KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 50


__ADS_3

...***...


Pada saat itu mereka sama sekali tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi pada Gao Red, sehingga ia malah membuat keributan?.


"Yosh!. Senpai! Aku tahu apa yang harus kita lakukan." Koh mendapatkan ide yang sangat baik saat itu.


"Caranya?." King dan Gao Red bersamaan bertanya.


"Bagaimana kalau kita cari tempat yang enak untuk berbicara satu sama lain senpai?. Mungkin ada hal yang membuat senpai merasa sangat keberatan dengan apa yang teah terjadi." Seakan mengerti apa yang hendak dikatakan oleh Gao Retto.


"Aku rasa itu adalah ide yang sangat baik gao red-san." King langsung menepuk pundak Gao Retto dengan pelan.


"Kalian mau mendengarkan keluhanku?." Rengek Gao Retto yang tidak tahu harus berbicara pada siapa?.


"Tentu saja!." Balas King sambil mengacungkan jempolnya.


"Ah!. Bagaimana ketempat kami saja?. Ia kan tyramigo?." Koh malah bertanya pada Tyramigo yang dari tadi menyimak pembicaraan mereka.


"Um. Boleh saja sih." Tyramigo setuju dengan usulan Koh, mungkin dia bisa lebih kenal dengan seniornya Gabutyra?.


"He?. Kau siapa?." Tanya Gao Red tidak mengenali Koh, "juga siapa robot merah ini?. Dia bisa berbicara?. Sangat luar biasa sekali." Lanjutnya penasaran dengan kedua sosok asing ini.


"Hah?. Robot merah?." Hati Tyramigo terasa hancur berkeping-keping saat Gao Red mengatakan dirinya robot merah?. "Sangat tidak sopan sama sekali." Ia sangat tersinggung.


"Robot merah?." Bahkan Koh terlihat sangat shock mendengarkan ucapan Gao Red yang menilai Tyramigo adalah robot?.


"Ahahaha mereka ini adik-adik ku senpai." King mencoba untuk meluruskan situasi yang sangat canggung.


"Adik?. Sejak kapan kau memiliki adik?." Gao Red tampak kebingungan. "Aku tidak pernah dengar, jika kau memiliki adik. Dan wajah kalian tidak mirip sama sekali." Gao Red semakin bingung.


"Oi!." Tyramigo semakin kesal mendengar itu.

__ADS_1


"Dia adalah koh, dan ini temannya tyramigo." King mencoba memperkenalkan keduanya pada Gao Red?. "Mereka dari kishiryu sentai ryusouja." Lanjutnya lagi.


"Kishiryu kah?." Gao Red waktu itu sedikit memahaminya. "Oh?!. Oh!. Sama dengan kyouryuu sentai zyuranger, juga bakryuu sentai abaranger kah?." Ia bertanya seperti itu.


"Ya, benar itu." Jawab King.


"Oh?. Kalau begitu kau adalah tyrano?. Sama dengan gabutyra?." Ia melihat ke arah Gabutyra.


"Heh!." Tyramigo malah mendengus kesal seperti itu, karena ia sangat kesal dengan apa yang telah dikatakan Gao Red tentangnya tadi.


"He?. Maafkan aku ya?. Tyramigo-chan?. Aku tidak tahu." Gao Red dengan tulus meminta maaf. "Salam kenal ya?." Gao Red merasa bersalah pada Tyramigo, ia elus-elus pelan kepala Tyramigo, ia tidak beaksud berkata seperti itu tadi, sedangkan Koh hanya tertawa kecil mendengar ucapan Gao Red.


Sementara Tyramigo hanya berpasrah hati mendengar pengakuan minta maaf Gao Red?. "Ah!. Tyramigo tidak marah tyra." Ucap Tyramigo dengan sabar, ia maklum karena Gao Retto belum mengenalinya.


"Syukurlah jika kau mau memaafkannya tyramigo." Dalam hati Koh sangat lega dengan itu.


