Keturunan Raja

Keturunan Raja
Pembalasan Dendam


__ADS_3

Di Rumah Perdana Menteri


Tampak seorang pria dengan baju biru tua dan pedang di tangannya sedang berlari di lorong, tak tau apa yang membuatnya terburu-buru seperti itu, tapi yang jelas itu pasti sesuatu yang penting...


Kua menerobos kamar Rania dan masuk ke dalam, dia bahkan langsung mengunci pintu itu. Rania, Runi dan Tobi terkejut melihat tingkah Kua...


"Hufh" ia menarik napas panjang setelah berlari


"Hei, apa kau sudah tidak punya sopan santun lagi saat ini?" ucap Rania


"Hah.., putri.., itu.., aku.., hah... " ucap Kua terbatah-batah


"Setidaknya bernapaslah dulu sebelum bicara" sahut Tobi


"Duduklah dan minum ini dulu" ucap Runi sambil menyodorkan air kosong kepada Kua


"Terimakasih Runi" Kua langsung mengambil air itu dan meminumnya, tampaknya dia benar-benar sangat kelelahan


Runi dan Tobi hanya duduk di samping Kua dan memperhatikannya menghabiskan airnya, sementara Rania dia mulai menanyakan sesuatu...


"Apa kau menemukan sesuatu yang penting?" tanya Rania


"Itu Putri.... " Kua mulai membisikkkan sesuatu kepada Rania


Wajah Rania langsung berubah setelah dia mendengar perkataan Kua. Dia seperti orang yang terkejut dan tak bisa berkata apapun...


"Apa kau yakin?" tanya Rania yang merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar

__ADS_1


"Iya putri" jawab Kua


"Hah, betapa bodohnya aku selama ini" ucap Rania sambil bangkit dari tempat duduknya


"Putri ada apa?" tanya Runi yang khawatir


"Aku sangat menyedihkan Runi" ucap Rania sambil memeluk Runi


Rania menyandarkan wajahnya di bahu Runi, sedikit demi sedikit air mata Rania mulai membasahi bahu Runi. Kua menjelaskan semuanya kepada Runi dan Tobi. Setelah mendengarnya mereka hanya terdiam, sementara Runi, dia berusaha untuk menenangkan Rania...


Di Kediaman Permaisuri


PRANG


Sejak kejadian yang menimpa Pangeran Eddar, Ratu Islani selalu marah dan membanting semua benda yang ada di hadapannya. Dia tampak sangat tidak terima atas kegagalan dari pangeran Eddar...


"Yang mulia, anda bisa terluka jika terus begini" ucap Kepala Pelayan


"Tapi Yang mulia Ratu, hamba... " ucap Kepala Pelayan Jingga tapi di potong oleh Ratu Islani


"Keluar!" teriak Ratu Islani


"Yang Mulia.. "


"Jangan buat aku mengulangi perkataanku Jingga" ucap Ratu Islani


Semua pelayan itu pun keluar dari kamar Ratu Islani, mereka hanya bisa menunggu di depan pintu dengan perasaan cemas akan Ratu Islani...

__ADS_1


SWOSH



Tiba-tiba seseorang muncul di hadapan Ratu Islani, pria berjubah hitam dengan tampilan yang sangat misterius itu menghadap di hadapannya...


"Akhirnya kau sudah sampai" ucap Ratu Islani


"Salam Yang mulia" ucap pria itu memberi salam


"Aku ingin kau menghabisinya saat upacara penyambutan Putri Mahkota" ucap Ratu Islani


"Perintahmu adalah kewajiban untukku Yang Mulia" ucap Pria itu


Pria misterius itu lantas pergi meninggalkan Ratu Islani...


"Hehehe, sudah saatnya untuk pembalasan dendamku" ucap Ratu Islani sambil tersenyum


Kepala Pelayan Jingga yang tidak mendengar suara kegaduhan lagi merasa khawatir dan memutuskan untuk menerobos masuk...


KREEK


"Yang Mulia, anda baik-baik saja?" ucap Kepala pelayan


"Jingga!" ucap Ratu Islani


"Maafkan hamba Yang Mulia, karena tidak mendengar suara dari dalam sini lagi membuat hamba tidak berpikir panjang dan menerobos masuk" jelas Kepala pelayan

__ADS_1


"Hehehe, tidak masalah Jingga, karena saat ini semuanya akan segera berakhir, semua penantianku selama ini" ucap Ratu Islani


"Penantian? Apa jangan-jangan.... "batin Kepala pelayan


__ADS_2