Keturunan Raja

Keturunan Raja
Rinai


__ADS_3


Di Penginapan


Sudah hampir jam 10 malam dan Satria belum juga kembali ke penginapan, semua orang mulai mengkhawatirkannya sebab dia telah pergi sejak pagi dan belum juga kembali....


"Sudah jam segini dan tuan belum juga kembali, Apa terjadi sesuatu padanya? Kita harus mencarinya" ucap Bening sambil berjalan mondar mandir di depan pintu


"Tenanglah, dia itu sudah dewasa" ucap Tobi sambil meminum teh hijaunya


"Apa yang di katakan Bening itu benar Tobi, sebaiknya sekarang kita berpencar dan mencarinya" ucap Krinton


"Terserah deh, tapi aku gak ikut cari ya" ucap Tobi sambil bangkit dari tempat duduknya


"Tobi, Aku tau kau tidak terikat dengan pangeran, tapi apakah kau tidak mengerti betapa pedulinya putri padanya?" ucap Krinton sambil menahan Tobi


"Kau benar, Putri memang sangat menyayanginya, tapi apakah dia sendiri telah melakukan sesuatu untuk menyelamatkan putri waktu itu? Dia itu hanya pria lemah yang hanya bergantung pada kakaknya saja, seharusnya saat itu dia yang mati dan bukan putri" ucap Tobi dengan nada marah


PLAK


Mendengar ucapan kasar Tobi membuat Bening secara spontan menamparnya...

__ADS_1


"Apa kau pikir perjuangan tuan selama ini hanyalah omong kosong? Kau melihatnya sendirikan, bahkan dia kadang tidak makan dan tidur hanya demi menjadi lebih kuat. Memang benar waktu itu tuan tidak bisa menyelamatkan putri, tapi apakah ada seseorang mau orang yang begitu ia cintai mati karenanya?" ucap Bening yang marah


Tobi yang tidak bisa menjawab pertanyaan Bening hanya terdiam dan menundukkan pandangannya ke bawah...


"Kenapa kau diam? Cepat jawab aku" ucap Bening sambil menguncang-guncang tubuh Tobi


Madit dengan sigap langsung menarik Bening menjauhi Tobi...


"Cukup Bening" ucap Madit


"Tuan dia... dia sudah berusaha kak, kau tau itu kan? Dan sekarang dia pergi entah kemana, aku sangat mengkhawatirkan nya kak" ucap Bening


"Iya aku juga mengkhawatirkannya, sekarang dari pada kita bertengkar di sini lebih baik kita pergi mencari Satria" ucap Madit


Di waktu yang sama di kediaman Perdana Menteri


Mendengar bahwa Rania dan yang lainnya sudah tiba, Perdana menteri yang sudah lama menunggu langsung berjalan keluar dan menyambut putrinya itu...


"Rinai!" ucap Perdana Menteri sambil berjalan mendekati Rania


"Salam ayahanda" ucap Rania memberi hormat

__ADS_1


"Kau sudah kembali putriku" ucap Perdana Menteri Jua sambil memeluk putri kesayangannya itu


1 tahun yang lalu Perdana Menteri Jua harus kehilangan putrinya karena sakit. Rinai dan Rania memang sangat mirip yang membedakan mereka hanyalah warna matanya saja. Rinai sejak kecil memang sudah sakit-sakitan, itu sebabnya rambutnya sudah memutih sejak dia berusia 5 tahun, tapi walau begitu Perdana Menteri sangat menyayangi putri satu-satunya itu....


Dan 1 bulan lalu putra sulung Raja Iga tepatnya pangeran Eza, membawa Rania yang sekarat ke kediaman Perdana Menteri untuk menggantikan posisi putrinya itu, melihat kemiripan antara keduanya membuat Perdana Menteri lansung menerima tawaran Eza dan menganggap Rania sebagai Rinai putrinya...


"Ayah ini sudah malam, kau seharusnya istirahat di dalam dan tidak usah menungguku begini" ucap Rania sambil mengajak Perdana Menteri masuk ke dalam


"Kau adalah putri kesayangan ayah, jadi bagaimana bisa ayah istirahat tanpa melihatmu lebih dulu" ucap Perdana Menteri


"Saat kecil aku sudah harus meninggalkan istana dan menjauhi siapapun, tapi saat ini dia yang bukan keluarga kandungku mengkhawatirkanku tanpa ragu" batin Rania


"Sekarang aku sudah pulang, jadi ayah pergilah beristirahat" ucap Rania sambil membuka pintu kamar Perdana Menteri


"Baiklah, kau juga harus istirahat y" ucap Perdana Menteri sambil masuk


"Tentu ayah"


Setelah mengantar Perdana Menteri ke kamarnya, Rania pun pergi ke kamarnya...


"Salam Putri" ucap pria itu memberi salam

__ADS_1


"Akhirnya kau sampai juga Tobi" ucap Rania sambil melihat keluar jendela


__ADS_2