
...***...
"Siapa kau sebenarnya?." Marvelous mulai tersulut emosi, sebab ia tau itu bukan kekkai seperti Ninja, tapi itu lebih mirip dengan lingkaran mantra sihir.
"Kalau kau merasa sangat penasaran? Kenapa kau tidak mencoba mencaritahu siapa aku?." Ia menyeringai lebar sambil mengejek Marvelous.
"Ho? Ini sangat menarik sekali."
Di tempat Gokaiger
"Whaaaakqh!."
Joe CS kewalahan melawan Zangyack karena ketuanya memiliki kekuatan peledak yang cukup dahsyat. Tapi kekuatan mereka bukan hanya ini sajakah? . Joe yang tidak tahan langsung mengambil renja ki lain untuk ia gunakan.
"Gokai chienji!."
"Shiiiiiinkenja!."
Joe menggunakan renja ki Shinkenja, Shinken blue, ia berusaha melawan pemimpin Zangyack yang bernama Saramandaru dengan menggunakan pedang milik Shinken blue. Dan serangannya berhasil mengenai musuh. Luka yang melihat itu juga ikutan menggunakan renja Ki lainnya.
"Gokai chienji!."
"Gaaaaaaorenja!."
Luka menggunakan Gaoyellow, namun dalam versi Gokaiger?. Kali ini si kuning versi cewek, sedangkan Gaoranger adalah seorang laki-laki. Oke, lanjut fighting nya. Luka yang melihat si Saramandaru terjerembab di tanah langsung mengambil kesempatan untuk menyerang, ia mencengkram leher Saramdanaru kemudian membawanya terbang, setelah itu dilemparnya ke bawah.
"Whaaaaqkh!."
Sepertinya keadaan sedikit berbalik, terlihat sangat jelas dari musuh yang tampak kewalahan menghadapi mereka semua. Musuh seakan-akan tidak diberi kesempatan untuk membalas serangannya.
Si Hijau yang melihat itu juga mengambil kesempatan untuk membalas apa yang dilakukan Saramandaru padanya tadi. "Gokai chienji!."
__ADS_1
"Deeeeeeeeeenjiman!."
"Heh! Sekarang rasakan serangan balik dariku!." Dengan menggunakan Denji green si Gokai green yang melihat Saramandaru yang terjun dari atas, si hijau bersiap-siap menyambutnya dengan pukulan kuat. "Rasakan ini!." Tenanga penuh Hakase mengajajar si Saramandaru, hingga si Saramandaru yang belum sempat menjejaki tanah terbang lagi dan menuju ke arah si Pink.
"Gokai chineji!."
"Daaaaaairenja!."
Si pink menggunakan renja Dairenja, dan sesuai dengan warnanya yaitunya pink. Sebelum Saramandaru benar-benar dekat, si pink bersiap-siap dengan tongkat khas Dairenja, yang terjadi selanjutnya adalah serangan mematikan menunggu musuhnya.
"Hyaah!." Tanpa ragu si pink menghantam tubuh Saramandaru dengan tongkatnya. Lagi dan lagi Saramandaru terkena serangan yang sangat mematikan.
"Whaaaaa!." Kali ini Saramandaru tersungkur ke tanah keras, dan ia merasakan kesakitan. Saramandaru berusaha untuk bangun, ia marah kenapa ia bisa dikalahkan oleh Kaizoku. "Kalian akan membayarnya nanti! Aku pasti akan membalasnya!." Akhirnya Saramandaru kabur melarikan diri, ia tidak tahan juga dikeroyok begitu.
Di tempat Marvelous.
Marvelous tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, seseorang yang menggunakan jubah hitam seperti seorang penyihir.
"Ya, aku hanyalah seorang penyihir yang kehilangan sihirnya." Ucapnya sambil membuka penutup kepalanya, ia tersenyum lebar, tapi tatapan matanya terlihat tajam.
