
...**...
Seminggu setelah hari itu, mereka saat itu sedang berada di Galleon. Tapi rasanya ada yang aneh pada Marvelous, tidak biasanya ia terlihat merenung. Merenung?. Pagi-pagi sudah merenung?. Itulah yang dilakukan oleh Marvelous pagi ini. Sementara kru-nya yang lain menyibukkan diri mereka masing-masing dengan kegiatan mereka masing-masing. Lalu kenapa si Captain Marvelous pagi-pagi malah merenung?. Hm, kenapa ya?. Itu karena Marvelous masih merasa kesal, ia masih merasa dipermainkan oleh si Bouken Black. Apa maksudnya dengan hati-hati dengan perasaan?.
Ho?. Jadi itu penyebab si kapten Marvelous kita ini merenung di pagi hari hanya karena dia masih teringat dengan ucapan si Kuro Boukenja?. Tapi?. Tapi mana mungkin ia memiliki perasaan pada ekhem kru-nya sendiri, apalagi dalam kondisi seperti ini. Kondisi dimana ambisi terbesarnya adalah berburu harta karun, selain itu?.
"Tidak mungkin, tidak mungkin aku suka sama dia." Mungkin itu yang ada di dalam pikirannya ketika ia melihat ke arah Luka.
Tujuan utamanya adalah untuk mencari harta karun terbesar yang ada di dunia, bukan mencari sesuatu yang rumit untuk ia fahami saat ini. Dan lagi, ekhem si ya si ekhem bukan tipenya saat ini, meski dibenaknya terlintas gadis idamannya adalah gadis tomboy, kuat, mandiri, dan suka berpetualang yang selalu menemaninya dalam mencari harta karun. Tapi?.
"Keghah!."
"Hwaaaaaaaa!. Apa?! Apa?! Ada apa?!."
"Apa yang terjadi padamu marvelous!."
Marvelous mendadak mengerang aneh, dan ia kesal karena hayalannya sendiri, khayalannya itu begitu menyebalkan, dan ia bersumpah tidak akan membayangkan tipe ekehm gadis seperti itu, tidak akan pernah. Navi yang tiduran di samping Marvelous malah kena batunya, ia terkejut karena suara erangan Marvelous, hingga membuatnya terjatuh. Begitu juga yang lainnya juga terkejut dengan apa yang dilakukan Marvelous.
__ADS_1
"Kau ini kesurupan setan apa pagi-pagi seperti ini marvelous?."
Tanya Luka yang lagi nyantai di kursi terkejut karena suara Marvelous yang lumayan keras dan aneh?.
Namun ia mendapat tatapan tajam dari Marvelous. "Hemph!." Marvelous mendengus kasar dan tak lupa tatapannya yang menusuk terhadap Luka. "Berani sekali kau mengatai aku kesurupan." Balasnya dengan sangat ketusnya. "Aku tidak akan membayangkan gadis aneh seperti kau, dan kau bukan tipe gadis impianku!." Seakan-akan itulah yang tertulis diraut wajah Marvelous saat ini.
"Hem? Kau ini sangat aneh sekali, aku rasa karena kau kelaparan, biasanya kau memang agak aneh jika lapar." Luka kembali mengerjakan apa yang sempat tertunda tadi. "Tumben sekali dia merenung sampai frustasi seperti itu, apa masalah yang dia hadapi?." Dalam hatinya malah bertanya-tanya apa yang telah membuat Marvelous seperti orang gila di pagi hari?.
Luka tidak mau ambil pusing, ia abaikan saja, toh memang begitu sifat kaptennya. Jadi Luka udah gak mau ambil pusing lagi. "Masa bodoh lah!. Ngapain pusing-pusing mikirin orang cuek seperti marvelous, gak ada paedah-nya sama sekali, yang ada aku malah ikutan gila karena dia." Dalam hatinya mencoba untuk mengabaikan itu.
