Keturunan Raja

Keturunan Raja
Ledakan Dahsyat


__ADS_3

***Hai readers happy reading and jangan lupa buat bantu Author ya dengan cara like, rate dan vote serta tidak lupa untuk meninggalkan komentar kalian di bawah...


xie xie* ๐Ÿ˜Š


โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ– โ–กโ– โ–กโ– โ–กโ– โ–กโ– โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹**


Satria yang tidak tahan melihat Rania menangis memutuskan meninggalkannya dan kembali ke penginapan, tapi saat di tengah jalan tiba-tiba dia bertabrakan dengan seseorang...


BRUK


"Akh!!!" ucap Satria yang terjatuh dan terduduk di tanah


Pria itu hanya sekedar melihat Satria dan berjalan kembali...


"Hei, apa kau tidak punya mata" teriak Satria kesal sambil berusaha berdiri


Pria itu menghentikan langkahnya dan kembali ke arah Satria...


"Hei, kau sudah menabrakku, kau harus minta maaf" ucap Satria sambil terus memegangi pinggangnya yang sakit


"Siapa kau?" tanya pria itu


"Apa maksudmu? Namaku y? Aku Satria" jawab Satria


"Jadi kau yang sudah membunuh Jendral Raka?" tanya pria itu kembali


"Iya, kenapa kau menyesali perbuatanmu sekarang?" tanya Satria balik


"heheh, kalau begitu kebetulan, aku tidak perlu mencarimu" ucap pria itu sambil mengeluarkan pedangnya dari sarungnya


"Hei, ada apa ini? kenapa kau mengeluarkan pedangmu begitu?" tanya Satria sambil berjalan mundur


SLUK


Pria itu menghuluskan pedangnya ke arah Satria, tapi tiba-tiba seseorang datang dan membantu Satria...

__ADS_1


KLANG


Kedua pedang mereka terbentur dan Satria yang terkejut terjatuh dan terduduk diam di tanah...


"Satria! Pergilah!" teriak Rania sambil menahan pedang pria itu dengan pedangnya


"hehehhe, ternyata tuan putri juga ada di sini ya" ucap pria itu


"Aku tidak tau siapa kau, tapi akan ku pastikan kau mati dengan cepat" ucap Rania sambil menghempaskan pria itu mundur


SRAK


Hempasan pedang Rania membuat pria itu terpental kebelakang, tapi dia tidak terjatuh dan ini menyadarkan Rania kalau pria ini bukanlah tandingannya seorang diri...


"hehehe, tenaga dalam yang cukup bagus" ucap pria itu sambil tersenyum sinis


"Pangeran Eddar, apa ku baik-baik saja" ucap seorang wanita sambil berjalan mendekati mereka



"Uragus! " batin Rania


Saat mereka sedang beradu mulut tiba-tiba seseorang datang...


"Putri" ucap Kua sambil berjalan mendekati mereka


"Kua!" ucap Rania terkejut melihat kedatangan Kua


"Wah, sepertinya hari ini akan sangat menyenangkan, teman bermain kita bertambah" ucap Pangeran Eddar


"Cih, kau kira aku mau bermain dengan pria bodoh sepertimu" ucap Rania mencoba mengecoh Eddar sambil memberi tanda kepada Kua agar membawa Satria pergi dari sana


Melihat tanda dari Rania membuat Kua langsung berlari ke arah Satria dan menggendongnya pergi menjauh dari sana...


Melihat Satria di bawa pergi oleh Kua membuat Eddar berusaha mengejarnya tapi sayangnya Rania menghalanginya dan menariknya dengan benang perak dan membantingnya ke tanah...

__ADS_1


BRUK


"Cih, sepertinya kau ingin cepat menyusul ayah dan ibumu y" ucap Pangeran Eddar sambil melemparkan pedangnya


Eddar lalu menyuruh Sirbi untuk mengejar Satria, tapi Rania kembali menggagalkannya dengan mengikat Sirbi dengan benang peraknya...


Eddar yang sudah mulai kesal melihat tingkah Rania lalu mengumpulkan seluruh tenaganya dan membentuk sebuah vormasi api birungu...



"Apartun!" ucap Eddar dan mengarahkannya ke Rania


DUAR


Kuatnya serangan Eddar hingga menghancurkan hampir setengah desa...


Gendongan Kua terlepas akibat guncangan dari ledakan tersebut dan membuat Satria mencoba berlari kembali ke tempat Rania, tapi Kua berhasil mengehentikannya dengan menotok titik akupuntur Satria...


"Maaf Pangeran, ini perintah Putri" ucap Kua sambil mulai menggendong Satria kembali


Satria pun tidak sadarnya diri, sementara Kua terus berlari menuju penginapan...


Di penginapan


"Ada apa ini?" ucap Bening bertanya-tanya


"Gempa, gempa" ucap Tobi sambil berlari ke dalam


"Ini bukan gempa, lihatlah ke arah sana" ucap Madit sambil menunjuk ke arah selatan desa


"Ayo kesana dan melihat langsung" ucap Krinton


Saat mereka semua ingin pergi ke arah sana Kua datang dan menghentikan mereka...


"Kua!" ucap mereka semua bersamaan

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2