Keturunan Raja

Keturunan Raja
Kematian Putra Mahkota


__ADS_3

Semua orang yang menyaksikan hal itu terkejut, nasib malang telah menyelimuti istana, calon Putri Mahkota membunuh Putra Mahkota...


Darah Eza bukan hanya menodai bunga lily tapi juga wajah Rania kini telah penuh akan darah Eza...



Rania yang sudah membulatkan tekatnya, tanpa merasa bersalah melemparkan tubuh Eza yang lemas ke lantai dan mulai berjalan mendekati singgasana Raja dan Ratu...


"Eza! Putraku!" teriak Raja Iga sambil menyuruh para pengawal menangkap Rania


Tapi sayangnya Raja Iga tidak tau bahwa pengawal yang ada di sampingnya semua adalah orang-orang Rania...


SWOSH


Para pengawal itu mengajukan pedang kehadapan Raja Iga...


"Ada apa ini? Aku tidak merencanakan ini sebelumnya" batin Ratu Islani


"Cih, calon Putri Mahkota berencana mengambil alih istana, sungguh sebuah kebaikan yang di balas dengan air tiba" batin Eddar


Melihat tubuh Pangeran Eza yang terbaring lemas membuat Zarta marah dan berubah menjadi hewan suci untuk membalas Rania. Sementara Iney berusaha untuk memberikan energinya kepada Eza...



WHOSH


"Korazur!" teriak Zarta sambil mengarahkan kekuatannya ke arah Rania

__ADS_1


DUAR


Kuatnya suara ledakan dari kekuatan Zarta membuat hampir setengah dari istana hancur. Melihat hal itu membuat para rakyat berlari ketakutan. Satria, Bening, Madit dan Krinton mencoba membantu para rakyat untuk menyelamatkan diri...


Sementara Raja Iga, Ratu Islani dan Pangeran Eddar yang telah tersekap mencoba untuk melawan balik, tapi sayangnya para pengikut mereka sudah berbelok dan mendukung Rania untuk memulai kudeta...


"Sirbi, cepat habisi mereka" ucap Pangeran Eddar


Saat Eddar melihat ke belakang, betapa terkejutnya dia melihat Runbi menghabisi Sirbi dengan tangannya sendiri...


"Kau! ucap Eddar


"Hehehe, sekarang giliranmu tuan" ucap Runbi


"Cih, kau masih budak ku, jadi jangan pernah berpikir bisa membunuhku" ucap Eddar


Eddar bersiap-siap untuk mengeluarkan kekuatan pamungkasnya yaitu Apartun, tapi sebelum dia melakukan hal itu Runi datang dengan cepat dan langsung menusuknya dengan pedang beracun lebih dulu...


Racun itu menyebar dengan cepat dan membuat Eddar langsung terkulai lemas...


"Hahaha, kau lihatkan tuan, siapa yang saat ini berkuasa" ucap Runbi


"Cih, ke.. kau..." rintih Eddar


Ratu Islani yang melihat keadaan putranya itu menjerit histeris...


"Eddar bangun anakku, huhuhu. Lakukan sesuatu Yang Mulia" ucap Ratu Islani sambil menangis menatap mayat Eddar

__ADS_1


Satih yang dulu sangat setia pada Raja Iga kini diam-diam telah memihak pada Rania, tak tau apa yang Rania berikan pada mereka semua tapi sepertinya mereka sangat patuh dengan perintah Rania...


"Satih, selamatkan putra Mahkota" ucap Raja Iga


Ratu Islani terkejut mendengar perkataan Raja Iga yang lebih memilih menyelamatkan Eza dari pada Eddar...


"Yang Mulia! Putramu bukan hanya dia, Eddar, dia juga putramu" ucap Ratu Islani dengan nada marah


"Yang Mulia ini" ucap Satih yang berpura-pura kebingungan


"Cepat lakukan saja yang aku katakan, putraku harus hidup" ucap Raja Iga


Satih langsung pergi ke arah Pangeran Eza dan Iney. Sementara Ratu Islani yang sangat marah kini tidak bisa menahan amarahnya lagi...


"Putraku sangat lemah di sana dan kau mengatakan untuk menyelamatkan Eza saja, Eddar juga putramu" batin Ratu Islani sambil merebut pedang dari para pengawal yang ada di sampingnya dan langsung menebas tubuh Raja Iga


SWOSH


"Hahaha, 10 tahun aku menahan semua penderitaan ini, akhirnya aku bisa melepaskannya juga" Ratu Islani tidak berhenti di situ, dia terus menusuk tubuh Raja Iga dengan pedangnya


Sementara itu Satih yang sudah sampai di dekat Iney dan Eza lansung melaksanakan tugasnya...


DUK


Satih memukul perut Iney dengan tenaga dalamnya. Iney merupakan dewi tingkat rendah, bahkan jika di bandingkan dengan Bening yang saat ini Iney berada jauh di bawahnya. Sedangkan Satih merupakan dewi tingkat tinggi yang kekuatannya hampir sama dengan sang dewi, sekali pukulan saja sudah bisa membuat Iney kehilangan seluruh kekuatannya dan bahkan bisa tewas saat itu juga...


"Pa.. Pangeran" rintih Iney sebelum tak sadarkan diri

__ADS_1


Satih lalu memukul kepala Eza dengan tenaga dalamnya dan membuat Eza tewas saat itu juga...


Zarta yang awalnya senang karena dia pikir telah berhasil menghabisi Rania, kini terkulai lemas akibat serangan dari Key...


__ADS_2