KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
HATI-HATI DENGAN API 5


__ADS_3

"Seperti yang diharapkan, Kaizoku memang cepat bertindak dari pada berpikir." Ucapnya sambil tersenyum kecut. "Aku ingin melihat sehebat apa mereka itu."


Setelah itu ia melompat ke bawah, ingin memastikan sesuatu. Sementara itu para Zangyack yang sedang bekerja tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan Gokaiger, tentunya mereka langsung menyerang Gokaiger. Salah satu Zangyack yang memimpin para Gormin langsung memerintahkan agar menyerang Gokaiger.


"Kenapa kalian bisa sampai kemari? Dan siapa kalian? Jangan mengganggu kami!." Gorongoron itu nama pemimpin para Zangyack itu, ia kesal karena ada orang lain yang mengganggu mereka dalam melakukan perintah atasan Zangyack.


"Heh! Kami memang suka mengganggu." Balas Gokai Red sambil terus menyerang Zangyack yang berusaha menyerangnya. "Karena kalian sangat mengganggu pemandangan kami."


"Aku rasa ini yang dinamakan kebetulan yang membawa keberuntungan." lanjut Luka sambil menebas pedangnya ke arah Zangyack


"Dan kami akan selalu ikut campur jika kalian mengambil bagian dari apa yang kami cari." Joe yang sedang berkonsentrasi menyerang juga ikut bersuara


"Itulah kenapa kami disebut Goookaijaaaaa!." Hakase juga menyerang Zangyack dengan cara bertarungnya yang acak dan absurd tak menentu.


"Kurang ajar! Ternyata kalian adalah kaizoku yang dibicarakan itu?! Serang mereka!." Teriak Gorongoron dengan murkanya, ia tidak senang jika Gokaiger datang mengganggu, ia juga mengarahkan serangannya ke arah Gokaiger, ia benar-benar tidak akan mengampuni Gokaiger.


Sementara pangeran Zangyack yang memperhatikan itu merasa kesal, ia kesal, kenapa para Kaizoku itu selalu mengganggu rencana hebatnya, padahal ia sudah menyusun semua rencananya dengan rapi.


"Kaizoku kurang ajar! Berani sekali kalian memusnahkan pasukanku!." Teriaknya dengan emosi yang meledak-ledak.


Kembali ke pertarungan.


"gokai Chienji!."


Mereka memencet gesper yang ada dipinggang mereka, dan keluar satu buah renja ki.


"Boukenger!."


Ternyata mereka menggunakan renja ki Boukenger. Mereka menyerang musuh dengan cepat, dan serangan mereka begitu akurat.


Si Gorongoron berhasil ditendang keluar dengan paksa oleh Gokaiger, dan terakhir mereka sampai pada tahap penyerangan akhir?. Apakah mereka akan segera mengakhiri serangan mereka?.


"Fuaaaaaaaainal weeeeeeeeifu!."


Serangan akhir ala Gokaiger tidak tanggung-tanggung, mereka tidak memberi ampun pada musuh.


"Hwaaaaaak!."


Si Gorongoron terlempar keluar dari tempat tambang dengan cara yang tidak biasa.

__ADS_1


"Kalian akan mendapatkan balasan dariku nantinya!." Ia sangat marah, sangat marah yang luar biasa karena ditebas tanpa ampun.


Namun tiba-tiba saat itu ada seseorang yang menyebut nama Marvelous?. Apakah mereka saat itu tidak salah dengar?.


"Marvelous-san." Seseorang memanggilnya dari dalam, dan mereka langsung melihat siapa yang memanggil mereka.


"Ahim!." Marvelous terpana melihat Ahim,


Marvelous, Joe, Luka, dan Hakase merasa lega karena yang memanggil mereka adalah Ahim, namun ada yang aneh, Ahim berlari ke dalam tempat tambang. Tentunya secara reflek mereka mengejar Ahim. Kenapa bisa itu terjadi?.


"Tunggu ahim! Kenapa malah lari?!."


Gokai yellow juga ikut mengejar Ahim.


Dan mereka berlari hingga dimana Ahim berdiri bersama dengan seseorang yang sudah familiar dimata mereka, dan satu lagi seseorang yang belum mereka lihat.


"Ahim? Apa maksudnya ini? Kau tidak berniat berkhianat kepadaku, kan?." Marvelous terlihat kesal. "Ahim bisa-bisanya kau berdiri di samping orang yang telah menculikmu." Dalam hati Marvelous sangat kesal.


"Tidak mungkin Ahim berkhianat!." Luka, Joe, dan Hakase bersamaan menyerbu Marvelous.


"Lupakan." Marvelous yang kalah suara hanya menggerucut kesal saja. "Tadi itu aku hanya spontan saja, kalian ini goblok sekali, akan aku habisi kalian setelah ini." Dalam hatinya sangat dongkol pada mereka.


