
...***...
Setelah cerita cinta dan cerita komedi mungkin yang telah terjadi diantara mereka, dan ada kemungkinan kali ini adalah keluhan yang dirasakan oleh mereka yang merasakan betapa beratnya hidup ini. Siapakah mereka yang berperan dalam kisah ini?. Simak dengan baik bagaimana kisahnya.
"Sebenarnya mereka mau apa ke sini ya?." Tanya Ui penasaran. Sepertinya mereka terlihat serius sekali.
Namun sayangnya saat itu mereka sama sekali tidak diizinkan untuk mendekat kecuali Koh?. Meskipun agak kecewa tapi mereka saat itu hanya nurut saja demi menjaga keamanan bersama. Apa jadinya jika senior mereka malah ngamuk hanya karena sedang galau?. Itu sangat tidak lucu sama sekali. Saat ini Ui, Meruto, Asuna, Towa, Bamba dan ayah Ui sedang mengamati para Sentai merah lagi berkumpul bersama?. Padahal saat itu mereka sangat penasaran dengan apa yang mereka bicarakan, sehingga mereka hanya bisa menguping dari jarak yang sangat aman.
"Biarkan saja, toh mereka sesama sentai merah, kita lihat dari jauh saja. Tidak perlu ikut campur dengan masalah mereka." Bisik Bamba, ia sebenarnya malas ikut campur, tapi rasa penasaran membuatnya ikut menguping juga.
"Tapi kenyataannya kau malah ikutan nguping juga tuh." Dalam hati Meruto merasa heran dengan sikap mereka yang sangat tidak sesuai dengan perbuatan. "Apaah ada sesuatu sehingga senior kita berkumpul?. Apalagi di sana ada koh. Mereka tadi hanay kenalan saja, dan seelah itu kita diusir oleh mereka semua." Meruto sangat penasaran dengan pertemuan sentai merah yang sangat tidak terduga sama sekali.
"Hum. Aku rasa begitu. Aku yakin ada sesuatu yang sangat penting yang mereka bicarakan. Atau itu hanya pembicaraan antar sesama merah saja?." Asuna setuju dengan apa yang dikatakan oleh Meruto, tumben Sentai merah bertemu seperti ini kan?.
"No!. Aku rasa tidak begitu." Bantah Towa, jika masalah serius kenapa Sentai merah saja coba?. "Jika benar harusnya semua, sentai lainnya juga ikut terlibat, bukan merah saja. Seperti pada movie gokaija. Dan selain itu, bukan hanya beberapa sentai merah saja yang datang, jika memang itu sangat penting." Towa mengamati dengan sangat baik, bagaimana pertemuan mereka saat itu.
"Hum?."
Towa jadi pusat perhatian, masuk akal juga atas apa yang telah dikatakan Towa. Namun yang pasti saat itu mereka mengintip dari jarak yang sangat aman. Dari pada menebak-nebak apa yang terjadi sebenarnya?.
Yops!. Langsung saja kita intip ke TKP.
Mereka duduk melingkar. Koh duduk dekat King, selanjutnya Kakeru, Yousuke, Takeru, Ban, Akashi, Arata, Yamato. Seperti yang dikatakan oleh Towa, jika ada beberapa sentai merah yang saat itu bersama Koh.
__ADS_1
"Salam kenal senpai tachi, namaku koh." Ucapnya sambil memperkenalkan namanya pada seniornya. "Ryusou retto dari kishiryu sentai ryusouja." Agak takut-takut dan bercampur sungkan ia berkata seperti itu. "Mungkin senpai tachi mengalami hal yang berat selama ini sekarang tuangkan saja semuanya, aku siap mendengarnya." Ucap Koh dengan semangatnya sambil memperkenalkan dirinya, ia tidak tau jika pertemuan dadakan ini membuka sesi curhatan para leader Sentai.
Sedangkan Bamba CS yang mendengar ucapan Koh merasa cengo. Apakah hanya itu saja tujuan dari mereka bertemu?. Hanya untuk curhat saja?. Apakah benar memang seperti itu yang mereka lakukan?.
