KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 52


__ADS_3

...***...


Sepertinya terlalu banyak yang ikut bersama Koh saat itu. Mungkin mereka benar-benar ingin mengatakan sesuatu?. Apakah yang akan mereka bicarakan nantinya?. Simak terus ceritanya.


Begitu sampai di rumah Ui?.


"Permisi. Kami masuk ya."


"Langsung ke sana saja ya senpai." Koh mempersilahkan seniornya itu masuk dan duduk di ruangan yang cukup untuk mereka semua.


Mereka semua masuk ke rumah Ui?. Tentunya pemilik rumah sangat terkejut dengan apa yang ia lihat saat itu. "Apa?. Apa? Apa ini?. Kenapa kau membawa teman sebanyak ini koh?." Ayah Ui terkejut melihat banyak orang masuk ke rumahnya.


"Maaf ya ayah. Kami ada pertemuan dadakan, jadi bisa kami di sini sementara waktu?." Koh sebenarnya sangat takut, namun demi mendengarkan curhatan para seniornya ia terpaksa seperti ini.


"He?." Ayah Ui sangat heran dengan apa yang ia dengar saat itu.


"Mereka siapa koh?" Tanya Meruto penasaran, begitu juga dengan Asuna. Kok banyak yang berpakaian serba merah gini yak?. Setidaknya itu yang ada di dalam pikiran Meruto dan Asuna saat itu.


"Mereka semua senpai kita." Koh tidak terlalu mengenali nama si merah harimau yang mengaum keras tadi.


"Namaku kakeru shishi. gao retto dari hyakujuu sentai gaorenja" Kakeru memperkenalkan dirinya, ia berinisiatif menyebut namanya.


"Huooo keren. Sangat keren." Ui malah kagum sambil merekam moment langka itu.


"Aku shiina yousuke. hariken retto dari ninpu sentai harikenja, salam kenal ya?. Maaf jika kami datang ke sini." Lanjut Yousuke memperkenalkan dirinya. Meskipun sebenarnya merasa bersalah datang di saat yang tidak tepat, tapi ia memang butuh tempat untuk curhat saat itu.


"AH!. Shinobi-san, kah?." Ui tidak percaya ada Sentai Shinobi diluar sana. "Sangat luar angkasa, eh luar biasa." Ui salah dalam berbicara, dan hampir saja mengundang tawa bagi mereka semua.


"Aku tidak tau ada sentai diluar sana. Tapi ini sungguh sangat kern luar biasa." Ucapan Ayah Ui diabaikan.


"Namaku akaza banban, panggil saja ban. Deka retto, dari tokusou sentai dekarenja." lanjut Ban memperkenalkan namanya. "Jika kalian mengalami masalah saat bersama polisi lainnya?. Kalian bisa menemui aku nantinya." Lanjutnya dengan penuh percaya diri.


Asuna tepuk tangan. "Huoh!. Bahkan ada pak polisi juga." Asuna kagum ada Sentai polisi juga?. "Kalau begitu aku buat masalah sekali, dan aku ingin melihat bagaimana caranya ban senpai menyelesaikan masalahku nantinya." Dalam hati Asuna telah tersimpan niat yang sangat tidak baik.


"Namaku akashi satoru. Bouken retto, dari gogo sentai boukenja." Lanjut Akashi memperkenalkan namanya. "Jika kalian tertarik dengan harta berharga, maka aku akan mengajak kalian mencarinya." Akashi sangat berwibawa ketika mengajak mereka.


"Aku akan ikut denganmu akashi senpai." Meruto terlihat sangat bersemangat dengan apa yang akan ia lakukan nantinya.


"Tentu saja." Akashi semkin bersemangat, karena Meruto tertarik dengan apa yang ia ucapkan tadi.


"Petualangan kah?. Apa mencari benda berharga?." Asuna penasaran dengan Boukenja. "Harta seperti apa yang mereka kumpulkan, ya?." Dalam hatinya sangat penasaran. "Mungkin saja mencari harta yang penting yang bisa dimakan bersama?." Ia malah tertawa cekikikan sambil membayangkan itu.

__ADS_1


"Lantas bagiamana denganmu?. Siapa namamu?." Ayah Ui yang berani bertanya?.


"Namaku shiba takeru. Shinken retto dari samurai sentai shinkenja." Jawab Takeru dengan kalemnya, tapi mereka semua maklumi saja. Karena memang seperti itu bawaannya.


"Waduh!. Kok dingin gitu, ya?." Dlam hati Ui sangat heran dengan sentai yang satu ini.


"Benar-benar sangat keren. Ada shinobi dan sekarang ada samurai. Sangat luar biasa sekali meruto." Asuna terlihat sangat bersemangat, hingga tanpa sadar ia menepuk pundak Meruto.


"Owh!." Meruto sedikit meringis sakit.


"Huoh!.' Mereka yang melihat itu sangat terkejut. Tapi hanya sebentar saja, karena Meruto memberi kode pada mereka agar terus melanjutkan perkenalan mereka saat itu. "Aku baik-baik saja, ini sudah biasa." Ucapnya sambil menahan sakit.


"Namaku arata. Gosei retto dari tenso sentai goseija." Ucap Arata dengan ramah, dan senyumannya sangat ramah, sehingga membuat mereka terbawa suasana?.


"Hua!. Sangat manis sekali." Dalam hati Asuna dan Ui terpaku dengan senyuman ramah Arata.


"Tapi bukan malaikat maut, kan?. Senpai." Meruto malah memberikan pertanyaan seperti itu. Sehingga membuat mereka semua tertawa ngakak.


