KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 43


__ADS_3

...***...


Namun yang membuat Tsukasa makin merona adalah, saat Kairi menggenggam tangannya dengan lembut, mereka seperti sedang bergandengan tangan berjalan beriringan.


"Apakah itu tidak apa-apa?. Kairi kun?." Tsukasa menunduk malu, ia semakin grogi dengan perlakuan Kairi.


"Apakah sepasang kekasih tidak boleh saling berpegangan tangan?." Senyuman Kairi terlihat begitu manis, membuat Tsukasa ingin mencubit pipi Kairi hingga memerah.


"He?. Sepasang kekasih?. Maksudmu itu aku dan kau?." Tsukasa tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Kairi. Sepasang kekasih?. "Sejak kapan kita?. Kita?." Tsukasa makin gugup. Apaan si Kairi ini coba? malah ngelantur seperti itu?. Ia terlalu gugup untuk mengatakan sejak kapan kita menjadi pasangan kekasih?. Tapi lidahnya kelu untuk mengatakan itu karena Kairi yang aneh.


"Apakah kau tidak ingin menjadi kekasihku tsuka chan?. Katakan padaku." Ucapnya dengan nada merengek. Tuh kan?. Ia malah masang tampang sedih, tapi kok ada imutnya gitu yak?. Membuat Tsukasa tidak tega melihatnya.


"Ja-jangan salah faham dulu kairi chan." Tsukasa semakin gugup. Aku tidak bermaksud seperti itu." Tsukasa semakin gugup. "Oh ya ampun, apa yang terjadi sebenarnya?. a


Ada apa dengan kairi hari ini?. Kenapa dia malah seperti ini?." Dalam hati Tsukasa tidak tahan dengan apa yang ia lihat saat itu.


"Jadi?. Kau mau menjadi kekasihku kan tsuka chan?." Mata Kairi begitu berbinar-binar penuh kebahagiaan, membuat Tsukasa hanyut dalam suasana seperti itu ia tidak dapat menolak pesona Kairi. Apa lagi dengan tatapan seperti itu, dalam keadaan kedua pundaknya dipegang dengan lembut oleh Kairi.


"Oh!. Tolong sadarkan aku, bahwa ini adalah mimpi?." Dalam hati Tsukasa tidak tahan lagi dengan apa yang ia rasakan saat itu. Tidak, ini bukan mimpi?. "Em." Entah kekuatan dari mana secara reflek dan tanpa ragu Tsukasa menganggukkan kepalanya pertanda bahwa ia menerima Kairi sebagai kekasihnya. Tentunya itu membuat Kairi semakin bahagia, dan ia memeluk Tsukasa tanpa malu-mal


"Yatta!!." Kairi terlihat sangat bahagia karena Tsukasa mau merima tawarannya.


"Ya ampun. Aku jadian dengan kairi?. Apa yang harus aku katakan pada keiichiro dan sakuya nanti?." Suara hatinya antara berbunga-bunga karena ditembak oleh Kairi dan galau di saat yang bersamaan karena tidak tau harus menjelaskan apa pada kedua rekannya itu jika mereka tau kalau ia pacaran dengan Kairi.


Setelah mereka selesai berkeliling mencari Gangler, namun tidak ditemukan, mereka memutuskan untuk kembali ketempat masing-masing, dan tak lupa mereka saling bertukar nomor telepon.


Di Distro?.

__ADS_1


Kairi baru saja sampai di distro, ia melihat Umika menyambutnya dengan wajah masam.


"Moh!. Memangnya kau belanja dimana?. Sangat lama sekali!." Umika terlihat sewot karena pelanggan mereka pergi, mereka kekurangan bahan makanan tapi si Kairi belanjanya lama sekali kek ibu-ibu yang milah milih harga di pasar.


"Ayolah!. Aku membawa kabar bagus untuk kalian." Ucap Kairi tersenyum manis, ia duduk di kursi salah satu meja pelanggan.


"Kabar bagus?. Kabar bagus apa?." Umika menghampiri Kairi, raut wajahnya terlihat penuh tanda tanya. "Kabar apa yang ingin kau katakan pada kami?." Apa yang dilakukan Kairi saat belanja? Kabar apa yang ia dapat hingga selama itu ia berbelanja?.


"Aku baru saja jadian dengan patren sangou." santai, senyum, daaaan tanpa beban Kairi mengucapkan itu.


