
***Hai readers sebelum baca jangan lupa rate dan like dulu y* 😊
Semoga kalian suka dengan episode kali ini**...
*Sudah hampir dua minggu kami berada disini, keadaan kak Madit dan Bening pun sudah semakin membaik, aku juga terus berlatih bersama Krinton untuk melatih kekompakan kami dalam bertarung karena dia dan aku sekarang sudah menjadi satu...
Aku sangat senang dengan keadaan kami sekarang, tapi di sisi lain sepertinya kak Rania tidak merasakan hal yang sama, semakin hari dia semakin sering melamun dan dia selalu menyendiri...
Aku tidak tau apa yang terjadi padanya, karena setiap kali aku bertanya dia selalu menjawab "aku baik-baik saja" itulah jawab yang selalu dia* katakan, tapi aku tau kalau dia tidak baik-baik saja...
Pukul 6 sore
Rania duduk bersandar di pagar menghadap ke arah danau yang luas...
"Kakak" teriak Satria sambil berlari ke arahnya
"Hei, ada apa" ucap Rania sambil bangkit dari duduknya
Wajah Satria terlihat sangat pucat dan Raniapun langsung merasa khawatir...
"Kenapa dengan wajahmu? Apa kau sakit? Bagian mana yang terasa sakit?" tanya Rania sambil memeriksa keadaan Satria
"Aku baik-baik saja kakak" jawab Satria
__ADS_1
"Jadi kenapa wajahmu terlihat sangat pucat?" tanya Rania kembali
"Aku tidak apa-apa kak" jawab Satria
Mendengar ucapan Satria membuat Rania mengingat sesuatu di masa lalu yang berkaitan dengan Ayahnya....
18 tahun yang lalu
raja Surya menggendong Rania dan mengajakknya melihat pemandangan dari balkon kamarnya...
"Indahkan Rania" ucap raja Surya sambil menggendong Rania yang masih berusia 2 tahun
"Iya indah, Ania mau terus berada disini" ucap Rania sambil melihat pemandangan sekitar kerajaan
Saat raja Surya sedang menjelaskan keadaan kerajaan, Rania memotong pembicaraannya dan berkata "Wajah Ayah pucat" ucap Rania sambil menyentuh wajah raja Surya
Ratu yang berada di situ langsung mendekati Rania...
"Ibu, Napa wajah ayah pucat? Ayah sakit y?" tanya Rania dengan nada sedih
"Ayah tidak sakit, itu semua karena Rania terlalu dekat dengan Ayah" jawab Ratu Patih sambil menarik Rania ke pangkuannya
"Kenaapa? Ania tidak buat salah ama Ayah" ucap Rania sambil duduk di pangkuan Ratu Patih
"Rania tidak salah, tapi Rania harus ingat kalau Rania itu berbeda dan tidak boleh terlalu dekat dengan manusia biasa" jelas Ratu Patih sambil mengusap kepala Rania
__ADS_1
"Ania bukan manusia bu?" tanya Rania kembali
"Bukan, tapi Rania adalah putri kesayangan Ayah" sahut Raja Surya sambil mengangkat Rania dari pangkuan Ratu Patih
"Ayah! Ayah tidak pa-pa? Jangan dekat Ania, nanti Ayah sakit" ucap Rani sambil memberontak mau turun dari gendongan raja Surya
"Ayah baik-baik saja kq, lagian Rania itu putri kesayangan Ayah dan Ayah akan lebih sakit kalau Rania jauh dari Ayah" ucap raja Surya sambil mencubit pipi kecil Rania
"Akh, Ayah" rengek manja Rania sambil memegangi pipinya
Setelah mengingat kejadian tersebut, akhirnya Raniapun sadar kalau dia selama ini sudah terlalu dekat dengan Satria...
"Benar, seharusnya aku sadar kalau Satria dan aku itu berbeda" ucap Rania dalam hati
"Kakak, ayo pulang" ucap Satria sambil menarik tangan Rania
"Jangan menyentuhku! pergilah! " bentak Rania sambil melepaskan tangannya dari genggaman Satria dan pergi meninggalkannya
"... " Satria terdiam mendengar ucapan Rania
"Aku tidak bisa menunggu lagi, aku harus segera menemuinya" ucap Rania dalam hati sambil berjalan ke arah gua
"Ada apa dengan kakak y" ucap Satria kebingungan dengan sikap Rania yang tiba-tiba berubah
Bersambung...
__ADS_1