Keturunan Raja

Keturunan Raja
Sulitnya Mendapat Pengakuan


__ADS_3

Halo teman-teman semua selamat membaca dan semoga kalian suka y dengan episode kali ini


serta jangan lupa bantu Author y dengan cara rate, like, komen dan vote seikhlasnya...


Terima kasih sekali lagi dan happy reading


*Di pinggir sungai



Saat Rania sedang duduk di pinggir sungai, ternyata Satria juga sudah ada di belakangnya sambil mendengar semua keluh kesahnya...


"Ibu, bagaimana aku memenuhi janjiku padamu, aku bahkan tidak memiliki tempat sedikitpun di hatinya, sejak dia lahir aku bahkan belum pernah sekalipun memeluknya" ucap Rania sambil memandang arus sungai


"Sudah bertahun-tahun aku menunggu bertemu dengannya dan aku harus terpisah lagi darinya, adik yang tidak mau mengakui ku sebagai kakak kandungnya, sungguh malang" ucap Rania sambil duduk


"Hatiku rasanya hancur ibu, aku merindukanmu ibu, ayah kenapa kalian pergi tanpa membawaku juga, di sini tidak ada tempat untukku" ucap Rania


Satria tidak bisa melakukan apapun, dia masih bingung dengan semuanya dan dia hanya bisa melihat Rania dari balik pohon, tapi tiba-tiba Rania bangkit dan berjalan menuju sungai, melihat hal itu membuat Satria langsung menghentikannya...


"Apa kau gila? kau ingin mati?" ucap Satria dengan nada tinggi


"Iya, aku ingin mati, aku ingin menyusul ibu dan ayah, huhuhu..." ucap Rania sambil menangis


"*Biasanya dia selalu bersikap sombong, tapi kali ini dia terlihat sangat menyedihkan*" ucap Satria dalam hati


"Maaf, aku mengerti perasaanmu, tapi tetap saja sulit bagiku menerimanya" ucap Satria sambil menghapus air mata Rania


"Aku bisa jelaskan Satria sebenarnya aku ti...." ucap Rania sambil memegang tangan Satria

__ADS_1


"Tidak usah di jelaskan, semuanya sudah jelas bagiku" ucap Satria sambil melepaskan genggaman Rania


"Tapi aku.... " ucap Rania


"Sudahlah, aku akan belajar menghargaimu, tapi aku belum bisa sepenuhnya menerimamu" ucap Satria


"Iya, aku mengerti, tapi bisakah kau memanggilku dengan sebutan kakak" ucap Rania


"Sudahlah, ayo kembali kak Madit dan yang lainnya pasti khawatir" ucap Satria mengalihkan pembicaraan dan berjalan meninggalkan Rania


"Apakah sesulit itu untukmu menerimaku" ucap Rania dalam hati



"Tidak apa jika kau tidak mau memanggilku kakak, tapi biarkan aku memelukmu sebentar saja, hanya sebentar" ucap Rania sambil memeluk Satria dari belakang


Satria pun membiarkan Rania memeluknya, walaupun itu hanya sebentar tapi bagi Rania itu sudah cukup, setidaknya dia masih memiliki harapan untuk terus berjuang dan memenuhi janjinya...


"Kemana nona, kenapa dia belum kembali" ucap Runi sambil mondar-mandir


"Tuan kemana ya, kenapa belum kembali" ucap Bening sambil mondar-mandir


"Hei, kalian berdua, apa tidak lelah dari tadi mondar-mandir ke sana ke sini, mataku lelah melihat kalian berdua" ucap Kua


"Berisik" teriak Runi dan Bening bersamaan


"Apa, kalian meneriakiku?" tanya Kua


"Aku sedang khawatir dengan nona, jadi kau diam saja" jawab Runi

__ADS_1


"Oh astaga Runi, kita sudah bersama selama bertahun-tahun kenapa kau membentak ku begini" ucap Kua


".... " Runi mengabaikan Kua


"Wah, kau mengabaikanku, ayolah Runi, apa kau saja yang khawatir dengan nona, aku juga" ucap Kua


"Kau berisik sekali, diamlah" ucap Bening


"Hei, kau dewi kecil jangan ikut campur" ucap Kua


"Kalau aku ikut campur memangnya kenapa" ucap Bening sambil mendorong Kua


"Oh astaga, kau benar-benar aku ak.... " ucap Kua sambil mau memukul Bening


"CUKUP!!! Dari pada kalian terus bertengkar lebih baik kita pergi mencari mereka" ucap Madit


"Itu tidak di perlukan Kakak" ucap Satria sambil berjalan mendekati mereka


"Satria!! Tuan!!!" ucap Madit dan Bening bersamaan


"Kemana kau pergi? kenapa tidak memberitahu siapapun?" tanya Madit


"Aku hanya berjalan-jalan sebentar kakak' jawab Satria


"Lihatlah bajumu masih penuh darah, ayo masuk dan bersihkan dirimu dari darah-darah itu" ucap Madit sambil menarik Satria masuk


"Aku memang tidak bisa dibandingkan dengan Madit" ucap Rania dalam hati


"Nona, apa kau baik-baik saja? ayo ganti baju dan bersihkan dirimu dari noda-noda darah itu" ucap Runi sambil berjalan mendekati Rania

__ADS_1


"Nona, kau baik-baik saja kan? Kau dari mana? Nona, Nona!!" tanya Kua


Runi dan Kua terus mengajukan berbagai pertanyaan pada Rania, tapi Rania tidak menjawab apapun dan hanya diam saja...


__ADS_2