
Hai Readers apa kabar hari ini? semoga kita selalu di beri kesehatan dan keselamatan y...
Jangan lupa untuk memberikan like sebelum membaca...
Happy Reading ๐
โโโโโโโโโ โกโ โกโ โกโ โกโ โโโโโโโโ**
Di Kota Raki
"Tuan, lihatlah perayaannya sudah mulai, ayo cepat, kalau tidak kita tidak akan bisa melihat putri perdana menteri" ucap Bening sambil menarik tangan Satria
"Hey Bening, sebenarnya kau ini mau melihat perayaan atau melihat wanita lain?" tanya Krinton
"Tentu saja keduanya, tapi wanita itu lebih penting, hihi" jawab Bening sambil menyeringai
"Bening, jika kau menarik tanganku sekuat ini, sebelum sampai di sana tanganku bisa patah" ucap Satria
"Eh, maaf tuan, aku terlalu bersemangat" ucap Bening sambil melepaskan tangan Satria
Di tengah kota
"Lihat, itu putri perdana menteri" ucap penduduk 1
"Wah dia sangat cantik dan bahkan terlihat seperti seorang putri yang sesungguhnya" ucap penduduk 2
Semua penduduk bersorak melihat kedatangan putri perdana menteri...
"Sesak sekali, jika bukan untuk Satria aku tidak akan melakukan semua ini" batin Rania sambil terus berjalan
__ADS_1
Satria dan lainnya akhirnya sampai di tempat perayaan....
"Wah ramai sekali" ucap Krinton sambil melihat sekeliling
Bening yang sudah sangat penasaran dengan putri perdana menteri memutuskan lari menerobos kerumunan...
"Bening! Hey, tunggu" teriak Satria sambil mengejar Bening
"Aku akan tetap di sini, terlalu sesak, kau pergilah kejar mereka Madit" ucap Tobi
"Benar, kejarlah mereka, jangan sampai mereka membuat masalah" sahut Krinton
Madit pun pergi mengejar Satria dan Bening...
"Apa bagusnya sih putri perdana menteri itu" ucap Krinton
"Jika kau penasaran, kenapa tidak ikut bersama mereka saja" ucap Tobi
Saat mereka tengah mengobrol, seseorang melintasi mereka dengan cepat dan Tobi tiba-tiba merasakan sesuatu yang familiar...
"Ini, putri!!! " batin Tobi
"Hey, kau kenapa?" tanya Krinton
Tobi tidak mengubris ucapan Krinton dan malah pergi meninggalkannya...
"Hey, kau mau kemana?" teriak Krinton
Di waktu yang sama, Bening akhirnya sampai di hadapan putri perdana menteri, dia langsung menarik tangannya dan membuat wanita itu berbalik...
"Akh!!!" jerit wanita itu kesakitan
__ADS_1
"halo nona" ucap Bening sambil melepaskan tangannya
"Siapa kau? kenapa menarik tanganku dengan keras?" tanya wanita itu sambil memegangi pergelangan tangannya yang memerah
"Ah, maafkan aku nona, aku tidak bermaksud demikian" jelas Bening sambil menundukkan kepalanya
"Lancang, berani sekali kau melukai tangan seorang putri bangsawan seperti ini" ucap wanita itu
"Tolong maafkan dia nona" ucap Satria sambil menarik tangan Bening
"Kau, siapa pula?" tanya wanita itu
"Aku adal.... " jawab Satria tapi di potong oleh wanita itu
"Kurang ajar, kalian telah berani melecehkan seorang keluarga bangsawan, kalian harus di hukum" ucap wanita itu sambil memanggil pengawalnya
"Ku mohon nona, jangan hukum kedua adikku, mereka hanya penasaran dengan dirimu yang sangat menawan, jadi ku mohon pertimbangkanlah hal ini nona" sahut Madit sambil membungkukkan badannya
"Cih, baiklah, kali ini aku maafkan, tapi jika aku sampai melihat kalian bertiga lagi, aku pasti akan langsung memenggal kepala kalian" ucap wanita itu lalu pergi
"Kakak apa yang kau lakukan, wanita itu menghina kita" ucap Satria
"Jika dia marah itu wajar, kau tau sendirikan kekuatan Bening saat dia menarik tanganmu ke sini, dia hanyalah wanita biasa, bayangkan betapa sakitnya tangannya, serta kita ini adalah rakyat jelata, tidak sepantasnya kita menyentuh keluarga bangsawan" jelas Madit
"Maafkan aku Kak, tuan, aku bersalah" ucap Bening sambil menundukkan pandangannya ke bawah
"Sudahlah lupakan saja, ayo sekarang kita nikmati perayaan ini" ucap Madit
Di tengah hutan, Tobi yang terus mengejar orang misterius itu akhirnya mengeluarkan kekuatannya dan menjatuh orang tersebut...
BRUK
Orang tersebutpun terjatuh dan pingsan, Tobi memanfaatkan kesempatan ini dan membuka topeng yang ia kenakan...
__ADS_1
"Dia!!! " batin Tobi