"Ahim-san, kenapa kau berdiri di sana? Apa kau dihipnotis oleh mereka?." Hakase kok malah berpikir ke sana?.


"Kau jangan aneh-aneh!."


"Habisnya itu bukan ahim-san yang biasanya." Hakase hampir saja menangis karena diserbu Marvelous, Joe, dan Luka.


Ahim tersenyum ramah seperti biasanya, ia melihat teman-temannya yang seperti kebingungan dengan sikapnya yang aneh.


"Aku baik-baik saja marvelous-san, luka-san, joe-san, hakase-san, mereka ini adalah orang yang baik." Ahim mencoba menjelaskan pada mereka, namun mereka semakin kebingungan. "Mereka tidak jahat sama sekali.


"Hah?."


Begitulah reaksi mereka semua ketika mendengarkan ucapan Ahim.


"Tunggu dulu, apa yang dimaksud dengan baik?." Joe yang bertanya, ia penasaran juga jadinya.


Sedangkan kedua orang asing yang mendengar pertanyaan Joe, mereka hanya tertawa kecil. Entah kenapa ucapan itu terdengar lucu bagi kedua orang asing itu.

__ADS_1


"Kenapa kau mengatakan mereka itu baik? Apakah kau mengenalnya?." Luka ikutan bingung.


"Pemuda yang menggunakan pakiana hitam ini namanya masumi inou-san bouken burakku, dan ini natsuki mamiya-san nouken iero, mereka adalah gogo sentai boukenja." Ahim menjelaskan lagi pada mereka siapa kedua orang asing ini.


Tentunya penjelasan Ahim membuat mereka tercengang, untuk sesaat mereka terdiam?. Mencoba merespon apa yang telah dikatakan Ahim?.


"Boukenja?!."


Marvelous, Joe, Luka, dan Hakase sangat histeris ketika mendengarkan nama Sentai itu.


"Baru saja menggunakan renja ki boukenja!" Ucap Hakase sambil mengingat pertarungan tadi. "Mana mungkin tiba-tiba saja?."


"Lalu kenapa kau menculik kru ku, apa maksudnya dari semua ini?." Marvelous belum puas jika belum dijawab oleh Bouken black, ia masih penasaran.


"Hem." Bouken Black tersenyum ramah, ia masih mengingat kejadian tadi siang. "Itu karena kau tidak berhati-hati dengan api, jadi kau tidak bisa mengendalikan dirimu marvelous."


"Hah?! Jangan banyak bicara kau!." Marvelous siaga dengan Gokai Saber yang seakan-akan ia hendak menyerang Masumi.


"Rasanya kalimat itu tidak asing." Hakase memikirkan sesuatu.


"Hooh, tapi di mana ya?." Luka juga merasa tidak asing.


"Berisik kalian! Fokus saja dengan masalah ini!." Wajah Marvelous memerah karena ia juga ingat dengan apa yang dikatakan Navi sebelumnya tentang ramalan yang mengatakan hati-hati dengan api?.


"Jadi ini maksudnya?." Dalam hati Joe sedikit menyambungkan situasi yang terjadi dengan ramalan yang diucapkan Navi.


"Sudahlah, jangan banyak alasan lagi! Kenapa kalian menculik ahim? Kalian sama sekali tidak menghargai aku sebagai kapten dari kru ku yang telah kau cilik!." Marvelous benar-benar terbawa amarah.


"Itu karena kami ingin kalian menghentikan zangyack yang ingin menggunakan precius berbahaya ini untuk menghancurkan bumi." Jawab menjelaskan alasan kenapa mereka memancing Gokaiger datang ke sini.


"Tapi kenapa dengan menculik ahim? Kalau kalian tahu apa yang diinginkan oleh zangyack? Lawan saja! Tidak usah menculik ahim!." Luka malah merasa aneh dengan apa yang dilakukan oleh duo Boukenger ini. "Kenapa tidak langsung bertindak saja?."


"Kalian tau sendiri kan? Kekuatan kami ada pada kalian, dengan biasa seperti ini mana mungkin kami mengalahkan zangyack itu." Kali ini Natsuki yang bersuara. "Aku merasa membutuhkan bantuan dari gokaiger, dan alasan sederhananya, kami tidak dapat melakukan ini karena pasukan Zangyack lumayan banyak, tentunya kami tidak ingin mati dengan sia-sia, jadinya kami hanya memikirkan cara itu saja."


"Lalu apa yang diincar oleh zangyack busuk itu hingga kalian melakukan tindakan bodoh ini? Kenapa tidak katakan secara langsung kalian membutuhkan pertolongan kaizoku." Marvelous kesal karena merasa dimanfaatkan oleh Boukenger. "Berani sekali kalian memanfaatkan kami!."


Marvelous rasanya sangat lelah dengan pembicaraan itu, haruskah seperti itu?.


...***...

__ADS_1


__ADS_2