KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 29


__ADS_3

...***...


Saat itu Yosuke dan Yukito masih bersama ketiga anggota Gokaiger. Sebenarnya pada saat itu mereka sedang menikmati libur?. Tapi entah kenapa mereka malah mendengarkan masalah yang sangat tidak biasa dialami oleh para pemburu harta Karun itu.


"Hn. Itu lumayan rumit." Yukito tidak bisa berkata banyak. "Rasanya memang mustahil dekaranger yang melakukan itu. Apalagi dengan alasan mengambil ah tidak mencuri paksa renja ki disertai pembunuhan." Ia memang tidak dekat dengan Dekaranger, hanya saja apa yang mereka katakan sungguh tidak masuk akal. "Meski pun aku tidak dekat, setidaknya dekaranger bukanlah polisi yang bertindak seperti itu hanya demi mengambil kembali kekuatan mereka." Lanjutnya lagi. 


"Apa senpai bersedia membantu kami?. Sebab ada masalah lain yang akan timbul di saat bulan purnama malam nanti, meski kami tidak tau apa yang akan terjadi." Hakase mencoba mengingat apa yang dikatakan oleh Navi sebelum mereka pergi meninggalkan Galleon.


Yousuke dan Yukito berpikir sejenak. Apa mereka harus membantu Kouhai mereka yang sedang dilanda masalah yang cukup menguras perasaan ini.


"Baiklah. Tapi kami tidak bisa bertarung jika tidak menggunakan renja ki. Kalian tahu itu,kan?." Yousuke tidak punya pilihan lain, ia juga tidak mau terjadi perpecahan dan pembunuhan antar dua sentai. Dan ia memang membutuhkan Renja Ki untuk berubah kembali menjadi Hurricane Red. Masa ia mau bertarung dengan mode biasa?. Apa kata ayang bebnya nanti jika ia pulang dalam keadaan bonyok sana sini di wajahnya?. Sungguh tidak bisa dibiarkan begitu saja.


"Tentu saja kami akan mengembalikan renja ki milik senpai." Hakase sangat senang mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Yousuke.


"Lalu bagaimana denganmu yukito san?." Luka memberanikan dirinya untuk bertanya.


"Jika yousuke san setuju, aku juga setuju." Balas Yukito dengan senyuman ramah. Tentu hal itu membuat Joe, Luka dan Hakase merasa lega karena kedua Seniornya ini mau membantu mereka.


"Terima kasih yukito san, yousuke san." Luka, Joe, dan Hakase sangat senang karena kedua Seniornya ini mau membantu mereka, meski dengan syarat mengembalikan Renja Ki?. Tidak apa-apa, yang penting mereka dapat keluar dari masalah yang sangat rumit itu.

__ADS_1


Jika masalah renja ki, itu tidak masalah. Namun yang pasti mereka dapat menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi?. Setelah itu mereka menyusun rencana untuk malam nanti. Apakah mereka akan berhasil?. Simak terus ceritanya.


...***...


Di RS.


Deka Blue, Deka Green, Deka Yellow, Deka Pink dan Gai sedang di rawat, mereka sedang tidak sadarkan diri. Lalu bagaimana dengan Deka Red?.


Karena berada di belakang Gai ia tidak begitu kuat terkena serangan. Bukan bermaksud ia menjadikan Gai sebagai tamengnya, hanya saja ia kebetulan berada di belakang Gai, jadi ia tidak mendapatkan luka yang serius. Begitu juga dengan Deka Break, ia hanya luka ringan, jadi ia tidak dirawat. Saat ini ia berada di Kantor Polisi Global untuk melanjutkan diskusi mengenai pengamanan Red Diamond?. Apakah mereka masih akan melakukan tugas itu?. Tentu saja, karena itu memang tugasnya. Sedangkan Ban melihat kondisi teman-temannya yang sedang di rawat.


"Senpai. Siapa sebenarnya gokai red itu?. Kenapa dia bernafsu sekali ingin membunuh senpai semuanya?." Tanya Keiichiro sambil melihat satu persatu Seniornya yan sedang terbaring di tempat tidur pasien serta satu orang yang tidak ia ketahui?.


"Aku rasa terjadi kesalahpahaman antara kami." Jawab Ban.


