KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 21


__ADS_3

...***...


Seminggu setelah kejadian itu.


Cukup lama Akaza Banban sembuh dari luka racun yang ia terima saat pertarungan itu, Dokter yang merawat hampir saja menyerah karena kondisi Ban yang melemah, namun akhirnya Ban pulih total setelah seminggu menjalani perawatan karena Yuki yang memaksa mereka untuk melakukan yang terbaik. Dan hari ini mereka berkumpul di ruang perawatan Ban?. Namun saat itu mereka malah membahas masalah yang telah terjadi?.


"He?. Aku sangat terkejut karena kan mendapatkan bantuan dari sentai black." Jasmine tidak percaya dengan cerita Ban, Sentai black bahkan melatih Ban untuk mengalahkan Deka black?. Rasanya itu sangat mustahil.


"Yaah, itu karena mereka tidak suka dengan kejahatan yang dilakukan oleh deka black." Jawab Ban dengan santainya, tubuhnya merasa agak ringan walaupun harus menjalani masa pemulihan. "Karena itulah black senpai melatihku untuk menghentikan kejahatan deka black.


Mereka hanya mendengarkan saja apa yang dikatakan Ban?. Mungkin saja seperti itu jika melihat reaksi mereka yang sedang memikirkan apakah itu benar atau tidak yang telah dikatakan Ban. Kadang Ban itu suka berbohong pada mereka, jadi tidak semudah itu mereka mempercayainya.


"Selain itu ban, kenapa kau tidak mengatakan kalau kau sudah menikah?!. Kau ini ya?!." Houji nampak marah, ia gebrak kasur pasien ban dengan kuat.


"Ia tuh ban!. Kau kejam juga!." Umeko kok jadi ikutan marah ya?.


"Jelaskan pada kami ban!." Sen Chan juga ikutan, ia melototi mata Ban, membuat Ban merasa tidak nyama


"Hei, ayolah!. Aku butuh waktu untuk menjelaskannya." Ban berusaha menghindari tatapan sadis teman-temannya, ia gugup untuk menjawabnya.


"Aku yang meminta ban san untuk merahasiakan pernikahan kami." Dari arah pintu masuk ruangan Yuki menjawab, ia baru saja datang bersama bayi mungil yang ia gendong.


"Yuki chan?." Mereka semua melihat ke arah Yuki, mereka melihat Yuki berjalan pelan menghampiri Ban, ia menyerahkan bayi mungil itu agar digendong oleh Ban


Seketika suasana hati Ban berubah haru saat melihat wajah mungil anaknya, begitu juga Houji Cs, hati mereka seakan luluh begitu saja.


"Lucunya." Secara kompak mereka berkata seperti itu, tapi sungguh bayi mungil di gendongan Ban terlihat lucu plus menggemaskan.


"Gomen ne yuki chan. Saat anak kita lahir aku tidak ada di sampingmu." Ban menatap mata Yuki dengan pandangan sedih, ia merasa bersalah karena meninggalkan Yuki dalam waktu yang cukup lama

__ADS_1


"Um, tenang saja, yang penting sekarang kau sudah kembali ban san." Yuki tersenyum manis, dan tulus, ia mengerti kondisi suaminya saat itu.


"Kau ayah yang kejam!. Beraninya meninggalkan istri dan anakmu?. Laki-laki macam apa kau ini?!." Houji yang dalam keadaan haru malah mengatai Ban kejam.


"Umm!. Seharusnya kau tidak terlibat dalam kasus besar!. Dasar bapak-bapak sembrono!." Lanjut Sen Chan dengan nada penuh penekanan.


"He?!." Ban dan Yuki sangat terkejut mendengarnya. Sehingga mereka tidak bisa membalas ucapan Houji dan Enari Senichi?.


"Um, um, um. Tapi dengan ini kita tahu, kalau dia udah menikah dan punya anak." Lanjut Jasmine mengaku-ngaku kan kepalanya. Meskipun itu hampir dikatakan tidak menyambung ucapannya saat itu.


"Ban memang jahat, tidak memberi tahukan pernikahannya. Dan kau malah meninggalkan anak dan istrimu?. Lelaki macam apa kau ini?.." Umeko malah masang tampang sedih yang mendalam?. Dan ia malah mengulangi ucapan Houji tadi.


"Um sepertinya kita tidak dianggap temannya lagi, ban senpai kejam. Aku ingin memukulnya saat ini." Tetsu juga ikutan sedih?.


"Berisik!. Kalian lah yang membuat aku menjauh dari yuki chan!. Kalian yang sama sekali tidak percaya padaku!." Bentak Ban. Hatinya sangat panas dengan apa yang dikatakan teman-temannya.


