KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 40


__ADS_3

...***...


Mereka semua telah berkumpul, dan saat itu pula mereka bisa melakukannya bersama-sama. Tentunya mereka akan mengalahkan Damego.


"Yho!. Gokai red!. Cepat lakukan!. Ini adalah tugasmu, kan?." Deka Red menepuk kepala Gokai Red dengan penuh amarah yang membara. "Kau harus jadi kouhai yang baik. Atau aku akan memenjarakan mu atas fitnah yang kau ucapkan sebelumnya." Dengan hawa merah yang menyelimuti dirinya saat itu, ia benar-benar sangat kesal dengan apa yang terjadi sebelumnya.


"Berisik." Gokai Red menepis tangan Deka Red dengan kuat.


"Jangan menghindar. Atau aku buat kau kehilangan kepalamu ini." Deka Red memang marah tingkat dewa. Ia arahkan D-Magnum miliknya yang telah ia takut jadi senjata mematikan itu.


"Dia ini punya dendam ternyata." Dalam hati Lupinranger dan Patranger ngeri melihat bagaimana Deka Red.


"Ya, ya. Nanti saja." Gokai Red mengalah juga akhirnya." Sungguh, ia tidak memiliki waktu untuk meladani Deka Red yang terlanjur marah padanya.


"Huh!. Lihat lah yosuke san. Dia berani mengabaikan aku." Rengek Deka Red mengadu Pada Hurricane Red.


"Ahahaha!. Jangan bawa-bawa aku." Hurricane Red hanya pasrah saja.


"Yho!. Lupin red!. Jangan permalukan reputasi mu sebagai kaitou." Gokai Red mengambil satu Renja Ki dan memasukkannya ke Gokai Gun yang ada di tangannya. Gokai Retto melepaskan satu tembakan dan mengarahkan satu tebasan pedangnya ke arah Damego


Dan serangan itu berhasil mengenai Damego?. "Sial!. Kalian berani membuat aku lengah dengan mendengarkan ocehan unfaedah itu." Damego merasa sangat kesal. Dengan bodohnya ia malah menyimak pembicaraan itu, padahal sudah sangat jelas ia merasa diabaikan oleh mereka semua.


"Heh!. Jangan khawatir senpai!. Goodie ayo kita lakukan." Lupin Red tidak mau kalah dari Gokai Red. Lupin Red bersiap untuk menembak dengan bantuan Good Strike.


"Baiklah, aku juga ikut." Hurricane Retd tidak mau ketinggalan.


"Uchuu ninja ren kengi shipugan!."


Hurricane Red dengan serangan tebasan pedangnya.


Abare Blue juga dengan serangan andalannya, sementara itu yang lainnya nimbrung dalam menyerang Damego. Deka Red mengarahkan tembakan andalannya, ia tidak mau wibawanya sebagai seorang polisi hancur karena akibat ulah Gangler, oleh sebab itu ia tidak boleh menyerah hanya karena tenaganya terkuras habis. Damego kesulitan melawan mereka, saat itu tiba.


"Mari kita selesaikan ini." Mereka semua telah menggabungkan kekuatan mereka.


"Ahim!." Gokai Yellow yang kembali normal melemparkan pistolnya ke pada Gokai Pink, dan Pink melemparkan pedangnya pada Yellow.


"Wuoh!. Senjatanya terbang!." Patren Nigou malah heboh sendiri melihat adegan yang menurutnya itu sangat aneh.


"Hakase!." Gokai Blue memberi kode pada Gokai Green agar bertukar senjata.


"Apakah mereka bertarung selalu seperti itu?." Lupin Yellow keheranan melihat apa yang Gokaiger lakukan, apalagi kemampuan mereka dalam menggunakan senjata.

__ADS_1


Si Yellow sangat hebat dengan jurus pedangnya, begitu juga Blue, Si Hijau dan Si Pink juga mahir dalam menembak, sementara si merah mahir keduanya?.


"Final wave."


Mereka menyerang bersamaan dengan kombinasi. Apakah ini kekuatan asli dari Gokaiger?. Jika iya, itu terlihat sangat keren.


Ekhem!. Sepertinya Lupin Yellow sangat, sangat, mengagumi sosok Gokaiger meski ia tidak tahu kalau akhir-akhir ini bersikap aneh, oleh karena itu ia harus selesai dengan waktu yang ditentukan.


"Aku tidak pernah melihat pertarungan keren seperti itu." Patren X juga ikut berkomentar, sayangnya ia tidak dapat berubah menjadi Lupin X dalam kasus ini.


Dan kemudian Meraka semuanya menyerang Damego, hingga Damego benar-benar kewalahan dan tidak melakukan perlawanan. Sungguh, ia tidak diberikan kesempatan untuk menghadapi mereka semua. "Ini sangat tidak adil, aku kalah dengan dikeroyok mereka semua. Belum sempat aku menghindari serangan salah dari dari mereka. Eh malah kena hajar sama yang lainnya." Hatinya sangat miris dengan kenyataan itu.


Berikutnya Gokai Retto mengeluarkan Galleon Buster. Apakah mereka benar-benar tidak memberikan dirinya untuk melawan?. Siapa yang kejam sekarang?.


