KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
HATI-HATI DENGAN API 2


__ADS_3

...***...


Di kapal Galleon .


Sudah hampir satu bulan sejak saat itu, dimana ia melihat dengan matanya sendiri, bagaimana tuan putri itu berusaha menggunakan pistol, dan mengasah kemampuannya dalam pertarungan.


Senyum kecil menyungging seperti biasa di wajahnya, entah kenapa itu sedikit berkesan diingatannya. Namun tiba-tiba si burung beo terbang mengitari Marvelous yang sedang duduk dikursi biasa ia duduk. Hingga ia terbentur di atap Galleon. Sepertinya Navi sedang pusing atau lebih tepatnya depresi karena perlakuan Marvelous padanya, bisa jadi, kan?. Masalahnya hanya Marvelous saja yang tidak baik pada Navi.


"Heh! Kali ini apa lagi? Aku harap jangan yang aneh-aneh lagi, rasanya aku sangat lelah menerjemahkan semua itu." Captain Marvelous yang sedang duduk dikursinya, ia tau betul kalau gitu perangai si Navi, pasti dia sedang melakukan navigasi harta karun . Hanya saja hari ini perasaannya terasa aneh, tidak seperti biasanya. Entahlah, Marvelous tidak mau ambil pusing memikirkan yang seperti itu.


"Sepertinya ini akan menjadi kartu terbaik yang aku miliki."


"Jangan senang dulu. Aku selalu menang, jadi jangan menghibur diri dengan ucapanmu."


"Kau ini percaya diri sekali."


"Tentu saja aku selalu memiliki perasaan itu."


Luka dan Joe sedang asyik bermain kartu, sementara Hakase dan Ahim duduk di Kursi Meja makan. Mereka sepertinya menikmati hari yang damai tanpa bertarung dengan Zangyack, ya setidaknya untuk hari ini saja mereka istirahat. Tidak mungkin mereka terus bertarung, capek lah kan?.


"Khuakh!. Khuakh!." Setelah menunggu beberapa saat?. Suara Navi terdengar lagi, mereka semua sangat terkejut dengan suara Navi yang menggelegar di dalam ruangan itu.


"Hati-hati dengan api!. Hati-hati dengan api!." Ucap si Navi berulang-ulang, Ucapannya itu membuat mereka saling berpandangan, kali ini apa lagi kata kunci mereka dalam mencari harta Karun terbesar di alam semesta?.


"Apaan itu coba?!." Teriak mereka semua, kecuali Ahim yang duduk manis sambil menikmati teh manis dengan anggunnya.


"Aku rasa ini akan menjadi hari yang cukup menegangkan. Api?. Gunung api?. Jangan sampai kita masuk ke dalam gunung api untuk mencari ranger key."


"Itu mustahil!."


Mereka semua sampai kompak menanggapi ucapan Ahim yang menurut mereka sangat ekstrim sekali.

__ADS_1


Hakase yang tadinya duduk tenang di kursi, langsung menghampiri Navi, memeluk Navi dengan lembut.


"Apa maksudnya ini navi?." Hakase meletakkan Navi dengan hati-hati di atas Meja. "Kita ini mencari ranger key, bukan mencari pemanas ruangan, ataupun mencari wanita panas agar tidak terbakar dalam masalah asmara. Jadi jelaskan padaku dengan tenang apa artinya itu?." Sangat bingung, apa hubungan pencarian harta karun dengan perasaan?.


"Kegh!." Marvelous, Joe, dan Luca sangat kesal mendengarkan ucapan Hakase yang sangat keterlaluan bercandanya.


"Tapi itu yang terlihat diramalan." Navi mulai dalam mode normal, ia memang burung peramal yang aneh, tapi sangat membantu para Kaizoku dalam pencarian harta karun. "Aku sama sekali tidak mengerti, hanya itu yang ada yang muncul di dalam pikiranku. Jadi?. Kalian semangat mencarinya ya?. Semoga beruntung."


Anehnya,, ramalannya ini loh?. Bikin puyeng menerjemahkannya, kalo gak langsung praktek lapangan para Kaizoku ini gak akan tau apa maksud ramalannya itu.


"Navi, seperti biasa informasi yang kau berikan sangat aneh, apa tidak ada petunjuk lain?. Apakah ada sentai dengan kekuatan api?." Ucap Luka sambil mengambil kartu ditangan Joe.


"Apakah mungkin seperti itu?. Api apa maksudnya?. Rasanya sangat aneh sekali." Ia juga tidak faham dengan konsepnya.


"Aku hanya meramal saja, aku hanya meramal saja. Jadi jangan tanyakan padaku artinya apa." Navi kemudian terbang di atas kursi yang diduduki oleh Captain Marvelous.


"Kau benar-benar tidak berguna sama sekali." Marvelous sangat kesal dengan itu.


