
Satria terus berjalan menuju ke ruangan para penari, dia terus memikirkan tentang Rania...
"Satria" ucap Madit memanggil Satria tapi tidak di dengar oleh Satria, dia terus saja berjalan
Melihat tingkah aneh Satria membuat Madit lantas menarik bahunya ke belakangan...
"Eh, kakak!" ucap Satria terkejut melihat kehadiran Madit
"Apa yang kau pikirkan?" tanya Madit
"Tidak kak, aku hanya, hanya sedang memikirkan cara membunuh Raja Iga saja" jawab Satria sambil memegang telinganya
Satria bukanlah pria yang pandai berbohong, terutama terhadap kerabat dekatnya dan jika dia harus berbohong dia pasti akan memegangi telinganya terus menerus. Itu sebabnya Madit langsung tau bahwa Satria menyembunyikan sesuatu darinya...
"Baiklah kak, aku ke kamar dulu ya, capek mau istirahat dulu" ucap Satria sambil mulai berjalan
Saat Satria mulai beranjak meninggalkan Madit, seseorang menghalangi langkahnya...
"Tuan, kau pernah bilang kalau kita ini adalah keluarga dan keluarga harus menghadapi semuanya bersama, tapi apa yang kau lakukan saat ini tuan?" ucap Bening
"Ak.. Aku!" Satria terkejut melihat kehadiran Bening
__ADS_1
"Pangeran, mungkin kita baru beberapa bulan ini saling mengenal, tapi apa gunanya diriku jika kau sebagai majikanku menghadapi masalahmu sendiri" sahut Krinton
"Aku!" Satria tidak bisa berkata apapun lagi, mereka bertiga terus menyerangnya
"Jika kau tidak percaya pada kami ya sudah, ayo biarkan dia" ucap Madit sambil menarik Bening dan Krinton pergi
Satria yang melihat amarah kakaknya itu akhinya mengatakan semuanya...
"Aku melihat Rania" ucap Satria
Madit, Bening dan Krinton langsung menghentikan langkah mereka saat mendengar ucapan Satria, sungguh sesuatu yang tak pernah terpikir oleh mereka sebelumnya, orang yang sudah mati bisa hidup kembali..
"Aku juga tidak percaya sebelumnya, tapi saat aku melihat Runi, Kua dan Tobi aku yakin itu adalah kakakku" jawab Satria
"Ledakan itu sangat dahyat bahkan aku yang memiliki perisai pelindungpun sulit untuk bertahan tapi dia" ucap Bening
"Dia manusia setengah dewi, tubuhnya sangat istimewa, itu sangat wajar" sahut Madit
"Bagaimana dengan Tuan? Bukankah dia juga anak seorang dewi, tapi kenapa dia bahkan tidak sekuat Rania?" tanya Bening
"Rania dan Satria berbeda, saat Satria lahir dia di restui oleh langit, tapi Rania, dia... " jawab Madit tapi dia tidak bisa meneruskan ucapannya
__ADS_1
"Dia kenapa Kak? Katakan padaku?" tanya Satria
"Rania bukanlah anak yang di terima oleh langit ataupun bumi, saat dia lahir bahkan Ibumu Ratu Patih harus mengorbankan separuh jiwanya untuk Rania" jawab Madit
"Apa maksudmu kak?" tanya Satria
"Para cendikiawan dulu telah merawalkan bahwa anak pertama Raja Surya adalah sebuah kutukan, tapi Raja dan Ratu tidak peduli mereka tetap mempertahankan Rania, karena bagi mereka Rania adalah buah cinta mereka, itu sebabnya saat Rania lahir banyak anak yang lahir bersamaan dengannya akan mati atau jika hidup mereka akan terkena penyakit aneh yang membuat rambut mereka memutih dan tubuh mereka lemah seumur hidup, dan kutukan itu juga sebab tidak ada orang yang berani mendekatinya" jelas Satria
"Jadi kak Rania dia... " ucap Satria yang terkejut mendengar cerita Madit
"Iya kau benar Satria, dia sangat-sangat menderita selama ini, tapi dia tetap bertahan" ucap Madit
"Kenapa tidak boleh dekat dengan Rania?" tanya Bening
"Karena tubuh Rania menyerap energi orang di sekitarnya, dan itu membuat orang tersebut menjadi lemah dan bisa mati" jawab Madit
"Runi dan Kua sudah bersamanya sejak kecil, tapi mengapa mereka baik-baik saja?" tanya Krinton
"Hanya manusia biasa yang dapat terpengaruh, tidak untuk seorang dewi ataupun hewan suci seperti kita" jawab Madit
Mendengar semua penjelasan Madit membuat Satria akhirnya mengerti betapa menderitanya Rania selama ini dan membuat Satria ingin bertemu dengan Rania...
__ADS_1