
...***...
Setelah dua sentai hebat yang menjadi tokoh utama, kali ini dari Kaitou sentai rupanrenja. Kisah bucin yang membuat orang baper?. Mungkin?. Bagaimana ceritanya?. Simak terus ceritanya. Kisah percintaan antara tukang maling vs polisi, kisah cinta yang sangat menarik karena insiden yang tak terduga. Ada unsur kecemburuan yang ditampilkan di sini, jadi simak ya?.
Di kediaman Tsukasa.
Pagi yang cukup cerah untuk melakukan aktifitas, secerah hati Tsukasa yang sedang berbunga-bunga. Kau mau tau kenapa polwan ini hatinya sedang berbunga-bunga?. Apakah ia telah jatuh cinta?. Tapi pada siapa sedang jatuh cinta?. Mau tahu kenapa?.
Kembali ke masa itu.
Pagi itu Tsukasa berjalan kaki, entah kenapa ia ingin jalan kaki pagi, biasanya ia menggunakan mobil patroli saat bertugas. Entah kenapa ia merasa nyaman dengan itu, sehingga ia tersenyum lembut menatap sekitarnya.
"Hum. Sepertinya enak juga jalan seperti ini. Tidak buruk juga." Ucapnya dalam hati sambil menikmati pagi yang cerah. "Banyak yang bisa aku lihat dengan mata ku ini." Dengan senyuman ramah, ia menyapa mereka yang melewatinya saat itu.
"Mereka semua juga sangat ramah, santai, dan juga terlihat sangat bersahabat." Ia selalu membayangkan indahnya hidup ini tanpa adanya kejahatan, terutama kejahatan yang diciptakan oleh Gangler. Tapi apakah dunia yang damai tanpa kejahatan bisa tercipta begitu saja?. "Yosh!. Aku akan melakukan yang terbaik agar dunia seperti itu bisa terwujud." Ucap Tsukasa sambil menyemangati dirinya sendiri, sebagai petugas keamanan perdamaian tentunya itu tugas wajibnya.
Di sisi lain
Kairi baru saja selesai berbelanja kebutuhan Distro, ia tidak ingin lama-lama memegang belanjaan. Saat ia baru berjalan beberapa langkah meninggalkan toko tempat ia membeli beberapa buah dan sayuran segar. Akan tetapi pada saat itu ia melihat orang pada berlari karena dikejar pasangannya?. Entahlah Kairi tidak mengerti. "Ini ada acara lari apa?." Mungkin itu yang ada di dalam pikirannya. Kenapa pagi-pagi begini malah bikin keributan coba. "Mungkin juga ada seseorang yang kesurupan, sehingga ketakutan hingga larian seperti itu." Di sisi lain ada perasaan aneh yang bergentayangan di dalam pikirannya.
__ADS_1
"He?. Ternyata ada makhluk jelek toh?!. pantas saja mereka lari. Dasar makhluk jelek yang datang tidak pada tempatnya. Heh!." Dan ia tahu siapa penyebabnya, yaitu Gangler yang selalu saja hobinya menakuti manusia. "Rasanya mereka tidak punya pekerjaan lain selain menakuti manusia lain apa?. Sangat menyebalkan sekali." Ucapnya dengan sangat kesalnya. Sungguh, ia tidak pernah memikirkan hal berguna apa yang bisa dilakukan para monster itu. "Apakah aku harus melakukannya sekarang?." Kairi mencoba mengeluarkan alat change-nya?.
Kenapa Kairi ingin melakukannya?. Karena gangler itu memiliki kekuatan yang sangat aneh. Orang-orang yang terkena kekuatan Gangler Broken Heart itu membuat malah sebaliknya. Namanya saja yang broken heart, tapi malah kebalikan?. Sungguh kekuatan yang sangat aneh.
Sayangnya ia tidak bisa melakukan itu karena ia melihat Tsukasa sang Patren Sangou, jadi ia memilih menghindar, namun kakinya tersandung sesuatu.
"Huwhoh!. Kenapa malah begini?!." Kairi sangat terkejut dengan itu.
