akh, itu sebenarnya, Rania itu adalah.... " ucap Madit


"Tuan! Kakak! jika tidak kemari akan aku buang kembali makanan ini" teriak Bening memotong kembali perkataan Madit


"Dasar Bening, dia bahkan tidak memberikan kita waktu" ucap Satria


"Sudahlah, ayo sekarang kita kesana saja" ucap Madit sambil merangkul bahu Satria

__ADS_1


*Di dapur


"Baguslah, akhirnya kalian keluar juga" ucap Bening


"Selain tenagamu yang kuat ternyata volume suaramu juga keras y Bening" ucap Satria


"Hehehe! Tuan aku hanya takut makanan ini dingin dan tidak enak lagi di makan" ucap Bening sambil tersenyum


"Sudahlah, ayo sekarang kita makan" ucap Madit


"Tuan kau ingin apa biar aku ambilkan untukmu" ucap Bening


"Wah! Semuanya nampak lezat dan aku bingung harus memilih yang mana Bening" ucap Satria


"Heheh, kalau begitu aku akan meletakkan semuanya ke piringmu y" ucap Bening sambil tersenyum


"Bening, dimana Rania dan lainnya?" tanya Madit


"Oh, mereka sejak pagi pergi melihat pemandangan desa dan belum kembali sampai sekarang" jawab Bening sambil meletakkan piring makan di depan Satria


"Maaf Rania, aku belum bisa mengatakan sebenarnya pada Satria" ucap Madit dalam hati


*Di tengah hutan


SWOSH


"Aura ini!" ucap Runi sambil berhenti melangkah


"Ada apa Runi?" tanya Kua


"Gawat, Pangeran dalam bahaya" ucap Runi


"Apa?" teriak Kua


Terima kasih teman-teman yang sudah mampir di Keturunan Raja, jangan lupa tinggalkan jejakmu berupa like, komen, rate and vote....

__ADS_1


Sekali lagi Xie Xie teman-teman semuanya...


__ADS_2