Keturunan Raja

Keturunan Raja
Penyesalan


__ADS_3

Hai teman-teman semuanya maaf y atas keterlambatan up dari keturunan Raja, soalnya Author lagi banyak tugas sekolah ni, tapi Author harap kalian tetap setia y menanti perjalanan dari Satria, so happy reading and thanks for everything....


Mendengar ucapan kasar Satria spontan membuat Madit menamparnya...


PLAK


"Kakak! Kau! " ucap Satria sambil memegang pipinya


"Dia telah mengorbankan hidupnya selama 16 tahun ini hanya untuk membuatmu hidup dengan nyaman, dia bahkan harus melalui hari-harinya dengan penuh kewaspadaan dan yang terpenting adalah dia harus mengubah dirinya menjadi pria hanya untuk melabuhi semua pembunuh itu" ucap Madit


"Apa maksudmu kak" ucap Satria


"16 tahun yang lalu sebelum Ratu melahirkanmu dia telah memiliki seorang putri yang berusia 5 tahun, dialah Rania kakakmu. Karena Ratu adalah seorang dewi maka putrinya harus pergi meninggalkannya dan belajar menjadi seorang dewi, itu sebabnya Rania jarang terlihat di Kerajaan bahkan banyak yang tidak mengetahui bahwa Raja dan Ratu memiliki seorang putri karena dewi Runi langsung membawanya begitu dia lahir dan 5 tahun kemudian kau lahir dan kekacauan itu terjadi, untuk itu kalian berdua harus berpisah, saat aku tengah membawamu kita jatuh ke dalam jurang yang dalam, tapi 5 tahun kemudian Jenderal Raka mengetahui bahwa kau selamat dan memerintahkan pembunuh untuk membunuhmu, tapi saat itu Rania dan dewi Runi datang dan mengatakan padaku bahwa dia akan menjadi dirimu untuk mengacaukan para pembunuh itu, dan setiap tahun para pembunuh itu selalu datang dan Ranialah yang selalu menghadapi mereka hanya untuk membuatmu hidup dengan aman dan nyaman" jelas Madit


Mendengar cerita Madit membuat Satria terkejut dan jatuh terduduk...


BRUK

__ADS_1


"Tidak, itu tidak benarkan kak, apa..apa yang sudah aku lakukan" ucap Satria sambil terduduk di lantai


"Aku bersalah, kakak maafkan aku, hu hu hu" ucap Satria sambil menangis


"Tidak aku tidak boleh menangis sekarang, Rania dimana kakakku" ucap Satria sambil melihat sekeliling


"Sudah terlambat tuan, nona Rania dan yang lainnya sudah pergi" ucap Bening


"Apa! tidak Bening, dia tidak boleh meninggalkanku lagi, aku ingin meminta maaf padanya, aku ingin memeluknya, aku ingin selalu bersamanya Bening" ucap Satria sambil melangkah pergi


*Di tepi sungai


"Putri, kami ingin ikut denganmu" ucap Krinton dan Amuto bersamaan



"Kalian!" ucap Rania terkejut

__ADS_1


"Aku tidak bisa menerima kalian, aku hanya seorang wanita, tidak pantas mendapatkan patner sehebat kalian, sebaiknya kalian cari orang lain saja" ucap Rania


"Tidak putri, bagi kami hanya kaulah yang paling pantas dan yang bisa memperlakukan kami dengan baik" ucap Krinton


"Hei bukankah kau pernah bilang kalau kau tidak ingin ikut dengan wanita" ucap Kua


"Itu... aku, ternyata lebih baik aku ikut dengan seorang wanita dari pada seorang pria yang tidak berperasaan" ucap Krinton


"Hemz, kalau begitu kalian boleh menjadi patnerku, tapi kalian harus tetap berada di sisi Satria dan melindunginnya" ucap Rania


"Apa! Tidak putri, kenapa kau masih saja mau melindunginya dengan semua yang telah dia lakukan padamu?" tanya Krinton


"Heheh, tentu saja karena dia tetaplah adikku, adik yang akan selalu aku lindungi bahkan dengan nyawaku sendiri" ucap Rania sambil tersenyum


"Putri kau sungguh kakak yang sangat baik" ucap Krinton


"Putri, andai Satria betapa kau menyayanginya" ucap Kua dalam hati

__ADS_1


__ADS_2