"Eh?. Benarkah?!." Dengan raut wajah yang sangat polos mereka malah saling bertanya satu sama lain.


Mereka hanya menyeringai saja mendengarkan keluhan Ban yang dikuasai emosi. Memang mereka akui, jika mereka merasa sangat bersalah karena tidak percaya pada Ban?. Selain Jasmine yang memang dapat melihat apa yang telah terjadi.


"Tapi bagaimana kalian bisa menikah?." Umeko malah memikirkan ke sana?. Ia mencoba mengalihkan perhatian Ban.


"Ia juga ya?. Ban ceritakan pada kami." Houji ikutan mendesak Ban agar bercerita gimana mereka sampai menikah.


"Rahasia. Aku tidak akan mengatakan pada kalian." Wajah Ban nampak memerah, membuat Tetsu dan lainnya tertawa ngakak, begitu juga dengan wajah Yuki yang tampak memerah.


"He?. Yuki chan, kau pasti bisa menjawabnya, kan?." Jamsine mencoba menggoda Yuki, ia menepuk-nepuk pundak Yuki dengan pelan.


"Oi!. Jasmine!." Entah apa yang dipikirkan oleh Ban saat melihat Jamsine membuka salah satu sarung tangannya, Ban terlihat panik?.

__ADS_1


"He?. Jamsine san menggunakan kemampuannya untuk melihat gimana pertemuan mereka ya?. Itu sangat luar biasa." Tetsu seakan mengerti apa yang hendak dilakukan oleh Jasmine pada Yuki.


"Wah kau sangat jenius sekali jasmine." Houji, Umeko dan Sen Chan malah mendukung apa yang hendak dilakukan oleh Jasmine.


"Oi!. Jangan lakukan jasmine!." Ban makin panik, ia tidak mau rahasianya terbongkar?.


"Oh, sudah bisa aku lihat." Ucap Jasmine sambil cengar-cengir tidak jelas.


"Katakan pada kami!." Umeko, Sen Chan, Houji dan Tetsu tidak sabaran.


"Memangnya kalian sedang melakukan apa sih?!." Dalam hati Yuki sangat heran dengan sikap teman-teman dari Ban.


"Bagaimana ban?. Kau yang ceritakan sendiri, atau aku yang mengatakan pada mereka?." Jasmine makin menggoda Ban, hingga membuatnya semakin gugup.


"Oi, Jasmine, nanti aku ceritakan!. Jangan cerita-." Ban makin panik, namun suaranya tidak didengarkan, apa lagi ia ditertawakan oleh Houji dan Tetsu.


"Umph!." Ban berusaha untuk berontak, akan tetapi pada saat itu ia tidak bisa melawan karena kondisinya yang masih sakit?.


"Katakan saja. Kami mau mendengarkan ceritanya sekarang." Umeko malah menjitak kepala Ban?.


"Aku dalam kondisi marah, tak sadarkan diri. Teman-temanku mengatakan saat itu ban san memelukku dan menenangkan aku. Saat itulah, aku jatuh cinta padanya." Jasmine mencoba mengatakan apa yang terlihat?.


"Hentikan!. Cukup!. Kalian pergilah dari sini!." Teriak Ban dengan prustasi, hingga anaknya terganggu dan ikutan menangis. Sementara Houji Cs malah tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan Jasmine mengenai awal pernikahan mereka. Ban yang langusng ngajak Yuki menikah, dan betapa kakunya mereka diawal pernikahan mereka?.


"Aku tidak ikut campur." Dalam hati Yuki juga sebenarnya sangat panik. Namun ia saat itu sedang berusaha untuk menenangkan anaknya yang menangis. Mungkin anaknya merasakan kasihan karena ayahnya yang sedang di-bully oleh teman-temannya.


Setidaknya mereka mendengarkan cerita yang cukup menarik. Apa karena saking malunya Ban tidak mau menceritakan kronologis mereka pacaran seminggu dan akhirnya memutuskan untuk menikah diam-diam?. Wkwkwk!. Ban sangat malu mengingat betapa kaku dirinya saat itu. Yap!. Kira-kira begitulah ending-nya. Sebenarnya Ban sangat bahagia menikah dengan Yuki, hanya saja ia tidak tahu harus bagaimana caranya menyampaikan kebahagiaan yang ia rasakan saat itu. Jadinya ia bersikap kaku seperti itu, dan berjalan seperti air yang mengalir.


Akhir dari ceritanya, Ban berkumpul lagi bersama anak dan istrinya. Ban sangat bersyukur kasus ini berakhir dengan baik, ia berterima kasih pada Senior Black yang sudah membantunya.

__ADS_1


End.


...***...


__ADS_2