Ya, dia adalah Kai Ozu, MajiRetto dari Majirenja, ia tidak salah kenal orang. "Lama juga kau menyadarinya marvelous." Terdengar suara meremehkan dari Kai Ozu. "Kau terlalu lama bermain-main dengan api, hampir saja kau terbakar karenanya." Setelah itu Kai mengucapkan mantranya, saat itu muncullah kobaran api yang sangat besar mengelilingi mereka berdua?.
Marvelous yang berada dalam kobaran api hanya berusaha bertahan dari panasnya api. Panas itu seakan-akan hendak membakar kulitnya, bahkan ia hampir sama seperti daging panggang.
"Api dan api." Ucap Kai lagi.
Marvelous yang mendengarkan itu langsung teringat dengan apa yang dikatakan oleh navi. "Api dan api? ." Dalam hatinya mengingat kalimat itu. "Mungkinkah MajiRetto akan memberikan informasinya tentang harta karun yang paling berharga?. " Kepalanya sedikit berdenyut ketika ia membayangkan api yang digunakan Kai Ozu bisa membantunya untuk membuka harta Karun terbesar di dunia. "Apa maksudnya itu? Aku sama sekali tidak mengerti." Marvelous berpura-pura kebingungan, padahal secara tidak langsung ia ingin bertanya pada Kai Ozu tentang harta karun yang paling berharga di dunia.
"Kau memiliki dua api, marvelous." Jawabnya singkat, ia sangat jelas melihat api yang dimiliki oleh Gokai Red.
"Kau jangan mengoceh tanpa aku tau apa artinya majiretto, sebaiknya kau katakan saja, aku bukanlah tipe orang yang akan mendengarkan bacotan orang lain dengan santai." Marvelous mulai terasa memanas, lama-lama ia bosan juga.
__ADS_1
"Kau memiliki dua api yang bagus sekaligus menjadi senjata mematikan untukmu marvelous, itulah kenapa aku sebut api dan api." Kai menjelaskan apa yang ia lihat dari diri Marvelous.
"Kau hanya berkata seperti itu? Apa tidak ada yang lebih penting dari itu majiretto."
Marvelous kesal, ia menginginkan lebih dari sekedar obrolan tak masuk di akalnya ini.
"Api keberanian yang merupakan kunci kesuksesanmu dalam mencari harta karun yang ada di dunia ini." Kai tidak memperdulikan ucapan Marvelous, ia terus berbicara. Berbicara yang tidak diketahui apa maksudnya semua itu. "Selain itu, kau mempunyai api cemburu, dan itu sangat berbahaya untukmu marvelous, kau akan terbakar jika api cemburumu lebih besar dari api keberanianmu." Kai terus melanjutkan perkataannya tanpa mempedulikan bagaimana tanggapan dari Marvelous.
"Api cemburu?." Batin Marvelous merasa terganggu dengan kata itu. "Sejak kapan aku merasa cemburu? Kapan api cemburu ada dihatiku? Jangan bercanda." Dalam hatinya seakan-akan sedang mengejek dirinya hanya karena ucapan Kai Ozu.
"Ingat ini marvelous, ingat dengan baik-baik, 34 renja ki tidak akan bekerja dengan baik jika pemilik aslinya tidak memberikan kekuatan mereka dengan sukarela, renja ki yang kalian gunakan itu sama saja dengan renja ki biasa, dan kalian tidaklah bisa dikatakan sebagai supa sentai ke 35 jika tidak berhasil mengumpulkan seluruh kekuatannya." Kai menjelaskan pada Marvelous jika ingin mendapatkan lebih kekuatan dari renja ki.
"Tapi kami baru saja bertemu dengan boukenja, artinya kami sudah mendapatkan satu kekuatan renja ki, tapi apa maksud dari kekuatan sejati itu?." Marvelous mengingat pertemuan mereka dengan Bouken Black dan Bouken iero, itu artinya.
"Kekuatan sejati itu kekuatan yang kalian miliki diakui oleh pemilik aslinya, dalam kasus ini jika kalian tidak tahu apa arti dari kekuatan sejati itu artinya kalian belum diakui oleh boukenja, sayang sekali ya marvelous?." Kai seperti mengejek Marvelous
"Apa kau bilang? Kau ingin mengajak aku berkelahi?." Emosi Marvelous seakan tersulut oleh ucapan Kai menjelaskan, ia tidak suka diremehkan oleh orang lain.