"Ada masalah apa marvelous-san? Sepertinya memiliki masalah yang cukup berat." Suara lembut menyapanya, suara lembut dari Ahim yang saat ini berdiri di belakangnya. Hanya dia yang bicara lembut diantara yang lain. Mungkin untuk saat ini, kita lihat saja kedepannya bagaimana?. Apakah tuan putri ini akan berubah gahar juga seperti yang lain?. Tapi buktinya hakase sama sekali tidak gahar, malah ia takut dengan mereka jika dalam kondisi yang tidak bersahabat sama sekali.
Marvelous membalikkan badannya, ia melihat senyuman lembut dan tatapan mata teduh dari kru pink-nya ini. Entah kenapa rasa kesalnya sedikit berkurang, dan ia duduk kembali di kursinya, bersikap stay cool seperti biasa lagi, juga apaan itu sikapnya yang mendadak baik?. Ia menerima secangkir teh hangat dari Ahim, dan mencoba meminumnya meski satu tegukan saja?. Wuoh?. Sungguh ajaib sekali tuan putri ini bisa meluluhkan hati Marvelous dengan secangkir teh?.
"Apaan coba? Benaran aneh banget kau itu ya?." Luka melihat dengan jelas, sangat jelas. "Hmph! Menyebalkan sekali tingkahnya itu, apaan coba? Tuh kan? Mirip seperti anak remaja labil yang sedang jatuh cinta, dasar tidak berguna." Luka benar-benar hampir saja meluapkan kemarahannya.
Hm, tapi setidaknya si pink dapat mereda tingkah absurd Marvelous saat ini?. Sangat luar biasa sekali ya?. Jadinya Luka kembali pada aktivitasnya yang sempat tertunda, ia mencoba kembali menenangkan hatinya karena sikap Marvelous.
__ADS_1
"Kau kenapa marvelous?."
Joe yang tadi sedang latihan sit up akhirnya menghentikan kegiatannya, karena ia penasaran?. "Kenapa kau sampai bertingkah aneh dan tidak biasanya kau seperti tadi, apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu?."
"Aku hanya bosan saja." Jawabnya dengan nada ketus, ia merasa terciduk melalukan hal yang memalukan. Tapi kenyataannya memang begitu kan?. Bosan entah karena apa?.
"Tidak biasanya." Ucap Hakase sambil menyiapkan sarapan pagi untuk mereka semua. Dari tadi ia memang memperhatikan si merah yang merenung panjang, dan entah apa yang membuatnya merenung di pagi hari seperti orang yang sedang patah hati. "Aku bisa ditelan bulat sama dia kalau aku mengganggunya." Setidaknya itulah yang terbayang olehnya. Mungkin?. Patah hati? Memangnya marvelous sedang jatuh cinta sama siapa?. Sama Zankyack?. Bisa jadi begitu, kalau seandainya sama Luka mah yang ada tiap hari baku hantam mereka, bisa hancur dunia jika mereka jadian. Kalau seandainya sama Ahim?. Entahlah, Siapa yang tahu?. Namun yang pasti Marvelous sukanya sama cewek. Marvelous masih normal, tentu saja ia sangat suka dengan wanita, kecuali di dunia ini tidak ada lagi wanita?.
"Kau ini sangat aneh." Joe mencoba duduk tenang, ia memperhatikan begitu banyak makanan yang telah disediakan Hakase pagi itu, bahkan Luka saja makan duluan saking enaknya masakan Hakase.
"Tori! Navigasinya!." Suara keras memerintah, itulah sifat alami dari si merah, namun mereka hanya memakluminya saja. "Cepat lakukan navigasi, aku tidak sabar lagi ingin mencari harta karun terbesar di alam semesta ini." Moodnya kembali lagi jika sudah nyangkut pencarian harta Karun, karena baginya mencari harta Karun lebih penting dari pada mencari harta hati wanita. Plak!. Lanjut!.
"Aku bukan burung! Jangan sembarangan memanggilku!."
Kok protes ya?. Ya, meskipun seekor burung ia punya nama, jadi ia mau dipanggil namanya, meski begitu ia tetap saja melakukan apa yang diperintahkan oleh Marvelous tanpa membantah lagi.
Next.
__ADS_1
...**...