"Wah!. Mereka benar-benar terlihat keren ya?." Lagi dan lagi Lupin Yellow mengagumi Gokaiger, sungguh baru kali ini ia melihat sentai yang keren seperti ini.


"Heh!. Tidak punya waktu untuk itu, kita juga." Lupin Red juga ingin tampil.


"Kita juga!." Keiichiro juga tidak mau ketinggalan. "Aku sangat kesal dengan mereka!." Ucapnya dengan emosi yang membara.


"Ayo lakukan!." Deka Retto memberi aba-aba pada Deka Break untuk menyatukan serangan. Abare Blue dan Hurricane Red juga tidak mau ketinggalan.


"Aku akan kembali menuntut balas pada kalian semua!." Ucapnya sebelum pergi untuk selamanya.


"Jika kau berani kembali lagi. Akan aku bunuh kau sampai jadi mayat lagi. Heh!." Dengan kesalnya ia berkata seperti itu.


"Kau kejam sekali." Ucap mereka bersamaan, kecuali Gokai Pink yang hanya tertawa kecil mendengarkan ucapan itu.


Di Markas Gangler.


"Bagaimana bos?. Apa dilanjutkan?" Tanya bawahannya pada bos-nya.


"Kurasa tidak perlu, sebab dia bukan gangler. Dia hanya sampahnya zangyack saja." Balas si Bos merasa tidak perlu membantu Damego.


"Baik bos." Ia hanya nurut saja.


...***...


Kembali ke lokasi pertarungan.


Mereka semua merasa lega karena telah mengalahkan musuh yang kuat. Tetapi?.

__ADS_1


"Serahkan semua renja ki yang kalian miliki!." Patren Ichigo mengarahkan pistolnya tepat di kepala Gokai Green, membuat mereka terkejut.


"Hah?!. Bicara apa kau ini?." Gokai Green merasa aneh pada Patren Ichigou.


"Kalau kau menginginkan renja ki tidak begitu caranya." Gokai Blue malah mengarahkan dua pedang berbentuk silang tepat di leher Patren ichigou, membuat suasana sedikit tegang.


"Sudahlah. Tidak baik mengancam polisi." Canda Abare Blue sambil menepuk pundak Gokai Blue. "Lagi pula kalian ini masih anak bawang, jadi jangan berani mengancam orang lain seperti itu." Lanjutnya sambil menepuk pundak Patren Ichigo.


"Ayolah!. Bagaimana kita istirahat sejenak?. Rasanya tubuhku sakit semua karena ulah seseorang yang mengamuk." Ucapan Deka Red melirik ke arah Gokai Red, tentunya Gokai Red menjadi pusat perhatian mereka.


"Berisik!. Jangan melihatku seperti itu!." Gokai Red mendadak sewot, apa maksud ucapan si Deka Red coba, juga tawa mereka itu?.


"Hn?!." Gokai Red tidak melihat keberadaan Rupanrenja, kemana mereka?.


Sedangkan Kaitou mengamati kegembiraan mereka dari atas bangunan. "Oh?. Ternyata mereka udah menghilang aja?." Dalam hatinya sedang melihat ke arah mana mereka harusnya pergi.


"Sepertinya ini akhir yang baik." Ucap Lupin Yellow sedikit lega.


"Ya, kau benar. Ayo kita pergi." Rasanya Lupin Red ingin istirahat, ia ingin cepat tidur.


Tetapi saat mereka ingin berbalik mereka melihat Gokai Red yang berdiri santai menghadang mereka.


"Apa yang kau inginkan?. Gokai red?." Lupin Blue sedikit waspada terhadap Gokai Red.


"Sepertinya kalian memang tidak cocok dengan para polisi di sana." Gokai Red berjalan melewati mereka tanpa menghiraukan pertanyaan dari Lupin Blue, ia melihat ke bawah melihat bagaimana keakraban yang sedang terjalin di antar mereka.


"Yaps!. Itu benar. Kami dan polisi seperti air dan minyak yang saling bersebrangan." Balas Lupin Red dengan nada santai.


"Heh!. Lain kali kita lanjutkan pertarungan dalam merampok, dan tantangan yang lebih menyenangkan." Ucap Gokai Red menatap Lupinranger. "Sampai jumpa." Gokai Red melompat dari sana, membuat Lupinranger terkejut melihat itu.


"Oi!." Ketiganya langsung bereaksi.


Namun saat itu mereka sangat tercengang, karena ia menggunakan renja ki zyuoh eagle.


"Fyuh!. Dia itu membuatku hampir jantungan saja." Ucap Lupin Yellow merasa lega.


"Heh!. Tapi menarik juga tantangannya itu." Lupin Red mengingat dengan baik apa yang diucapkan oleh Gokai Red. "Lain kali aku tidak akan kalah darinya. Gokai red!. Dia itu sangat kuat, dan budak cinta." Dalam hatinya ingat bagaimana ganasnya dan bapernya Gokai Red.


"Bertarung dalam merampok?. Tidak buruk juga." Lupin Blue merasa tertantang, boleh juga untuk di coba, lalu siapa yang menang?. Lain kali mereka tidak akan mengalah begitu saja, ini hanya keberuntungan Gokaiger saja.


...***...

__ADS_1


__ADS_2