Keturunan Raja

Keturunan Raja
Coba Berteman


__ADS_3

Sejak Satria memutuskan untuk membantu para penduduk mengusir para pemburu jahat itu, kini mereka tinggal di desa itu untuk sementara waktu...


Satria yang kelelahan setelah berlatih sendirian, kini memasuki kamarnya dan berniat untuk membersihkan diri kemudian tidur, tapi tidak di sangka saat dia tengah masuk dia melihat seorang wanita berbaring di tempat tidurnya...


"Bening! Kenapa kau tidur di sini?" tanya Satria


"Tuan, Kita tidak boleh terpisah jadi aku akan pergi kemanpun kau pergi" jawab Bening sambil berbaring di atas kasur


Mendengar jawaban Bening membuat Satria terkejut, dia mendekatinya dan mencoba menggodanya...


"Berarti saat aku mandi kau ikut mandi juga kan?" tanya Satria sambil memainkan rambut Bening


Wajah Satria kini berada tepat di atas Bening, tatapan mereka bertemu, perlahan jantung Bening mulai berdegup kencang, dia mulai gugup dan langsung bangkit dan mendorong Satria menjauhinya...


"Tidak boleh!" teriak Bening


Melihat tingkah lucu Bening membuat Satria tidak bisa menahan tawanya dan terus menggodanya...


"Hehehe! Bukankah tadi kau bilang bahwa kau akan ikut kemanapun aku pergi, jadi sekarang aku ingin mandi, kita mandi bersama ya" ucap Satria menggoda Bening


"Itu... Akh! pokoknya tidak boleh" ucap Bening dengan gugup


Wajah Bening memerah dan detak jantungnya semakin kencang, dia tidak bisa menahannya dan akhinya memilih pergi meninggalkan Satria, tapi saat Bening hendak membuka pintu tak sengaja dia bertabrakan dengan Madit...


"Tetap tidak boleh" ucap Bening sambil membuka pintu


"Heheh, dia imut juga" batin Satria


BUKK


"Akh! maaf aku tidak seng..." ucap Bening

__ADS_1


"Gunakan matamu dengan benar" ucap Madit


"Cih!" ucap Bening sambil pergi


Madit tidak memperdulikan sikap Bening, dia langsung masuk ke kamar Satria...


Satria yang masih merasa lucu dengan tingkah Bening terus tertawa, tapi saat dia melihat ke arah pintu senyuman di wajahnya menghilang...


"Satria, kenapa kau belum tidur?" tanya Madit sambil berjalan mendekati Satria


Satria mengabaikan Madit, dia masih kesal dengan sikap Madit kemarin. Madit yang tau Satria masih kesal padanya berusaha untuk membujukknya...


"Berhentilah bersikap seperti bocah" ucap Madit


Satria tetap diam dia membelakangi Madit dan berniat untuk pergi meninggalkannya, tapi Madit menahannya, dia menarik tangan Satria dan memeluknya dari belakang...


"Baiklah! Baiklah! Kakak menyerah dan mengaku salah!" ucap Madit sambil memeluk erat tubuh kekar Satria


"Baiklah kalau begitu kakak akan berlutut di sini sepanjang malam sampai kau memaafkan Kakak!" ucap Madit sambil berlutut di lantai


Mendengar ucapan Madit membuat Satria tidak tega mengingat semua yang telah Madit lakukan untuknya selama ini...


"Berdirilah, aku sudah memaafkanmu" ucap Satria


"Benarkah? Kau memang adikku tersayang, kakak tau kau pasti tidak akan tega" ucap Madit sambil memeluk Satria


"Tapi ingat, kakak jangan pernah melakukan hal seperti itu lagi, terutama kepada orangtua yang baik" ucap Satria


"Iya, Kakak tidak akan melakukannya lagi, tapi kau juga jangan pernah mendiami kakak seperti ini lagi y, sangat menyakitkan!" ucap Madit sambil memeluk Satria dengan erat


"Baiklah" sahut Satria

__ADS_1


"Aku sangat menyayangimu" ucap Madit


"Iya aku juga, tapi sekarang lepaskan aku dulu, kau membuatku tidak bisa bernapas kak" ucap Satria yang tercekik akibat eratnya pelukan Madit


Madit langsung melepaskan pelukannya dari Satria, sementara itu Bening yang tadinya pergi kini kembali ke kamar Satria mengantarkan teh herbal untuknya...


"Tuan, ini teh mu" ucap Bening sambil meletakkan nampan berisi teko teh di meja


"Oh, Terima kasih Bening" ucap Satria sambil duduk di kursi


"Tuan, kenapa pria ini ada di sini?" tanya Bening


"Hei, sopanlah sedikit saat bicara, bagaimanapun aku lebih tua darimu" sahut Madit


"Dia adalah kakakku, tentu saja dia bebas untuk keluar masuk ke kamarku Bening" jawab Satria


Mendengar jawaban Satria membuat Bening kesal, dia dan Madit sejak awal memang tidak pernah akur dan itu semua juga karena Madit yang tidak pernah mengakui Bening...


"Tapi tuan aku.... " ucap Bening tapi di potong oleh Satria


"Aku tau kalian tidak bisa akur saat ini, tapi aku harap kedepannya kalian berdua bisa berteman" ucap Satria sambil mulai meminum tehnya


Bening terdiam sesaat, dia tidak tau apa yang harus dia jawab, dia tidak ingin menyakiti Satria, tapi di sisi lain dia sangat membenci sikap dingin Madit kepadanya...


"Untuk dirimu yang telah menerimaku apa adanya, akan kulakukan apapun" batin Bening


"Aku... Aku akan berusaha tuan" ucap Bening sambil tersenyum paksa


"Aku tau kau tidak akan mengecewakanku" ucap Satria


Walaupun Satria tau tidak akan mudah untuk membuat Madit dan Bening berteman tapi dia akan terus mencobanya, karena saat ini bagi Satria, Madit dan Bening adalah harapan hidupnya dan dia akan selalu melakukan apapun untuk mereka...

__ADS_1


__ADS_2