"Marvelous?. Aku hanya meramal saja, aku hanya meramal saja." si Navi seakan mengadu pada Marvelous karena sering diprotes.


"Oh?. Marvelous-san?. Apa yang akan kau lakukan padanya?." Hakase sampai histeris melihat itu.


"Marvelous?. Mau kau apakan dia?." Luca yang tadinya main kartu kini merespon.


Duakh!.


"Navi!." Luca dan Hakase sangat terkejut melihat Marvelous melempar Navi sampai keluar galleon.


"Nanti aku akan kembali lagi!." Teriaknya dengan sikap tak berdaya sama sekali.


"Navi!." Teriak keduanya dengan penuh simpati.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan makhluk kejam?!. Kau ini sangat kejam sekali!."


"Apakah kau tidak kasihan pada navi?. Marvelous-san kau adalah orang yang sangat kejam!."


Keduanya sangat tidak terima dengan itu.


"Heh!." Kembali duduk di kursinya.


"Jika navi tidak ada di sini?. Lalu kita harus bagaimana cara menyelesaikan masalah hati-hati dengan api?." Luca terlihat sangat terpukul dengan kejadian itu. "Kau ini memang sangat bodoh sekali marvelous." Ia juga kesal pada kaptennya itu. "Bagaimana caranya kita mengetahui maksud yang dikatakan navi?." Lanjutnya lagi.


"Heh!. Siapa yang peduli maksudnya?." Ia mendengus kesal. "Ayo kita pergi dan segera dapatkan harta karunnya." Captain Marvelous bukan tipe yang mau mendengarkan penjelasan,dan tidak mendengarkan apa yang dikatakan oleh Navi, apalagi mendengar ocehan panjang lebar hanya untuk mendengarkan petunjuk, dia lebih suka bertindak dari pada berpikir.


"Baiklah, kita akan pergi setelah minum teh." Ahim menghampiri Captain Marvelous yang sudah bersiap-siap akan pergi, tetapi tidak jadi karena melihat Ahim mendekatinya, dan membawakannya secangkir teh hangat, kemudian memberikan padanya. Mau tak mau Captain Marvelous menerima teh hangat tersebut dan meminumnya.


Luka dan Joe yang melihat itu hanya tersenyum kecil. Mereka tau bagaimana sifat tidak sabaran Captain Marvelous jika sudah berhubungan dengan pencarian harta karun. Tetapi setelah bergabungnya Ahim dalam Kaizoku, sifat itu sedikit berubah, meski tidak dalam kondisi tertentu.


...***...


Captain Marvelous, Joe, Luka, Hakase, dan Ahim berjalan disekitar, mereka mencoba mencari petunjuk apa yang diramalkan oleh Navi.


"Hnn. Ramalannya sungguh merumitkan. Apakah tidak ada petunjuk lain ya?. Kepalaku tidak bisa berpikir dengan jernih rasanya." Keluh Hakase.


"Hakase emang jenius dalam memperbaiki Galleon, bahkan dia tidak mengerti sama sekali dengan ucapan navi." Dalam hati Joe memperhatikan Hakase yang sedang berpikir. "Aku harap dia tidak berpikir dengan pose terbalik seperti deka green. Kadang pengguna green rada aneh." Dalam hatinya sedikit waspada.


"Mungkin jika tidak ada dia entah apa jadinya pada Galleon. Tapi dalam kasus pemecah masalah petunjuk ramalan Navi?. Aku akui tidak begitu memahami maknanya. Gimana mau ngerti coba, petunjuknya aneh gitu." Dalam hati Hakase malah memuji dirinya sendiri dengan penuh kebanggaan.


"Setidaknya kita mencobanya sambil berjalan-jalan. Aku bosan terus berpikir yang tidak seharusnya aku pikirkan." Ucap Luka sambil memperhatikan sekitar. "Lebih baik aku belanja sebentar." Ia terlihat sangat senang.


"Itulah kesalahan yang harus aku hindari sebenarnya jika dia ikut. Pasti dia mencari tempat belanja terlebih dahulu." Marvelous sepertinya mengetahui rute yang akan dilalui Luca sebelum bertarung dengan Zankyack."Hm, kalau begitu kita berpencar saja. Ahim ikut denganku." Captain Marvelous memberi kode pada Ahim agar mengikutinya.


"Lalu bagaimana dengan kami?." Tanya Joe berkacak pinggang, perasaan mereka selalu bersama, apa ada sesuatu yang disembunyikan Marvelous darinya?.

__ADS_1


"Terserah kalian saja." Tanpa memperdulikan pertanyaan Joe, Captain Marvelous tetap melangkah pergi meninggalkan mereka, dengan Ahim yang mengekorinya.


...***...


__ADS_2