Keturunan Raja

Keturunan Raja
Surat


__ADS_3

Hai teman-teman Terima kasih buat kalian yang tetap setia dengan Satria dan Terima kasih juga buat kalian yang sudah mau mampir...


Semoga kalian suka y dengan cerita kali ini..


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian buat bantu Author y....


Happy Reading ๐Ÿ˜


โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ– โ–กโ– โ–กโ– โ–กโ– โ–กโ– โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹



Rania mencoba menangkap kupu-kupu terakhir Lulu yang berhasil selamat...


"Putri, apa yang anda lakukan?" tanya Kua


PLAK


Rania membunuh Kupu-kupu itu dengan memukulnya dengan kedua tangannya...


"Putri kau!!!" ucap Kua


"Habisi hewan suci pria itu" ucap Rania sambil berjalan ke arah Gua


"Tapi Putri bu... " ucap Kua tapi dia menghentikan ucapannya karena tiba-tiba Rania berbalik arah dan menatapnya dengan tatapan tajam


"Apa aku harus mengulangi perkataanku Kua?" tanya Rania sambil menatap Kua dengan tatapan tajam


"Ehm.. ti.. tidak Putri saya akan melakukan perintah anda" jawab Kua sambil melangkah pergi


Saat Kua sedang mengarahkan kekuatan Arkanya ke arah Key untuk membunuhnya, tiba-tiba Runi menghentikannya...


"Aku tidak ingin membunuhmu, tapi ini perintah dan aku hanya bisa menurutinya" ucap Kua

__ADS_1


"Tunggu Kua" ucap Runi sambil menangkap tangan Kua


"Runi, kau!" ucap Kua sambil menyerap kembali kekuatannya


"Kau tidak boleh membunuhnya" ucap Runi


"Kenapa?" tanya Kua


"Tidak usah banyak tanya, kau pergilah dan bilang pada Putri kalau kau sudah membunuhnya" jawab Runi


"Tapi, bagaimana jika Putri tau?" tanya Kua kembali


"Kau katakan saja seperti yang ku bilang, sisanya serahkan padaku" jawab Runi


Kua pun pergi ke Gua meninggalkan Runi dengan Key yang tidak sadarkan diri itu...


*Di dalam Gua


Wajah Satria penuh dengan kekhawatiran melihat kondisi Madit dan Bening, sementara Rania duduk di dekat pintu gua sambil memperhatikan Satria...


"Putri, semua sudah beres" ucap Kua sambil masuk ke dalam Gua


"Bagus, beristirahatlah, aku akan membuatkan makanan untuk kita semua" ucap Rania sambil berjalan keluar


Saat di luar dia bertemu dengan Runi yang sudah membawa makanan untuk mereka semua...


"Runi, dari mana saja kau?" tanya Rania sambil melihat barang bawaan Runi


"Aku mencari makanan Putri" jawab Runi sambil menunjukkan makanan bawaannya pada Rania


"Bagus, berikanlah pada mereka" ucap Rania


"Baik Putri, tapi apakah anda tidak makan?" tanya Runi balik

__ADS_1


"Hemz, aku akan makan sebentar lagi, kau masuklah dulu" jawab Rania


Runi pun masuk ke dalam gua dan memberikan makanan itu pada yang lainnya...


Saat mereka sedang makan tiba-tiba, Madit dan Bening sadar...


"Akh, kepalaku sakit" ucap Bening sambil berusaha duduk


Melihat Bening yang sadarkan diri membuat Satria langsung bangkit menghampirinya "Kau sudah sadar, Apa ada yang sakit Bening?" ucap Satria sambil membantu Bening duduk


"Kepalaku sedikit pusing tuan" ucap Bening


"Apa kau hanya akan membantunya dan membiarkanku" ucap Madit yang ikut sadar setelah Bening


"Kakak kau juga sudah sadar" ucap Satria merasa senang melihat Madit dan Bening yang akhirnya sadarkan diri


Mereka semuapun mengelilingi Madit dan Bening yang sudah sadarkan diri, sementara Rania yang masih berada di luar di datangi oleh seseorang...


*Di luar gua


SWOSH


"Salam putri, ada pesan untuk anda" ucap pria misterius itu sambil menundukkan sedikit badannya di hadapan Rania


Rania menerima surat itu dan membacanya dalam hati "Kapan kita bisa bertemu tuan putriku? Aku sangat merindukanmu dan jangan lupa dengan kesepakatan kita"...


"Baiklah, Terima kasih dan katakan pada tuanmu, kalau aku akan menemuinya 1 bulan lagi" ucap Rania


"Baik putri" ucap pria itu sambil pergi


"Waktuku tidak banyak, aku harap bisa menanganinya secepat mungkin" ucap Rania dalam hati sambil membakar surat itu dengan kekuatannya


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2