Keturunan Raja

Keturunan Raja
Awal mula Pertempuran


__ADS_3

Hai teman-teman semua, semoga kalian suka dengan cerita kali ini y, sebelum mulai baca yuk bantu author dulu dengan cara rate, vote, like dan komen...


Xie Xie ๐Ÿ˜


โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ– โ–กโ– โ–กโ– โ–กโ– โ–กโ– โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹โ—โ—‹l


*Di tengah hutan


"Sepertinya para pemburu itu gagal tuan" ucap Key


"Ayo kita temui mereka" ucap Raka


"Tapi tuan, bagaimana dengan wanita itu?" tanya Lulu


"Tenanglah, aku sudah memikirkan cara" ucap Raka


Raka, Key dan Lulupun berangkat menuju desa ranum...


*Saat yang bersamaan di desa ranum


"Kepala desa, sekarang tidak akan ada lagi pemburu yang akan menghancurkan desa ini" ucap Madit


"Iya, kami harus melanjutkan perjalanan kami, jadi kami ingin pamit pak" sambung Satria


"Terima kasih, kedatangan kalian membuat desa ini jadi tenang kembali" ucap Kepala Desa


"Baiklah Pak, kami pamit dulu" ucap Madit


"Iya, sekali lagi Terima kasih y para kesatrian" ucap kepala desa


Akhirnya Madit, Satria dan lainnya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka dan para warga mengantarkan kepergian mereka dengan tepuk tangan dan mengucapkan banyak Terima kasih kepada mereka....

__ADS_1


Melihat perlakuan penduduk desa membuat Satria sangat senang karena dia bisa membantu mereka mengusir para pemburu jahat itu...


Saat mereka tengah berada di tengah hutan mereka bertemu dengan Raka dan lainnya...


"Aura ini, Lulu**!!!" ucap Bening dalam hati


SYAT


Raka melepaskan anak panahnya ke arah Satria, tapi Rania menangkisnya....


KLANG


"Bahaya" ucap Rania dalam hati sambil menampis serangan Raka


"Kalian lagi" ucap Kua


"Putri anda tidak apa" tanya Runi


"Kakak, aku baik-baik saja" ucap Satria


Melihat Satria baik-baik saja membuat Rania menjadi tenang, sejak awal Rania tau bahwa Raka pasti akan datang lagi dan benar saat ini dia langsung datang menyerang Satria lagi...


"Hei, brengsek, berani sekali kau menyerang pangeran dan..." ucap Krinton


"Tenanglah Krinton, mereka teman lamaku" ucap Rania memotong ucapan Krinton


"Cih, siapa yang berteman dengan wanita gila sepertimu" ucap Key


"hehehe, sepertinya kalian tidak suka basa basi y, baiklah kalau begitu aku tanya, apa maksud kalian menyerang kami?" ucap Rania


"Aku tidak ingin menyerang kalian, target ku hanya pangeran saja" ucap Raka

__ADS_1


"hoho, jadi kau ingin membunuh Satria benar?" tanya Rania


"Benar, jadi aku harap kalian tidak akan ikut campur" jawab Raka


"Bodoh, kakakku, tentu saja akan ikut campur, bagaimanapun aku ini adalah adik yang paling dia cintai" ucap Satria dalam hati


"Tatapan Putri mencurigakan, aku harap dia tidak akan melakukan hal yang buruk" ucap Runi dalam hati


"Heheh, tentu saja aku tidak akan ikut campur, ini urusan kalian, maka selesaikanlah" ucap Rania


"Apa!!! Kakak, kenapa kau mengatakan hal itu" ucap Satria


"Kau adalah seorang kesatria sekarang, jadi selesaikanlah masalahmu sendiri" ucap Rania sambil berjalan mendekati Satria


"Tapi kak, aku ti... " ucap Satria


"Jika dia saja tidak bisa kau kalahkan, bagaimana dengan Raja Iga" bisik Rania memotong perkataan Satria


Mendengar ucap terakhir Rania membuat Satria memutuskan untuk bertarung dengan Raka tanpa bantuan darinya, sementara Rania dia hanya bisa duduk di dahan pohon dan menyaksikan pertempuran antara Satria dan Jenderal Raka...


"Putri, apakah ini benar?" tanya Runi


"Apa kau mempertanyakan keputusanku Runi?" tanya Rania kembali


"Benar putri, pangeran masih pemula dan dia belum sepenuhnya menguasai kekuatannya" sahut Tobi


"Aku tau itu, tapi bukankah lebih baik mencoba dulu baru menyerah" ucap Rania


"Aku setuju dengan keputusan putri, pangeran sudah besar saat ini, jadi dia harus belajar menghadapi musuhnya sendiri" sambung Kua


Rania, Runi, Kua, Tobi dan Krinton hanya bisa duduk menyaksikan Satria, Madit dan Bening bertempur melawan Raka, Key dan Lulu...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2