
Dua minggu kemudian
"Tuan, ayo makan dulu" ucap Bening sambil meletakkan beberapa makanan di atas meja
KLANG KLANG KLANG
Satria terus melatih kemampuannya...
"Tuan, makanannya keburu dingin ini" ucap Bening sekali lagi
"Iya, iya ini sudah selesai kq" sahut Satria sambil menghentikan latihannya dan berjalan mendekati Bening
"Sekarang kau sudah memasuki level 6 dalam ilmu pedang Satria" ucap Madit sambil duduk di depannya
"Tapi ini belum cukup karena pria yang mengambil kak Rania ilmu pedangnya sudah level 7 dan ilmu tenaga dalamnya sudah level 8, aku belum apa-apa di bandingkannya" ucap Satria
"Rania sudah tiada Satria" ucap Madit
"Tidak kak Rania masih hidup dan aku akan membawanya kembali" ucap Satria sambil bangkit dari duduknya
"Cukup! Sadarlah! Aku tau kau tidak bisa menerimanya, tapi inilah kenyataannya, Rania sudah tiada, bahkan Runi dan Kua juga sudah pergi meninggalkan kita" ucap Madit berusaha menyadarkan Satria
"Tapi kak, aku... huhuhu" ucap Satria yang mulai menangis
Dua minggu sebelumnya
"Kua!!!" ucap mereka bersamaan
"Kita semua harus pergi dari sini" ucap Kua
"Apa apa Kua? Apa yang terjadi dan kenapa Satria tidak sadarkan diri begini?" tanya Madit
__ADS_1
"Akan aku jelaskan, tapi saat ini penting untuk kita pergi sejauh mungkin dari sini" jawab Kua sambil mulai berlari
"Tunggu Kua, Dimana Putri?" tanya Runi sambil menghentikan langkah Kua
"Putri, dia... " jawab Kua yang tidak bisa mengatakan apapun dan hanya menundukkan pandangannya
"Jangan-jangan, ledakan itu, putri... " ucap Tobi
"Apa yang dia katakan benar Kua? Ku mohon katakan sesuatu? Kua aku bertanya padamu?" ucap Runi sambil mengguncang tubuh Kua
"Aku... putri.. huhuhu... maafkan aku, aku tidak sebanding dengannya, jadi putri hanya ingin agar pangeran tetap hidup" ucap Kua sambil menangis
"Ayo pergi" ucap Runi
"Tidak, kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja" sahut Bening
"Jika putri saja bukan tandingannya, bagaimana kita bisa mengalahkannya" ucap Runi
"Cukup, jika putri menginginkan hal ini maka itu akan terjadi dan jika ada salah satu di antara kalian yang berani menyusulnya aku yang akan menghalangi kalian" ucap Runi
Satria dan lainnya akhirnya pergi meninggalkan desa tersebut, setelah sampai di tempat yang aman, kepergian Rania membuat Runi memutuskan untuk kembali ke langit, sementara Kua dia kembali ke padang Edersi tempat tinggalnya dulu...
Di desa Anua
"Apa yang terjadi? Apa aku mati? Tidak aku hidup, ini" ucap penduduk 1
Sebelum pria itu melancarkan serangannya Rania telah membuka gerbang perisainya untuk melindungi semua penduduk yang ada di sana...
"Wanita itu, dia melindungi kita" ucap penduduk 2
Semua penduduk merasa senang karena mereka bisa selamat, tapi pria yang membuat kekacauan ini tidak senang sebab wanita itu belum mati...
__ADS_1
"Luar biasa, aku tidak tau kalau kau ternyata memiliki ilmu itu, bahkan kesatria level 9 saja belum tentu memilikinya, hebat putri" ucap pria itu sambil mendekati Rania
Rania yang sudah kehabisan seluruh tenaganya tidak bisa melakukan apapun lagi, dia hanya bisa terbaring di atas tanah tidak berdaya...
"Matilah kau" ucap pria itu sambil menghuluskan pedangnya ke arah Rania
KLANG
Seseorang menepis pedangnya...
"Kau!!!" ucap pria itu
"Aku menginginkannya" ucap orang tersebut
"Tidak, dia harus mati atau Raja akan murka" ucap pria itu
"Baiklah, kalau begitu peliharaanmu saja gantinya"
"Cih, kau tidak berubah y, ambillah jika kau mau, lagi pula sasaran utama ku bukan dia" ucap pria itu dan melangkah pergi
"Kau!!!" ucap Rania dan langsung tak sadarkan diri
Bersambung...
Bagaimana cerita kali ini menurut kalian?
Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian seperti, like, rate dan vote y...
By the way selamat tahun baru dan semoga di tahun ini kita semua di beri keselamatan dan kesehatan serta bisa menggapai impian masing-masing, Aamiin...
Xie Xie 😊
__ADS_1