"Sepertinya api cemburumulah menyebabkan semuanya marvelous, menyedihkan sekali." Kai seakan mengejek Marvelous, ia ingin melihat kemarahan dari Marvelous, entah kenapa ia ingin jahil sebentar pada Marvelous.
"Kau jangan membual! Mana mungkin seperti itu!." Marvelous lama-lama kesal juga sama si merah Majirenja satu ini, apa ini maksud dari informasi yang akan diberikan oleh si api?. Ini namanya ceramah dadakan plus tidak berfaedah sedikitpun baginya.
"Sudah aku katakan bukan? Captain marvelous, jika api cemburumu lebih besar dari api keberanianmu kau akan terbakar." Kai terus berkata seperti itu, ia ingin memancing amarah yang dirasakan Marvelous. "Boukenja itu para petualang, mereka melindungi precious agar tidak digunakan oleh orang-orang jahat, tidak semudah itu ia memberikan kekuatannya" lanjutnya lagi. "Seperti yang kau ketahui, jiwa petualang itu adalah manusia yang memiliki jiwa pemberani, jiwa yang memiliki keberanian untuk mengalahkan rasa penakut, pengecut, juga jiwa cemburu seperti kau saat ini marvelous." Entah kenapa Kai Ozu bisa mencermati Marvelous sepanjang lebar itu, ia hanya ingin melihat reaksi dari Marvelous tentang api dan api yang akan ia lalui dalam pencarian harta karun terbesar yang ada di dunia.
"Orang ini benar-benar ingin menguji kesabaran yang aku rasakan saat ini." Dalam hatinya sudah sangat kesal, hingga ia mengambil ancang-ancang untuk menyerang Kai Ozu.
"Jika kau benar-benar ingin mendapatkan kekuatan mereka secara sukarela kau harus memadamkan api cemburu mu dulu, sebab api cemburu mu lah yang akan menghambat tujuanmu marvelous." Setelah berkata demikian Kai Ozu menghilang entah kemana bersamaan dengan hilangnya api yang berkobar tadi.
"Apaan coba? Jadi kau ingin mengatakan kalau kami hanya dimanfaatkan oleh boukenja? Aku kutuk kau kai ozu." Marvelous merasakan amarah luar biasa dalam dirinya. "Dimanfaatkan? Sejak kapan aku dimanfaatkan oleh orang lain?." Dalam hatinya sangat tidak terima dengan itu.
Sedangkan si Kai yang belum pergi jauh, ia sebenarnya sedang memantau Marvelous dengan jarak yang aman malah tertawa geli melihat ekspresi Marvelous. "Pfff! Sepertinya dia percaya kalau boukenja memanfaatkan dirinya, padahal itu bohong." Ia tidak dapat menahan tawanya. "Ckckck! Sia saja yang tidak menyadari kalau boukenja memang sudah memberikan kekuatan mereka padanya, dasar payah kau marvelous, itu saja kau tidak bisa menyadarinya. " Ia sampai tertawa terpingkal.
__ADS_1
Apa?. Jadi itu hanyalah kebohongan saja?. Si merah satu ini suka menjahili orang lain, bahkan juniornya Gokai Red?. Kita lihat saja bagaimana hasilnya. Ya, walaupun agak keterlaluan?. Maaf yaaa Bouken Black, maaf ya Bouken Yellow?. Kai Ozu hanya jahil saja, jadi jangan dendam padanya. Sebagai senior Kai Ozu hanya bercanda saja, supaya Marvelous si Gokai Red tidak terlalu manja dalam mencari apa yang mereka inginkan sebagai Kaizoku atau namanya bajak laut angkasa. Biarkan mereka mencari harta berharga itu dengan cara mereka, walaupun adanya api cemburu yang mungkin akan membakar Marvelous suatu hari nanti.
...***...