"Apa maksudnya coba?." Dalam hati mereka masingmasing berkata seperti itu. "Jangan-jangan?." Mereka serentak takut memikirkan apa yang akan mereka bicarakan?. Bamba yang biasanya sangat cuek?. Dan sekarang malah bereaksi dengan apa yang ia dengar tadi?.
Balik lagi ke TKP sesi curhat.
"Baiklah. Kalau begitu mulai dari king senpai saja." Koh jadi bingung mau mulai dari siapa. Namun saat itu yang pertama kali ia temui saat itu adalah King. "Kenapa senpai lari tadi dengan mini tyra tadi?. Bukan lari dari kenyataan, kan?. Soalnya larinya cepat sekali." Ucapnya sedikit bingung.
Sedangkan yang lainnya sedang berusaha untuk tidak tertawa mendengarkan apa yang dikatakan oleh Koh. Ini namanya curhat sambil dihibur dengan pertanyaan yang membuat ginjal tertawa ngakak.
"Soal itu." King mengingat kenapa ia lari tadi, "Aku menghindari pesta kecil yang diadakan oleh teman-temanku, karena aku tidak bisa memilih." Ucap King sedikit ragu, haruskah ia menceritakan pada mereka.
"Memilih?." Secara serentak mereka bertanya seperti itu. "Memilih apa?." Setidaknya itu yang ada di kepala mereka semua.
"Coba jelaskan pada kami. Mungkin kami bisa membantu." Ban memang sangat suka membantu.
"Benar itu. Jangan sungkan untuk mengatakan pada kami." Akashi juga terlihat sangat meyakinkan.
"Katakan saja senpai." Yamato juga ingin mendengarnya.
"Mungkin kami nanti bisa membantumu memberikan pilihan." Arata dengan senyuman ramah berkata seperti itu.
__ADS_1
"Ah!. Malah penasaran aku jadinya." Dalam hati Yousuke tidak sabaran untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan King.
"Lantas?. Pilihannya apa king-chan?." Kakeru malah menepuk pundak King yang terlihat sangat ragu dengan apa yang akan ia sampaikan saat itu. Sungguh, kegalauan yang sangat berat.
"Aku bukanlah seperti ian yang terkenal playboy, ataupun ucchi si pemalu." Ucapnya sambi mengingat bagaimana sikap teman-temannya saat itu. "Aku juga bukan seperti souji yang pendiam, ataupun nossan yang tidak laku sampai sekarang." Lanjutnya lagi. Meski begitu mereka tetaplah temanku." Lanjutnya dengan sangat sedih?.
"Ini mau curhat atau malah menghina temannya?." Dalam hati mereka sangat heran dengan apa yang dikatakan oleh King.
"Apakah ada masalah dengan teman-temannya?. Sehingga seperti itu ucapannya." Dalam hati Kakeru sedikit bingung.
"Lalu apa hubungannya dengan memilih coba?. Katakan dengan sangat jelas king. Jangan membuat kami merasa heran." Yousuke malah cengo.
"Benar itu king." Ban juga ikutan bingung. "Apakah terjadi sesuatu padamu dengan teman-temanmu?." Ban tidak ingin berpikir yang aneh-aneh duluan.
"Dengarkan aku dulu." Kali ini King terlihat sangat serius dengan apa yang akan ia sampaikan.
"Um."
Mereka juga terlihat sangat serius menanggapi ucapan King. Karena sesungguhnya mereka semua sangat penasaran dengan apa yang akan disampaikan King.
"Aku disuruh memilih." Ucapnya memberi jesa. "Memilih antara menikah dengan amy, yayoi atau mikoto. Itu membuatku galau berat." Lanjut King langsung pada inti permasalahannya.
Ucapan King pada saat itu memnag terdengar sagat pelan, dan sangat galau berat?. Karena disuruh untuk memilih salah satu dari tiga wanita yang akan menjadi istrinya?. Apakah ia tidak salah?. Benarkah seperti itu pilihannya itu?.
__ADS_1
Next.
...***...