
Hai readers sebelum baca yuk bantu author dengan cara like dan rate, bisa juga memberi vote lho, karena 10 poin kalian sangat berarti buat author, serta jangan lupa untuk meninggalkan komentar...
Xie Xie 😊
Di desa Anua
Sudah hampir dua hari kami meninggalkan hutan dan tinggal di desa ini...
Awalnya aku dan kak Madit berniat untuk tinggal lebih lama di hutan untuk lebih melatih kembali kekompakan kami dalam bertarung, tapi kak Rania mendesak untuk segera pergi dengan alasan tidak betah berada terlalu lama di hutan...
Aku tidak tau ada apa dengannya tapi sikapnya semakin hari semakin aneh, kadang dia begitu dekat denganku dan terkadang dia sangat jauh dariku...
Aku selalu merindukan dirinya yang dulu, saat kami pertama berjumpa, saat dia terus ingin berada di dekatku...
"Kak, kau mau kemana?" tanya Satria sambil menahan bahu Rania
"Aku ingin keluar sebentar" jawab Rania sambil menepis tangan Satria dari bahunya
"Aku harus mengikutinya" ucap Satria dalam hati sambil mengikuti Rania diam-diam dari belakang
Rania terus berjalan, sampai di sebuah gang sempit dia mulai melompati atap-atap rumah penduduk di sana dan dia berhenti di sebuah rumah...
Satria yang terus mengikutinya ikut berhenti di rumah itu dan bersembunyi di balik jendela rumah tersebut, tapi saat Satria sedang jongkok di balik jendela tiba-tiba seseorang melayang di sebelahnya...
__ADS_1
BRAK
"!!!" Satria yang terkejut hanya terdiam di sana
Tak lama setelah itu terdengar suara pertarungan yang cukup mencekam, suara adu pedang dan darah yang bermuncratan di dinding-dinding rumah itu terdengar dan terlihat langsung oleh Satria...
"Wanita sialan" ucap pria tua
SLUKH
Rania menancapkan pedangnya ke tangan pria tua itu...
"Akh!!!" teriak pria tua itu, sementara Rania mencengkram lehernya
"Cih, bukan dia tapi kau yang akan mati" ucap Rania sambil mencengkram leher pria tua itu dengan keras
"Hahaha, kaulah yang akan membunuhnya" ucap pria tua itu
"Apa maksudmu?" tanya Rania sambil mulai melonggarkan cengkramannya dari leher pria tua itu
"Iya, kau adalah putri terkutuk, bahkan raja Surya pun harus mengusirmu dari istana karena sejak kau lahir semua pelayan yang melayanimu mati" jawab pria tua itu
"Dari mana kau tau itu? Siapa kau sebenarnya?" tanya Rania kembali
__ADS_1
"Aku adalah kepala pelayan kerajaan 20 tahun yang lalu" jawab pria tua
"Cih, walaupun demikian tidak akan ku biarkan kau menyentuh adikku" ucap Rania
"Dia mungkin terbebas dariku tapi tidak dari kematian atas dirimu" ucap pria tua
"Cih, kau pikir bisa mempengaruhiku dengan kata-kata bodohmu itu" ucap Rania
"Mungkin yang aku katakan tidak mempengaruhimu, tapi bukankah yang aku katakan itu benar? semakin kau dekat dengan Satria cepat atau lambat dia juga akan mati dan sekarang kau juga sudah melihat perubahan darinya kan?" ucap pria tua itu sambil menanyakan beberapa pertanyaan
"Tidak, itu tidak benar, tidak akan ku biarkan adikku mati, aku akan selalu melindunginya" jawab Rania
"Hahahha, melindunginya? jelas-jelas dengan berada di dekatnya kau hanya akan mengantarnya ke kematian yang mengenaskan saja" ucap pria tua
"Berisik!!!" teriak Rania sambil mencabut pedang dari tangan pria tua itu dan menebas lehernya hingga putus
SLASH
"Tidak, aku bukan pembunuh, aku tidak akan membunuh adikku, huhuhu!!!" ucap Rania sambil menangis mengingat kembali semua pelayan yang mati karenanya
Satria yang memperhatikan dari jendela hanya terdiam dan ikut sedih melihat Rania yang menangis...
"Kakak!!!" ucap Satria sambil memegang daun jendela
Bersambung...
__ADS_1