
Swosh
"Kartakua!!! Bagaimana bisa!" ucap Madit sambil terduduk di tanah
"Hai! Saudaraku!" ucap Kua sambil berubah wujud menjadi manusia
"Kenapa kau di sini?" tanya Madit sambil berdiri
"Heheh! Tentu saja untuk mengunjungimu!" jawab Kua
"Katakan apa tujuanmu!" ucap Madit
*Di tengah taman
"Kakak! Kau sudah kembali, lihatlah kami telah memetik bunga yang indah untukmu" ucap Satria sambil menyodorkan seikat bunga
"Itu, ada yang ingin kakak sampaikan" ucap Madit sambil menampis tangan Satria
Wosh...
"Musuh! Lindungi tuan!" ucap Bening sambil mencoba menyerang
"Tunggu Bening! Mereka bukan musuh tapi teman!" ucap Madit sambil menghentikan langkah Bening
"Apa? Sejak kapan kakak memiliki teman?" tanya Satria
"Sudah lama, tapi aku belum pernah mengenalkannya padamu" ucap Madit
"Baiklah, bukankah kau seharusnya memperkenalkan kami padanya" ucap Rania
"Nona, sabarlah sebentar Madit juga harus menjelaskan terlebih dahulu kepada adiknya" ucap Kua
"Tunggu, ada yang aneh di sini, kenapa kau memanggil wanita ini dengan sebutan nona? Bukankah kau adalah pemimpin mereka?" tanya Satria
"Tuan, itu karena dia sejenis dengan kakakmu dan wanita itu adalah majikan mereka" jawab Bening
"Benar sekali, aku adalah Kua seorang hewan suci yang berwujud Kartakua" sahut Kua
"Jadi kau adalah pemimpinnya? Wah hebat sekali!" ucap Satria terpukau
"Tentu saja kakakmu ini memang sangat hebat" ucap Rania
"Kakak? Kau bukan kakakku, kakakku Madit jauh lebih hebat darimu, benarkan kak? tanya Satria sambil menepuk bahu Madit
__ADS_1
"Ah! Tentu itu benar!" jawab Madi
"Aneh, kenapa wanita ini sangat mirip dengan tuan, mulai dari warna rambut dan mata mereka sangat mirip, tapi bukankah tuan tidak punya saudara jadi siapa sebenarnya wanita ini" ucap Bening dalam hati
Swosh
"Nona! Saya sudah memeriksa sekeliling dan tidak menemukan jejak mereka" ucap Runi
"Kak Runi! Ini benar kau!" ucap Bening terkejut
"Eh! Bening! Kau di sini, jadi pria ini tuanmu?" tanya Runi sambil mendekati Bening
"Iya kakak dia adalah tuan yang sangat baik" jawab Bening
"Baguslah, aku senang kau bisa menemukan tuan yang baik" ucap Runi sambil memegang tangan Bening
"Iya kakak!" ucap Bening sambil menepuk lembut tangan Runi
"Wah ternyata kalian saling kenal ya? tanya Kua
"iya dia adalah adik kesayanganku di langit dulu" jawab Runi
"Baiklah, apa bisakah kita sekarang ke rumah kalian, aku sangat lelah dan lapar" ucap Rania
"Iya" ucap mereka bersamaan
Akhirnya mereka semua pun kembali ke desa untuk beristirahat tapi di tengah perjalanan Rania membisikkan sesuatu ke Madit yang membuatnya kesal...
"Hei! Ingatlah akan perjanjian kita, aku tidak suka terlalu lama menunggu!" bisik Rania
"Jika kau tidak mau menunggu, maka jangan membuat kesepakatan" sahut Madit
"Baiklah! Apa kau mau dia mengetahui semuanya dan menyalahkanmu akan itu?" tanya Rania dengan suara pelan
"Kau!!!" ucap Madit dengan nada tinggi
"Kakak! Ada apa?" tanya Satria
"Tidak ada Satria aku hanya bercanda saja dengan kakakmu, benarkan Madit?" jawab Rania sambil menepuk bahu Madit
"Ah! Benar kami hanya bercanda saja" sahut Madit
"Prilaku mereka berdua semakin mencurigakan, aku harus mencari tahu apa sebenarnya yang di sembunyikan Kak Madit" ucap Bening dalam hati
__ADS_1
*Di rumah
Bening terus memikirkan hubungan antara Madit dan Rania hingga dia tidak fokus saat memasak dan membuatnya terluka...
Tar
"Akh!!!" teriak Bening kesakitan
"Bening! Kenapa kau ceroboh sekali!" ucap Satria sambil menarik tangan Bening
"Maaf tuan, aku tidak sengaja" ucap Bening dengan nada sedih
"Hufh! Sudahlah! Berhati-hatilah lain kali" ucap Satria
"Iya tuan" ucap Bening
"Menarik, sepertinya dewi kecil ini sudah membuatnya jatuh hati" ucap Rania dalam hati
"Gawat, nona pasti tidak akan membiarkannya" ucap Runi dalam hati
"Sudahlah hanya luka kecil saja tidak perlu di besar-besarkan" ucap Rania
"Apa maksudmu?" tanya Satria
"Dia hanyalah seorang pelayan tak pantas baginya mendapatkan perhatian darimu" jawab Rania
"Pelayan? Dia bukan seorang pelayan tapi dia adalah temanku dan kau bahkan tak pantas jika di bandingkan dengannya" ucap Satria dengan nada tinggi
"Cih! Aku adalah seorang manusia pilihan, jika tidak ada manusia sepertiku seorang dewi sepertinya tidak akan ada gunanya" ucap Rania sambil tersenyum sinis
"Hufh! Kau begitu bangga dengan dirimu sendiri! Apa kau tidak tau jika tidak ada seorang dewi di sisimu kau juga tidak akan sehebat ini" ucap Satria
"Kau!!!" teriak Rania sambil mengeluarkan tenaga dalamnya
"Nona! Tenanglah!" bisik Runi sambil memegang tangan Rania
"Aish! Aku hanya ingin mengetesnya, tapi malah aku yang terbawa emosi sendiri" ucap Rania dengan suara pelan
"Heheh! Pangeran sudah dewasa saat ini nona" bisik Runi
"Sudah cukup hentikan! sebaiknya kalian kembalilah ke kamar kalian dulu" ucap Madit
__ADS_1
Rania, Runi dan Kua pun pergi ke kamar meninggalkan Madit, Satria dan Bening...