Sialnya ia malah bertabrakan dengan Tsukasa yang sedang berlari di antara orang-orang yang mengalami masalah. Tabrakan itu tidak bisa dihindari, Kairi hampir saja menindih Tsukasa hingga terjadi adegan romantis?. Apakah seperti itu bisa disebut adegan yang sangat romantis?. Sungguh tidak estetik sekali di dalam keadaan kekacauan malah merasa seperti itu. Dan yang lebih parahnya adalah, ia melupakan belanjanya yang sudah berserakan. Kemungkinan saja belanjaannya saat itu sudah tidak tertolong lagi.
Sementara si Gangler melihat adegan itu tertawa kecil. "Baiklah, kalian akan ku buat makin lengket hingga kalian bosan dan putus!." Gangler Broken Heart yang melihat itu semakin senang. "Rasakan bumbu cinta dariku. Broken heart!. Beam!." Ia mengarahkan tembakannya pada Kairi dan Tsukasa yang masih beradegan romantis.
Gangler bernama Broken Heart itu melepaskan tembakan tepat mengenai punggung Kairi?. Lalu apa yang akan terjadi setelah itu?. Apakah mereka Kairi merasakan sesuatu yang berbeda?.
Deg!.
Saat itu ada getaran aneh yang dirasakan oleh Kairi saat itu. Sungguh, ia tidak menduga sama sekali.
"Yosh!. Kalian bisa menikmati masa romantis kalian lagi." Setelah berucap demikian, Broken Heart meninggalkan lokasi, ia mau mencari target baru. "Jika kalian putus, kalian bisa meledak nanti, loh?. Jadi jangan sampai putus ya?. Hihihi!." Ia malah tertawa cekikikan. "Selamat menikmati hari putus." Ia sangat bahagia dengan apa yang telah ia lakukan saat itu.
__ADS_1
Sementara Kairi dan Tsukasa?. Kairi merasakan ada yang berbeda dengan dirinya, ia merasakan ada gejolak asmara yang sedang tumbuh dalam hatinya. "Ba-bagaimana mungkin aku?." Dalam hatinya sangat heran.
ia bangun dan mengulurkan tangannya ke arah Tsukasa, dengan malu-malu Tsukasa menerima uluran tangan Kairi
"Kau terlihat cantik dengan seragammu, tsuka chan. Tidak pantas berbaring di tempat keras seperti itu." Ucapan Kairi seakan ia seorang puitis kelas atas, ia seperti sedang memuji Tsukasa, membuat pipi wanita cantik itu memerah merona.
Tsukasa melepaskan tangannya yang digenggam oleh Kairi. "A-apa yang kau katakan kairi kun?." Ucap Tsukasa malu-malu, ia mendadak kena sakit gagap dan apaan itu. "Tsuka chan?. Sejak kapan kairi memanggil aku seperti itu?." Jantungnya seakan-akan hendak melompat dari tempatnya. "Kau kenapa kairi kun?." Dengan perasaan gugup ia bertanya seperti itu?. "Aku rasa ada yang salah denganku kairi kun." Ya, tidak mungkin Kairi jadi berbeda seperti ini. "Kalau begitu aku akan mengejar gangler tadi." Tsukasa merasa canggung dengan perubahan Kairi, ia rasa ini bukan Kairi yang biasanya.
"Tunggu tsuka chan!." Kairi menahan tangan Tsukasa dengan sangat cepat. "Apakah gangler lebih penting dari pada aku?. Apakah aku tidak begitu penting bagimu?." Raut wajah Kairi mendadak sedih, membuat Tsukasa tidak tega melihatnya.
Deg!.
Kembali jantung Tsukasa berdetak aneh, setelah melihat betapa lucunya Kairi saat itu. "Sangat menggemaskan sekali." Tsukasa sangat kagum akan keimutan yang dimiliki Kairi. "Em. Baiklah, bagaimana kalau kita pergi bersama?. Apakah kau mau ikut denganku?." Tsukasa berusaha untuk tidak mengecewakan Kairi, entah kenapa Kairi hari ini berbeda. Tapi ya sudahlah, tidak ada ruginya.
"Terima kasih, tsukasa chan." Dengan semangatnya Kairi berkata seperti itu, seakan-akan ia seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan mainan yang paling ia sukai.
"He?. Apakah ini nyata?. Apakah aku bermimpi?." Dalam hatinya sangat heran dengan apa yang terjadi.
Sungguh, rasanya sangat heran dengan apa yang dialami oleh Kairi, tapi apa hubungannya dengan kisah ini?. Simak terus ceritanya ya pembaca tercinta. Jangan lupa dukungannya.
__ADS_1
...***...