Keturunan Raja

Keturunan Raja
Janji 2


__ADS_3

*Di desa Ranum


"Kenapa mereka belum kembali kak?" ucap Bening


"Heheh, kau khawatir Bening?" ucap Madit


"Tentu saja aku khawatir aku kan... emh akh sudahlah kakak tidak mengerti" ucap Bening sambil berjalan keluar


"Heheh, dasar Bening, tapi memang kenapa mereka belum kembali, ini sudah sore, apa lebih baik aku menyusul mereka y" ucap Madit sambil melihat keluar jendela


*Di tengah hutan


"Kakak!" ucap Satria sambil memegang tangan Rania


"Iya, Satria, kenapa" ucap Rania


"Ayah itu seperti apa kak?" tanya Satria


"Hemz, ayah dia adalah seorang kesatria sejati, dia tidak akan pernah menyerah dengan musuh dan dia juga tidak pernah mengorbankan rakyatnya" jawab Rania


"Ayah, raja yang sangat baik y kak" ucap Satria


"Dia bukan hanya raja yang baik tapi juga seorang ayah yang baik" ucap Rania sambil melihat ke arah langit


"Kalau ibu bagaimana kak?" tanya Satria lagi


"Ibu dia adalah wanita yang cantik dan sangat baik, dia selalu lemah lembut dan yang paling penting dia adalah ratu yang begitu menyayangi rakyatnya, dia tidak pernah membiarkan rakyat kerajaan kita hidup dalam kemiskinan" jawab Rania


"Jadi ibu wanita yang lembut y kak, tapi kenapa kau tidak memiliki sifat lembut ibu, apa jangan-jangan kau bukan putri ibu y" ucap Satria menggoda Rania sambil berlari


"Apa kau bilang, Satria berhenti, sini kau adik kurang ajar" ucap Rania sambil lari mengejar Satria

__ADS_1


"Wek! lihat kan kakak memang tidak mirip ibu" ejek Satria sambil berlari


"Satria" teriak Rania


"heheh, senang rasanya melihat mereka bahagia begitu, y kan Kua" ucap Tobi


"Aku harap nona tidak akan menepati janjinya" ucap Kua dalam hati


Satria dan Rania terus kejar-kejaran sampai di depan rumah mereka...


"Ah.. kak.. kakak, tolong aku, kak Rania dia... dia" ucap Satria yang ngosngosan


"Satria ada apa? kenapa dengan Rania?" tanya Madit yang khawatir


"Satria kemari kau" teriak Rania sambil berlari ke arah mereka


"Kak Madit tolong aku, kak Rania mau menangkap ku" ucap Satria sambil bersembunyi di balik Madit


"Bercanda apanya, dia mengejekku, harus di beri pelajaran" ucap Rania


"Kakak, maafkan aku" ucap Satria dengan wajah memelas


"Hemz, baiklah kali ini aku maafkan" ucap Rania


"Makasih kak, tapi ngomong-ngomong kakak memang tidak mirip ibu, wek" ucap Satria sambil lari ke kamarnya


"Satria, dasar bocah" ucap Rania sambil mau mengejar Satria


"Sudahlah, berhenti mengejarnya" ucap Madit sambil menarik tangan Rania


"Hemz, aku juga hanya bercanda padanya" ucap Rania

__ADS_1


"Kalian sudah baikkan y" ucap Madit


"Begitulah, tapi aku tidak tau apapun tentang dia" ucap Rania


"Kenapa kau bilang begitu, menurutku kaulah yang lebih tau apa yang dia butuhkan dari padaku" ucap Madit


"Hemz, aku harap juga begitu, tapi yang pasti aku hanya ingin dia selalu baik-baik saja" ucap Rania


*Di dalam kamar Rania


"Runi, Putri dan Pangeran sudah baikkan" ucap Kua dengan nada sedih


"Itu bagus, tapi kenapa kau bersedih begitu" ucap Runi


"Apa kau lupa tentang janji putri kepada ratu?" tanya Kua


"Aku!" ucap Runi tidak bisa berkata-kata


"Kau bahkan tidak bisa menjawabnya" ucap Kua


"Kita hanya bisa mengikuti perintahnya" ucap Runi


"Runi kau taukan, itu sama saja dengan putri... " ucap Kua dengan nada tinggi


"Cukup Kua, kita hanya bisa mendukung dan mendampinginya sampai akhir" ucap Runi sambil keluar dari kamar


Bersambung....



Jangan lupa dukung kami y teman-teman..

__ADS_1


Xie Xie


__ADS_2