
"16 tahun yang lalu lahirlah seorang anak dalam ramalan, semua orang memanggilnya rajanya para raja, dia tumbuh menjadi pria yang sangat kuat dan menjunjung tinggi keadilan serta memiliki hati yang lembut, setelah melalui berbagai rintangan akhirnya sang kesatria di bantu dengan pengawal dan dewinya yang setia berhasil mengalahkan raja kejam dengan sekali pukulan dan bangkit menjadi raja yang terkuat dari raja-raja lainnya" cerita Satria
Saat Satria terus menceritakan ceritanya kepada anak-anak tiba-tiba datang seorang pria memukul kepalanya...
To**k
"Sudah cukup ceritanya sekarang pulang" ucap Madit
"Aduh kakak sakit, kenapa kau melakukan ini? kau membuatku malu di depan para penggemar ku" ucap Satria sambil mengelus-ulus kepalanya
"Benar dasar pria jahat, jangan pukuli teman kami Satria" ucap anak 1
"Baiklah, kalau kau tidak mau pulang dan memakan kue ulang tahunmu, aku akan membuangnya"
"Tidak kakak, jangan ia aku pulang"
"Baiklah, sampai jumpa lagi teman2 kesatria ku" ucap Satria pada anak-anak tersebut
Satria dan Madit pun berjalan pulang ke rumah, saat di perjalanan Satria minta digendong oleh Madit dan Madit begitu menyayanginya tak bisa menolak permintaannya, mereka terus mengobrol dan Satria pun terus bermanja dengan kakaknya...
__ADS_1
"Kau apa akan terus menjadi pendongeng seperti itu?" tanya Madit
"Tentu saja tidak kakak, aku nantinya akan menjadi tokoh utama dari ceritaku yaitu si kesatria yang pemberani yang berhasil mengalahkan raja kejam" ucap Satria penuh semangat
"Hahahhaa, bagaimana bisa kau menjadi sepertinya?"
"Tentu saja bisa kakak, aku hanya perlu seorang dewi yang kuat dan berlatih agar aku menjadi kuat"
"Bukankah kau juga perlu seorang pengawal yang setia baru bisa menjadi seorang kesatria?"
"Tentu dan aku sudah memilikinya, yaitu kakakku tersayang yang rela berkorban dan melakukan apapun agar aku bahagia dan tetap aman, ya kan?"
"Ehem, sepertinya karena di gendong terus pikiranmu jadi rusak" ucap Madit sambil menurunkan Satria
"Sudah cepat jalan" ucap Madit merangkul bahu Satria
Madit dan Satria akhirnya sampai di rumah dan merekapun merayakan ulang tahun Satria yang ke 16 tahun..
Di saat itu juga tiba-tiba datanglah para kesatria utusan Raja Iga yang hendak menghancurkan Kerajaan Barat, mereka berhasil menghancurkan pertahanan kerajaan dan membakar habis hampir seluruh kerajaan, bahkan mereka hendak membunuh Raja penguasa Barat yaitu Raja Damar...
Melihat besarnya kobaran api, Madit membawa Satria pergi mencari tempat aman tapi tak disangka di tengah pelarian mereka bertemu dengan salah satu kesatria kejam itu..
"Hey kalian mau kabur y, jangan harap" ucap Kesatria itu sambil menghuluskan pedang
__ADS_1
Melihat pedang kesatria itu yang mengarah ke Satria membuat Madit tak bisa lagi menyembunyikan identitas aslinya, jadi demi melindungi Satria dia rela membuka identitasnya sebagai hewan suci..
Swosh
Madit mematahkan pedang itu dengan sayapnya dan membuat kesatria tersebut terkejut dan menjadi semakin marah dan berniat membunuh mereka berdua secepatnya, karena hewan suci berbentuk burung Raja adalah hewan suci yang di kutuk dan harus mati..
"Kau adalah burung raja, kau harus mati" ucap kesatria sambil memanggil hewan sucinya dan menyerang Madit
Satria yang terkejut melihat perubahan kakaknya hanya bisa berdiri terpaku dan membisu.
Melihat Satria yang diam saja membuat Madit menyuruhnya menjauh karena dia takut mereka akan membunuh Satria..
"Satria, satria lari" teriak Madit sambil terus melawan mereka
Satria yang mendengar suara kakaknya akhirnya sadar dan lari, tapi dia tidak mau pergi jauh dari kakaknya jadi dia hanya bersembunyi di balik pohon dan melihat mereka bertarung..
Madit terus berusaha untuk menyudutkan mereka, tapi Madit yang belum mengesahkan ikatannya dengan Satria masih lemah dan tak bisa mengalahkan mereka..
Melihat Madit yang terus tersudut membuat Satria gelisah dan khawatir padanya, tapi di sisi lain musuh yang melihat kondisi Madit memanfaatkannya untuk membunuhnya dan benar saat tengah tersudut kesatria itu menusuk dada Madit dengan pedangnya...
Sluk!
__ADS_1
Madit yang sudah lemah sebelumnya menjadi jatuh tak berdaya, darahnya terus keluar tanpa henti membuatnya semakin lemah dan mulai kehilangan kesadaran, Satria yang melihat itu langsung berlari ke arah Madit sembari menopang tubuh Madit yang lemah...