"Wuah!. Kau bisa bicara?. Kawaii ne?. Aku sungguh tidak menduga jika kau memang pandai berbicara." Gao Red malah terpesona dengan Tyramigo yang bisa berbicara, andai saja Gao Raion bisa berbicara langsung seperti Tyramigo pasti itu sangat menyenangkan. Tapi bisa kalian bisa mengerti satu sama lain, kan?. Walau tanpa bicara langsung. "Mungkin saja itu adalah naluri hewan yang aku miliki sebagi dokter hewan." Dalam hatinya sangat heran dengan itu.


"Baiklah, kalau begitu kita langsung saja ke sana. Lebih baik berbicara ke sana." Koh hampir saja lupa jika ia mengajak mereka untuk menuju rumah Ui.


"Ok!." King dan Gao Red hanya nurut saja.


Tak lama kemudian mereka berjalan menuju kediaman Ui. tapi begitu dijalan mereka seakan diterpa oleh angin kencang.


"Ada apa dengan anginnya?. Kenapa bikin pusing pusing, tyra." Tyramigo merasa risih dengan angin ini.


Tanpa diduga angin itu menubruk Tyramigo membuatnya terbang jauh?.


"Tyramigo!." Koh jadi tidak tega melihat Tyramigo yang entah kemana terbangnya.


Dan saat itulah tiba-tiba sosok merah muncul dari pusaran angin itu. tentunya mereka semua terpaksa menghentikan langkah mereka.

__ADS_1


"Kegh!. Angin apa ini?." Koh sangat ngeri dengan angin yang bertiup itu. "Sangat luar biasa sekali, sehingga dapat menerbangkan tyramigo." Koh sangat merinding dengan angin itu.


"Untung saja aku bisa menyelamatkanmu gabutyra." King sangat bersyukur karena itu.


"Oh!. Lihat itu." Gao Red melihat ada sosok manusia di salam gulungan angin itu.


"Hurricane retto senpai?." King mengenali siapa sosok itu, siapa lagi kalau bukan Hurricane Red dari Ninpu Sentai Harikenja.


"Waah kebetulan sekali." Tanpa merasa bersalah ia malah mendekati mereka semua dengan sangat santainya?. "Oh!. Kyoryu retto, gao retto senpai, dan?. Siapa ya?." Hariken Red mengenali dua orang yang tak lazim ia lihat yaitu Kyoryu Retto dan Gao Retto, namun ia belum melihat sosok satu ini.


"Eh?." Koh sangat shock mendengarkan apa yang dikatakan Yousuke padanya.


"Sabar ya koh?. Dulu aku juga seperti itu." King berusaha untuk menenangkan Koh yang terlihat sangat sedih karena senpai-nya itu sangat tidak kenal dengannya?.


"Eh?." Yousuke sedikit bingung dengan ucapan King.


"Ahaha!. Kalau begitu kenalkan saja namamu itu koh." Gao Red merasa canggung dengan suasana yang ia rasakan saat itu.


"Um." Koh hanya menurut saja. "Namaku koh, ryusou retto, dari kishiryu sentai ryusouja. Salam kenal hariken retto senpai." Koh berinisiatif memperkenalkan dirinya, ia kenal dengan Hariken Retto meski sedikit?. Kenal banyak nanti dikira kepo. Meskipun yang sangat super kenal dengan super sentai adalah Gai, namun ia memang sangat beda dengan Gai yang sangat super berisik itu.


"Oouh salam kenal juga, koh." Hariken Retto menyambut uluran tangan Koh, ia sekarang tau namanya saja. "Maafkan aku jika aku tidak kenal denganmu." Ucapnya lagi.


"Tapi senpai menerbangkan temanku tyramigo. Dan aku baru saja bertemu dengannya." Koh jadi sedih karena terpisah lagi dengan Tyramigo.


"Heee?. Besi merah tadi itu temanmu?." Yousuke tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Maafkan aku soal itu.


"Ya, tapi kau tidak usah menyebut temannya itu sebagai besi merah, senpai." King merasa prihatin dengan apa yang ia dengar.


"Lain kali jangan terlalu besar bermain angin. Dan aku juga hampir saja ikut terbang." Gao Red menepuk pundak Yousuke.


"Besi merah katanya." Kyoryu Red dan Gao Retto berusaha agar tidak tertawa ngakak mendengar ucapan itu.

__ADS_1


...***...


__ADS_2