Sementara Umika?. Touma yang mendengar apa yang dikatakan Kairi?.


"Apa kau sudah gila?!. Bagaimana mungkin kau bisa jadian dengannya?." Umika setengah berteriak, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut manis Kairi. "Kau ini habis makan apa sih?!." Ingin rasanya ia memukul kepala Kairi agar terlihat kembali benar.


"Kau mau masuk lubang singa?. Atau kau sedang menguji sesuatu?. Katakan pada kami dengan sangat jelas." Touma yang tadinya diam sekarang mulai bersuara, apaan tu si Kairi? Apakah itu kabar bagusnya?. Dia pasti sedang demam?.


Lalu apa yang akan dijawab oleh Kairi?. Simak terus ceritanya.


...***...


Keesokan harinya.


Saat jam makan siang, seperti biasa polisi Global yang terdiri dari Keiichiro, Sakuya, Tsukasa dan Noel selalu datang ke Distro untuk makan siang. Tapi bagi Tsukasa hari ini rasanya berbeda karena ia merasa deg-degan. Kau tau kenapa ia bisa deg-degan memasuki Distro ini?. Jawabannya tidak sesederhana itu, sebab salah satu karyawan dari Distro ini Yano Kairi resmi menjadi pacarnya kemarin. Kemarin?. Ya mereka baru saja jadian. Karena itulah ia deg-degan cetar penuh kebahagiaan membara.


"Oh ya ampun!. Aku bertemu dengan kekasihku?." Ucapnya dalam hati, rasanya ia semakin deg-degan saat tangannya memegang gagang pintu itu.


Dan ia memberanikan diri untuk masuk, dan suasana lumayan ramai karena ini memang jam makan siang. Tsukasa melihat Kairi yang sedang sibuk melayani pelanggan, tapi entah kenapa senyumannya mengembang begitu saja.

__ADS_1


"Kau mau pesan apa tsukasa?." Suara Keiichiro membangunkan lamunan Tsukasa, hingga membuatnya salah tingkah.


"Ah, yang seperti biasa saja." Jawabnya berusaha bersikap biasa saja, ia tidak tau kalau Noel memperhatikan perubahan sikapnya yang berbeda.


Tak lama kemudian pesanan mereka sampai di meja makan mereka, yang mengantar pesanan mereka adalah Kairi, membuat Tsukasa semakin berbunga-bunga, ia membayangkan dirinya sedang diperlakukan istimewa oleh Kairi saat ini. Namun sayangnya tak sesuai dengan hayalannya.


Kairi malah bersikap pura-pura tidak mengenalinya, Kairi bersikap cuek padanya.


Whits?. Sakit?. Tentu saja sakit jika kekasihmu mendadak bersikap cuek begitu.


"Hm?. Ada apa tsukasa?. Kenapa kau tidak memakan makananmu?. Apakah ada masalah?." Keiichiro merasa aneh dengan perubahan dadakan sifat Tsukasa, bukankah barusan ia begitu bersemangat?.


"Ahaha!. Iya aku makan. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu saja." Tsukasa tertawa hambar, ia merasa tidak berselera lagi untuk makan.


"Apa kau baik-baik saja tsukasa senpai?. Kau boleh pulang jika merasa tidak enak badan." Sakuya jadi cemas dengan Tsukasa yang mendadak badmood.


"Aku rasa tidak perlu sakuya. Aku baik-baik saja, kalian jangan berlebihan." Tsukasa sebenarnya memang sakit, tapi bukan sakit demam biasa.


Sementara Noel memperhatikan apa yang ditatap oleh Tsukasa, mata Tsukasa tak lepas memandang Kairi yang sedang bercanda dengan Umika?.


"Kau ini ya?." Kairi menjewel hidung Umika, membuat gadis itu kesakitan.


"Hentikan!. Bodoh!. Hidungku bisa pesek jika kau memperlakukannya seperti itu!." Protes Umika sambil menepuk-nepuk tangan Kairi agar melepaskan tangannya dari hidungnya.


"Apaan itu coba?." Dalam hati Tsukasa merasa sakit, dan cemburu?. "Apakah dia telah lupa dengan apa yang telah terjadi?. Atau dia tidak ingin mengatakan jika kita telah pacaran?." Dalam hatinya sangat sakit.


Apakah yang akan terjadi?.

__ADS_1


Next.


...***...


__ADS_2