
Kondisi Madit semakin lemah dan tak sadarkan diri, melihat kakaknya yang tak sadarkan diri membuat Satria terus menangis dan berusaha membangunkan kakaknya..
"Kakak! buka matamu jangan seperti ini" ucap Satria sambil menangis.
"Hahaha! Kakakmu sudah mati bocah bodoh" ucap Kesatria itu.
"Tuan, apa aku harus membunuhnya" ucap hewan sucinya.
"Tidak! biarkan saja dia menangisi kakaknya yang mati mengenaskan".
"Tapi tuan! itu sama saja menyiksanya, kasian dia".
"Diam! apa kau berani menentang ku" ucap Kesatria sambil mencambuk hewan sucinya
"Aahh! Tidak tuan".
Melihat Madit yang sudah tiada, Satria pun berusaha menguatkan dirinya sembari ingin menguburkan Madit dengan layak, tapi kesatria itu tidak membiarkannya dan malah mengejek serta berniat untuk membakar habis tubuh Madit...
"Berhenti, kau mau kemana bocah bodoh" ucap kesatria.
"Tuan! biarkan aku menguburkan kakakku dengan layak" ucap Satria sambil menggendong tubuh Madit.
"Hahaha! Kakakmu hanya seekor hewan bodoh tak pantas baginya di kubur dengan layak, dia pantasnya di bakar".
"Cukup! kakakku adalah pria yang baik dan dia bukan hewan" teriak Satria.
"Cih! beraninya kau berteriak padaku! Matilah kau!"
Taar
" Aah, kakak!"
__ADS_1
"Sekarang lihatlah, bagaimana aku membakar habis tubuh kakakmu! hahaha!".
Kesatria itu mulai membakar tubuh Madit, melihat semua itu membuat Satria terbakar api amarah.
Entah datang dari mana kekuatan itu tiba-tiba Satria membuat petir menyambar ke segala arah.
Duaar duar duar
"Kau! beraninya menyentuh kakakku, akan ku bunuh" teriak Satria
Ctaar
"Aahh"
Satria mengarahkan petirnya kepada kesatria itu, dia pun terpental dan mati seketika, melihat kekuatan Satria hewan suci itu terkejut hingga terjatuh lemas ketakutan.
Satria yang hanya mementingkan Madit tak menghiraukan hewan suci itu dan membiarkannya saja..
"Tu.. tuan! kau akhirnya mati, hahaha! aku bebas" ucap hewan suci itu
"Apa yang kau lakukan!" teriak Satria
"Maaf tuan, aku hanya memadamkan api di tubuh kakakmu, sebagai tanda Terima kasih karena kau telah melepaskanku dari ikatan terkutuk ini" ucap hewan suci
"Terima kasih! sekarang aku akan menguburkannya" ucap Satria mendekati tubuh Madit
"Tunggu tuan! dia masih bisa hidup kembali"
"Apa maksudmu! cepat katakan!"
"Kau bisa memberikannya ikatan sempurna dengan begitu dia akan hidup kembali, tapi kau akan... "
__ADS_1
"Tapi apa lagi?"
"Kau akan kehilangan separuh jiwamu karena dia sudah mati".
"Aku tidak peduli! asalkan aku bisa tetap bersamanya aku rela mengorbankan apapun".
"Dia sungguh beruntung, kau bahkan rela mengorbankan dirimu untuknya".
"Baiklah! apa yang harus aku lakukan untuk membuat ikatan sempurna?".
"Kau harus mengoleskan darahmu ke dadanya dan biarkan dia meresap energi tubuhmu"
Satria langsung menggores tangannya dengan pisau dan meletakkannya di dada Madit.
Uhuk uhuk
"Kakak!"
"Satria! apa yang kau lakukan!" ucap Madit sambil melihat tangan Satria yang berdarah.
"Aku menyempurnakan ikatan kita kakak".
"Dasar bodoh! siapa yang menyuruhmu melakukannya, apa kau tau akibat dari perbuatanmu ini!".
"Aku tak peduli apapun kakak, bagiku kau adalah segalanya".
"Dasar bocah bodoh" ucap Madit sambil memeluk Satria.
Melihat Madit yang sudah sadarkan diri membuat Satria sangat bahagia dan berjanji dalam hatinya tak akan lagi membuat Madit dalam bahaya..
"Baiklah tuan! tugasku sudah selesai, sekali lagi terima kasih dan sampai jumpa" ucap hewan suci.
__ADS_1
"Iya, Terima kasih juga sudah menolongku" ucap Satria.
Setelah hewan suci itu pergi, Madit yang melihat pengorbanan besar Satria pada dirinya akhirnya mencoba menceritakan asal usul Satria yang selama ini dia rahasiakan...