Keturunan Raja

Keturunan Raja
Putri Perdana Menteri


__ADS_3

Sebelum baca jangan lupa untuk like dan rate y teman-teman...


**Happy Reading Readers ๐Ÿ˜Š


โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ– โ–กโ– โ–กโ– โ–กโ– โ–กโ– โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹**


1 Bulan kemudian


"Kemampuan memanahmu sudah level 8, pangeran" ucap Tobi


TAP TAP TAP



"Hanya satu bulan dan perkembanganmu sangat pesat pangeran, bukan hanya level beladirimu yang meningkat, tapi sekarang kau juga sudah menguasai teknik benang besi" ucap Krinton


"Sejak kepergian kak Rania tuan terus berlatih dan berlatih, dia ingin sekali menghabisi orang yang mengalahkannya dan membunuh kak Rania" batin Bening


"Masih belum, dia masih harus meningkatkan teknik benang sucinya menjadi perak baru bisa mengalahkan musuhnya" sahut Madit sambil berjalan mendekati mereka


"Tapi Madit ini juga sudah lumayan bagus di bandingkan kemampuan pangeran sebelumnya" ucap Krinton


"Aku setuju dengan apa yang di katakan kak Madit, kemampuanku memang belum seberapa, bahkan jika kak Rania ada di sini, dia pasti akan mengatakan hal sama" ucap Satria sambil turun dari kudanya


Kemampuan Satria kini memang sudah banyak peningkatan, tapi untuk mengalahkan musuhnya yang memiliki hewan suci uragus serta api birungu bukanlah lawan yang biasa, kekuatannya setara dengan kesatria level 9, sementara Satria masih di kategorikan sebagai kesatria level 7...


"Tuan, aku dengar akan ada perayaan kembang api di sini dan katanya putri dari perdana menteri juga akan hadir" ucap Bening

__ADS_1


"Memangnya kenapa kalau putri perdana menteri akan datang Bening?" tanya Satria


"Katanya dia sangat cantik dan lemah lembut, jadi aku ingin melihatnya" jawab Bening


"Ya ampun Bening, kau juga seorang wanita, kenapa kau ingin sekali melihat wanita lain?" tanya Krinton sambil melipat kedua tangannya di perut


"Selama satu bulan ini aku terus mendengar orang-orang membicarakannya, jadi aku ingin melihatnya secara langsung, boleh y tuan, ku mohon" ucap Bening sambil menarik-narik baju Satria


"Aish, baiklah, baiklah, nanti malam kita akan pergi" ucap Satria sambil menarik bajunya


Di sisi lain kota Raki


"Nona, baju anda sudah siap" ucap pelayan


"Kalian keluarlah" ucap putri perdana menteri


**5 menit kemudian


*TOK TOK TOK***


"Siapa?"


"Ini aku"


"Masuklah" ucapnya sambil mengikat pita bajunya


"Wah, kau sangat cantik, sayangku" ucap pria itu sambil membelai lembut rambut putri

__ADS_1


"Apa aku harus melakukan hal ini?" tanyanya sambil menampis tangan pria itu


"Apa kau ingin aku ketahuan dan di hukum mati oleh ayah? serta apa kau ingin dia juga mati?" tanya pria itu kembali


"Tentu saja tidak" jawabnya


"Kalau begitu keluarlah dan lakukan tugasmu dengan baik, ok" ucap pria itu sambil tersenyum


"Bagaimana dengannya? Apa dia sudah..?" ucap putri tapi di potong oleh pria itu


"Tenanglah, aku kan sudah pernah bilang, aku akan melakukan yang terbaik dan kau hanya perlu mengikuti apa yang aku katakan" ucap pria itu sambil memegang tangan wanita itu


"Baiklah, aku percaya padamu"


"Ayo sekarang kita keluar dan buat mereka semua terpukau oleh dirimu" ucap pria itu


"Terima kasih untuk semuanya"


"Hehehe, apakah seperti ini caramu berterima kasih" bisik pria itu


Deg Deg Deg


"Apaan sih, dasar nakal" ucap wanita itu sambil memukul pelan bahu pria itu


"Selama kau bahagia, maka aku juga akan bahagia, sayangku" batin pria itu


Bagaimana cerita kali ini, semoga kalian suka y

__ADS_1



__ADS_2