"Kau jadi malaikat kematian di matanya arata senpai." King tak dapat menahan tawanya.


"Yang sabar ya?. Kadang dalam sekejap pemikiran manusia akan berpikir ke sana." Ban menepuk pundak Arata dengan pelan.


"Ahahaha!. Aku tidak menduga sama sekali jika kesan pertama yang dia lihat padamu seperti itu." Kakeru juga merasa prihatin dengan juniornya.


"Sungguh maafkan aku arata-san." Meruto merasa bersalah karena telah berkata seperti itu pada seniornya seperti itu.


"Um. Tidak apa-apa." Arata sangat memaklumi itu, meskipun hatinya sangat tersinggung dengan sebutan malaikat kematian.


"Tidak apa-apa, kadang seperti tiu kesan orang lain, begitu juga dengan pandangan mereka terhadap aku dulu." Akashi malah curhat?.


"Huoh?. Memangnya seperti apa akashi senpai?." King malah tertarik dengan ucapan Akashi.


"Bahwa berpetualang itu hanyalah membuang waktu dan tenaga, tidak menghasilkan uang sama sekali kecuali menghabiskan uang." Dengan perasaan hancur ia berkata seperti itu.


'Juga merusak alam." Sambung Takeru dengan sangat jengkelnya. "Senpai macam apa kau ini?."


"Eh?." Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan Takeru.


"Baiklah. Maafkan aku. nanti akan aku perbaiki lagi tanah yang telah aku gali itu." Akashi hanya mengalah saja, dan ia tidak ingin ribut dengan takeru.


Mereka hanya menghela nafas, setelah keadaan keduanya sedikit aman. "Sebagai seorang kepolisian sebenarnya aku ingin membantu kalian dalam menyelesaikan masalah ini." Dalam hati Akaza Banban merasa prihatin dengan masalah yang terjadi antara Takeru dan Akashi.

__ADS_1


"Yooo kouhai tachi!." King mencoba mengalihkan mereka semua. "Namau kiryu daigo, dari jyuuden sentai kyoryuja." Lanjutnya dengan semangat yang sangat luar biasa. "Tapi aku lebih suka dipanggil king. Salam kenal ya?." Ucap King dengan semangatnya, membuat mereka ikutan semangat. "Areruze tomete minna." Ia tak lupa dengan simbol yang selalu ia katakan itu.


"Areruze tomete minna!. Salam kenal senpai." Meruto dan Asuna mengikuti gaya senpai-nya itu.


"Huoh!. Itu sangat yang sangat luar biasa dari sesama aliran." King semakin bersemangat dengan apa yang telah dikatakan oleh Asuna dan Meruto.


"Oh ya ampun,. Mereka terlalu bersemangat." Koh hanya tertawa kecil melihat Meruto yang tidak biasanya bersemangat seperti itu .


Sedangkan yang lainnya hanya memaklumi saja, memang sangat enak jika satu aliran, ah!. Maksudnya satu genre memang sangat enak jika bertemu.


"Lantas bagaimana dengan senpai?." Koh langsung bertanya pada satu orang lagi yang hampir saja terlupakan?.


"Namaku yamato kazakiri. Jyuuo iguru dari doubutsu sentai jyuuoja." Yamato juga memperkenalkan dirinya.


"Salam kenal senpai." Ucap Meruto, Asuna dan Ui dengan semangatnya. "Apakah sama dengan kakeru senpai?." Ia penasaran dengan itu.


"Bisa jadi seperti itu." Kakeru yang menjawabnya.


"Seperti itulah kira-kira." Yamato tidak merasa keberatan jika dibilang sama dengan seniornya.


"Hm?. Lalu kalian siapa?." Tanya King penasaran melihat dua orang yang dari tadi duduk diam saja.


"Ternyata keberadaan kami dilihat juga." Dalam hati


"Ha?!." Koh langsung konek ia berjalan ke arah si baju merah dan hijau yang hanya diam sambil menyimak mereka dari tadi.


Mereka tidak menyangka ada dua orang yang menyimak pembicaraan mereka dengan raut wajah yang sangat bosan?.


Bamba heran dengan mereka semua.


"Mereka ini pada ngapain kenalan nama segala coba?. Memangnya absen sekolah, kah?." Dalam hati Towa sangat heran dengan apa yang telah mereka lakukan dari tadi.


"Yang ini namanya bamba. Ryusou burakku." Koh yang inisiatif memperkenalkan Bamba. "Dan ini adeknya towa, ryusou gurin." Koh yang memperkenalkan mereka pada seniornya.


Bamba dan Towa hanya diam memberikan sapaan kecil. "Dua lagi yaitunya meruto. Ryusou buru, dan asuna ryusou pinku." Lanjut Koh memperkenalkan dua temannya Meruto dan Asuna.


Asuna, Meruto, Towa, dan Bamba tidak menyangka akan bertemu dengan senior mereka, terutama Kyoryu Red, sesama Sentai Dinosaurus?. Ini adalah momen yang sangat langka yang pernah mereka alami selama ini.


"Tapi kenapa senpai semua bisa berada di sini?." Setidaknya itulah yang menjadi pertanyaan Asuna saat itu. "Tidak biasanya adanya pertemuan yang sepertti ini. Apakah terjadi sesuatu?." Pertanyaan seperti itu muncul begitu saja dari kepalanya.


Bagaimana jawaban dan tanggapan mereka saat itu?. Apakah yang akan mereka jawab?. Dan apa yang akan mereka lakukan setelah ini?.

__ADS_1


...***...


__ADS_2