
Di istana Artar
Semua orang berlari ke sana kemari, mereka tengah sibuk mempersiapkan penyambutan putra mahkota dan calon istrinya...
"Ayo cepat, kita harus mempersiapkan semuanya secepat mungkin" ucap Kepala Kasim
Bukan hanya pelayan istana saja bahkan para koki pun tengah sibuk membuat aneka ragam makanan untuk perayaan...
"Cepat, siapkan makanan kesukaan baginda dan juga putra mahkota" ucap Kepala koki
Di saat yang sama di depan gerbang, Satria dan yang lain ternyata sudah sampai di Kerajaan Selatan, tapi karena ketatnya penjagaan gerbang membuat mereka tidak bisa masuk...
"Gawat, sepertinya kita tidak bisa masuk dengan mudah" ucap Bening
"Bagaimana menurutmu Satria?" tanya Madit
Satria terdiam sebentar, dia terus memperhatikan daerah sekitar gerbang dan benar saja dia mendapatkan ide yang bagus...
"Kakak lihatlah di sana" ucap Satria sambil menjunjung ke arah kanan Madit
Madit langsung menoleh ke arah kanan dan dia melihat sekelompok penari di sana. Saat melihat mereka Madit pun mengerti maksud dari Satria dan menyetujui rencananya...
"Aku rasa ini bisa di coba" ucap Madit sambil menepuk pelan pundak Satria
"Adikku ternyata sudah dewasa saat ini, dia bahkan bisa berkipir jauh lebih cepat di bandingkan diriku" batin Madit
__ADS_1
Satria pun mulai berjalan ke arah kereta para penari itu untuk melaksanakan rencananya...
"Kak, tuan mau kemana?" tanya Bening
"Tunggu dia kembali, dia akan menjelaskannya pada kalian" jawab Madit
Bening dan Krinton yang masih bingung dengan rencana Satria hanya bisa mengikutinya saja...
Satria pun langsung masuk menyelinap ke kereta para penari itu, dia mulai memukul pundak belakang para penari satu persatu...
BRUK
Satu persatu para penari itu pun pingsan di buat Satria...
"Maafkan aku" ucap Satria sambil mengikat para penari yang pingsan itu
TAP TAP TAP
Terdengar suara hentakan kuda mendekati mereka. Satria turun dari kereta kuda tersebut dia mulai menjelaskan rencananya pada Bening dan Krinton...
Setelah mendengar penjelasan Satria, Bening dan Krinton pun mulai memainkan peran mereka...
"Bening, pakailah ini kau akan terlihat seperti seorang penari" ucap Satria sambil memberikan satu set pakaian penari kepada Bening
Bening dengan cepat menerima pakaian itu dan langsung berganti, saat selesai Bening pun mulai menunjukkannya kepada Satria dan lainnya...
__ADS_1
Gaun sutra tipis berwarna kuning itu menyelimuti tubuh mungil Bening, gemerlap aksesoris di kepala dan tangan Bening menambah kesan kecantikannya...
Melihat penampilan Bening yang sangat cantik membuat Satria terdiam sebentar, pipinya mulai memerah dan jantungnya tiba-tiba berdegup kencang...
"Cantik" tanpa sadar Satria mengucapkannya
Melihat Satria yang terpana akan kecantikan Bening membuat Madit dan Krinton mulai menggodanya...
"Ho, dia cantik Satria?" tanya Madit
"Ehemz, maksudku adalah bajunya yang sangat cantik" jawab Satria
"Jadi maksudmu Bening itu jelek, begitukah?" tanya Madit menggoda Satria kembali
"Bening sudah berusaha untuk tampil cantik, tapi kau pangeran malah mengatainya jelek, sepertinya pangeran sangat membencimu Bening" ucap Krinton mulai memprofokasi
"Tidak, aku tidak membencinya, aku suka" teriak Satria yang mulai kesal
Melihat Satria yang kesal membuat Madit dan Krinton semakin mempojokkannya...
"Hoho, jadi kau suka Bening?" tanya Madit
"Tidak aku tidak suka, aku hanya..." ucap Satria tapi di potong oleh Krinton
"Jadi benar, pangeran membenci Bening" goda Krinton
__ADS_1
"Aku... Akh! terserah kalianlah" teriak Satria
Satria yang kesal akhirnya keluar dari kereta, Madit dan Krinton tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu Satria. Sementara Bening yang melihat tingkah imut Satria hanya bisa tersenyum...