Keturunan Raja

Keturunan Raja
Awal Perjalanan


__ADS_3

Kalahnya pemimpin kesatria jahat dan hewan sucinya membuat para prajurit yang menyerang ketakutan dan berhenti menyerang penduduk desa, tapi sungguh di sayangkan raja negri barat dan hewan sucinya juga gugur saat itu dan mengakibatkan seluruh penduduk desa yang masih selamat kebingungan karena tidak adanya pemimpin...


Di sisi lain Madit yang belum begitu pulih masih bingung bagaimana cara menceritakan kebenarannya pada Satria..


"Bagaimana sekarang, kita semua sudah tidak punya rumah lagi!" ucap penduduk


"Benar! kasihan putraku yang masih kecil ini" ucap penduduk lain


"Tenanglah Paman! selama kita masih bersama kita pasti akan baik-baik saja" ucap Satria


"Benar! lagi pula sekarang kita masih punya Madit dan Satria yang akan melindungi kita" ucap penduduk


"Maaf semuanya, aku dan adikku tidak bisa melindungi kalian semua" ucap Madit


"Kenapa Madit?" tanya penduduk


"Karena Satria harus mengambil kembali haknya atas tahta kerajaan dan ini akan menjadi pertarungan yang penuh bahaya bahkan akan mengorbankan nyawa jadi aku tidak ingin membuat kalian semua dalam bahaya" ucap Madit


"Apa! Tahta! Satria!" ucap para penduduk


"Kakak aku tahta, maksudnya apa?" tanya Satria

__ADS_1


"Benar! kau seorang pangeran dan kau berhak merebut kembali hak mu dan membalas atas kematian ibu dan ayahmu" ucap Madit


"Jadi ayahku seorang raja! raja kerajaan mana dan kenapa aku berada disini apa yang terjadi pada mereka?" tanya Satria


"Kisah ini bermula 16 tahun yang lalu saat ibumu ratu Patih melahirkan, saat itu panglima Iga memberontak dan membuat ayahmu raja Surya dan ayahku tersudutkan. Mengetahui keadaan ayahmu yang tersudutkan membuat ibumu berinisiatif untuk membantunya serta menyuruh ibuku dan aku untuk membawamu melarikan diri, tapi di tengah perjalanan para prajurit berhasil mengepung kita dan saat itulah ibuku mengorbankan dirinya agar kita berdua bisa melarikan diri sampai kesini" cerita Madit


Mendengar cerita Madit membuat Satria merasa sedih dan marah karena demi melindungi dirinya agar tetap hidup Madit sudah berkorban begitu banyak untuknya...


"Kakak! maafkan aku!" ucap Satria sambil menangis


"Eh, ini bukan salahmu, bagiku kau seperti adikku sendiri jadi aku akan melakukan apapun untuk melindungimu" ucap Madit sambil memeluk Satria


"Dasar cengeng! bagaimana kau akan merebut hak mu jika kau menangis terus" ucap Madit sambil mengelus kepala Satria


"Benar yang kakak bilang, aku Satria mulai sekarang berjanji bahwa aku akan merebut kembali apa yang menjadi hak ku dan menghancurkan orang-orang yang telah membuat kakakku menderita selama ini" ucap Satria dengan tegas


"Ternyata kau adalah calon raja, sungguh tidak terduga, tapi Madit apa kau tahu bahwa kerajaan selatan itu di pimpin oleh raja Iga yang terkenal sangat kejam" ucap penduduk


"Ia benar dan dia jugalah yang telah membuat adikku menderita selama ini" ucap Madit


"Kakak! benar paman sekejam dan sekuat apapun dirinya aku pasti akan mengalahkannya" ucap Satria

__ADS_1


"Benar, tapi kau belum siap saat ini" ucap Madit


"Kenapa kakak, aku kan sudah punya kekuatan petir" ucap Satria bangga


Tok


"Bodoh! kau bahkan belum bisa mengendalikannya dengan sempurna" ucap Madit sambil memukul kepala Satria


"Aduh kakak!"


"Para penduduk desa semuanya pergilah ke negri timur, disana di pimpin oleh raja Erik yang baik hati dia pasti akan menerima kalian dengan senang hati dan kalian bisa memulai kehidupan kalian yang baru disana" ucap Madit


"Tapi bagaimana dengan kalian?" tanya penduduk


"Kami harus merebut apa yang menjadi hak Satria dan saat itu sudah terwujud kami akan mengabari kalian semua dan tinggal bersama" jawab Madit


"Tenanglah nak Madit, kami selalu mendukung kalian dan ingatlah untuk saling menjaga" ucap penduduk


"Ia paman" ucap Madit dan Satria bersamaan


Seluruh penduduk pun memulai perjalanan mereka ke negri timur sementara itu Madit dan Satria pun memulai perjalan ke negri selatan untuk merebut kembali tahta kerajaan..

__ADS_1


__ADS_2