"Ya. Tentu saja kami pernah bertemu sebelumnya." Balas Ban. "Bahkan saat itu dia meminjam kekuatan kami, untuk mengalahkan pasukan zankyack." Lanjutnya sambil mengingat bagaimana pertemuan itu.


"He?. Rasanya sangat sulit dipercaya bagaimana hubungan senpai dengan mereka." Keiichiro tidak bisa membayangkan bagaimana kedekatan mereka.


"Ya, aku rasa begitulah." Ban juga sulit menjelaskan dengan kata-kata bagaimana hubungan mereka dengan Gokaiger.

__ADS_1


"Apakah mereka semua berasal dari planet yang berbeda?. Lalu bagaimana dengan orang itu." Keiichiro menunjuk ke arah Gai yang juga ikut menjadi korban.


"Dia adalah satu-satunya makhluk bumi yang bergabung dengan gokaiger, namanya ikari gai." Ban sedikit mengetahui tentang itu. "Dulu kami pernah bertemu dengan gokaija, mereka terlihat bersahabat. Mungkin karena masalah ini mereka jadi ganas." Ban tahu siapa Gai, meski dulu ia tidak sempat bertemu dengannya. Ia tidak tahu kapan Gai bergabung dengan Gokaiger?. Dan bahkan ia tahu kalau Tetsu lah yang membujuk Gai agar memberikan Renja Ki kepada mereka. Tapi kenapa malah berakhir seperti ini?.


Keiichiro mendengar dengan seksama apa yang akan dijelaskan oleh Ban padanya, karena itu ia belum bersuara atau bertanya alasan kenapa orang bernama Ikari Gai bergabung dengan Gokaiger. Ia juga tidak menyangka bahwa seniornya ini pernah bertemu dengan Gokaiger?. Pantas saja mereka tau sedikit tentang Gokaiger?. Tapi ia tidak menduga jika Gokai Red memiliki kekuatan yang sangat luar biasa. Sehingga mereka kewalahan ketika menghadapi Gokai Red. "Tapi permasalahan apa yang membuat gokai red begitu marah pada senpai?. Pasti ada alasan yang sangat kuat sehingga dia terlihat sangat marah?. Bahkan dia tidak mau mendengarkan penjelasan dari senpai." Keiichiro merasa sangat penasaran dengan alasan itu.


"Seminggu yang lalu tetsu memintanya untuk mengembalikan renja ki dari gai. Akhirnya kami mendapatkan kembali kekuatan kami. Tapi setelah itu gai datang pada tetsu dan mengatakan-." Ada jeda saat ia ingin melanjutkan ceritanya, rasanya ia tak sanggup melanjutkan ucapannya


"Gai mengatakan kalau gokai galleon di masuki dekaranger, dan membunuh ahim, salah satu kru gokaiger. Karena itulah marvelous marah dan dendam pada kami semua." Ia merasa berat menceritakan pada Keiichiro, ia tidak menyangka akan menjadi seperti ini.


Keiichiro yang mendengarkan penjelasan Ban merasa ikut prihatin. Jadi ini adalah kesalahpahaman belaka?. "Sungguh masalah yang sangat berat. Pantas saja dia marah, dan berniat untuk membunuh senpai." Keiichiro dapat menyimak itu.


"Tapi misi kita berlanjut, walaupun kondisiku seperti ini." Ucap Ban melihat teman-temannya yang masih dalam perawatan, sebagai Kapten Fire Squad sudah menjadi kewajibannya untuk menjaga keamanan.


Bukankah sejak ia masuk F.S ia bekerja sebagai Kapten yang memberi perintah pada bawahannya?. Meski saat ini berbeda kondisi, dan ia tidak menganggap Patranger bawahannya. Yang jelas ia bisa bergerak sendiri, sebisa mungkin ia akan meminta bantuan kouheinya.


"Baiklah senpai. Kami selalu waspada dan akan membantu senpai menjalankan misi ini." Keiichiro mengerti bagaimana perasaan seniornya sesama polisi.


"Terima kasih Keiichiro, kau ketua yang baik." Ucap Ban tersenyum ramah, ia tau Patranger adalah Sentai yang dapat diandalkan.

__ADS_1


Next.


...***...


__ADS_2