KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
CHAPTER 22


__ADS_3

...***...


Kali ini mempertemukan dua polisi penyelamat kedamaian dunia melawan para pencuri yaitunya Kaizoku dan Kaitou. Apakah yang mereka cari saat itu?. Apakah tidak ada yang akan mencegah pencurian itu?. Simak dengan baik bagaimana kisah itu nantinya.


...Pagi yang cukup sejuk, Marvelous baru saja keluar dari kamarnya. Perutnya terasa lapar, namun saat melihat ruang utama Galleon ia melihat ruangan sedikit berantakan?. Entah kenapa ia merasa kesal karena tidak biasanya ruangan ini kacau balau seperti ini....


"Awas saja kau hakase!." Ucapnya sambil mengepal kuat tangannya. "Akan ku jitak palamu sampai bengkak lima tahun. Kenapa ruangan ini jadi berantakan?!. Apa yang dia-. " Ucapnya sambil menggerutu kesal, dulu ia akui ruangan ini memang berantakan, tapi sekarangkan tidak.


Deg!.


Ketika ia hendak melangkah ke dapur ia melihat sekilas seseorang tergeletak di depan kursi yang biasa ia duduki?. Jantungnya seakan-akan hendak melompat dari tempatnya saat matanya menangkap apa yang ia lihat saat itu?.


"Ahim!." Marvelous sangat terkejut melihat Ahim yang tergeletak tak berdaya, dengan cepat Marvelous langsung membawa Ahim, dan merebahkannya di kursi panjang.


"Ahim!. Bagun!. Apa yang terjadi padamu ahim?!." Marvelous berusaha membangunkan Ahim, namun tak ada respon. Dan saat itu yang membuat matanya melotot lebar adalah, ketika ia melihat darah di sudut mulut Ahim, dan ia telusuri pandangannya, lagi?. Ia melihat banyak darah di dada Ahim?. Ada bekas tembakan?.


"Oi!. Ahim!. Ahim!. Ini bukan waktunya untuk bercanda!. Kau pasti mendengarkan aku, kan?!." Marvelous mulai cemas karena Ahim juga tidak merespon. Matanya mulai panas karena menahan air mata. Kepalanya terasa sakit, pikirannya mendadak menjadi kacau. Kenapa Ahim bisa seperti ini?. "Kau pasti sedang bercanda, kan?!  Ahim?!. Ini tidak lucu sama sekali!. Lebih baik kau bangun!. Buatkan aku teh hangat sebelum kita mencari harta karun!." Pasti Ahim hanya mengerjainya, kan?. Ya Ahim pasti hanya bercanda saja,kan?. Tapi kenapa Ahim tidak bergerak?.

__ADS_1


"Ahim!. Ahim!. Bangun oi!." Marvelous memeluk tubuh Ahim yang terasa dingin. Marvelous tidak merasakan detak jantung Ahim, mata Marvelous membulat lebar, ia tidak percaya ini?. "Tidak!. Ini tidak mungkin?!. Ahim!. Bangun ahim!. Kau tidak dengar apa yang aku katakan?!." Marvelous berusaha menahan sakit dan sesak, ia tidak bisa membayangkan Ahim pergi begitu saja dalam kondisi seperti ini?. Ahim tidak boleh mati!. Ia masih membutuhkan Ahim?. Apakah benar?. Atau ada perasaan lain yang membuat ia takut kehilangan Ahim?.


"Ada apa marvelous san?. Kenapa kau menangis?. Dan suara teriakanmu sampai ke kamarku." Hakase datang dengan pose mengantuk, dan masih menggunakan pakaian tidurnya.


Namun tak ada jawaban dari Marvelous, ia hanya sesegukan. Hakase mendekat, dan ia tidak percaya apa yang dilihatnya. "Eh?. Tidak biasanya marvelous san menangis." Hakase merasakan firasat yang sangat buruk. Namun saat itu ia menyadari ada yang aneh yang sedang terjadi saat itu.


"Ahim san?." Hakase terduduk di samping Marvelous yang sedang menggenggam tangan tangan kiri Ahim yang sudah terasa dingin. "Apa yang terjadi pada ahim san?. Kenapa Ahim Sam seperti ini?." Hakase hampir kehilangan kata-kata, ia tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Moh?!. Ada apa ini?!. Kenapa malah berantakan seperti ini?." Luka, Joe dan Gai baru saja keluar dari kamar masing-masing, dan mereka menemukan ruangan yang super berantakan?. Tidak biasanya ruangan Gokai Galleon berantakan seperti ini?. Apa yang menimpa Gokai Galleon?.


"Marvelous san?. Apa yang terjadi sebenarnya?." Tanya Gai melihat Marvelous terduduk di bawah dengan sesegukan sambil memeluk Ahim?. Memangnya apa yang terjadi sehingga terlihat drmatis begini?. Tidak ada yang mengetahuinya sebelum Marvelous menjawabnya.


"Kegh!." Hakase atau Don Dogoier sedikit meringis sakit. Namun situasi saat itu ia terpaksa diam sejenak.


"Ahim?!." Luka menyadari kondisi Ahim yang terlihat aneh, ia mencoba melihat kondisi Ahim. Ia mengambil Ahim dari pelukan Marvelous dengan paksa?.


Marvelous pada saat itu terpaku atas apa yang telah dilakukan Luka. Biasanya ia yang tidak akan pernah bisa diperlakukan seperti itu, namun hari itu ia terpaksa mengalah?.

__ADS_1


"Ahim?. Ahim?!. Kau kenapa?!." Luka sangat khawatir melihat wajah Ahim yang pucat, dan ada darah disudut mulutnya. Luka mengelus pipi Ahim yang terasa dingin, dingin serta kaku?. "Marvelous?!. Apa yang terjadi pada ahim?!. Ini pasti bohong, kan?!." Luka menepuk pundak Marvelous yang menatap kosong ke arah Ahim. Kenapa Ahim seperti ini?. Apa yang terjadi pada Ahim sebenarnya?. Sedangkan Joe dan Gai yang belum mengerti apa yang terjadi hanya diam?. Mungkin mereka menyimak dulu?.


Namun Marvelous menepis tangan Luka dengan keras. "Jangan tanyakan padaku!. Jika saja aku tahu!. Aku!. Aku pasti tidak akan seperti ini!." Suara Marvelous sedikit keras, hatinya sangat sesak, sangat sesak. Ia sakit, sakit melihat Ahim seperti ini. Apakah ia akan kehilangan Ahim?. Tapi kenapa ia sedih?. Ini bukanlah sebuah cinta seperti anak remaja bukan?. Ia hanya sedih karena kehilangan salah satu kru terbaiknya, kan?!. Ya hanya itu saja. Tapi kenapa rasanya sangat sakit sampai ke ulu hatinya?.


Joe melihat sekitar, dan rungan ini sangat berantakan, dan matanya tertuju pada kotak harta karun yang menyimpan Renja Ki, kemudian ia periksa isinya. "Apakah ini perampokan?." Ucap Joe sambil membuka kotak harta karun yang tersimpan Renja ki. Ucapan Joe tentunya membuat ia diperhatikan oleh semua teman-temannya.


"Apa maksudnya itu joe san?." Gai merasa sangat aneh.


Joe tidak langsung menjawabnya, memperhatikan semua renja Ki, semuanya lengkap, tapi?. "Tapi yang hilang hanya dekaranger dari semua renja ki." Jawab Joe sambil memeriksa 41 Renja ki yang ada. Ya, dia tidak salah, hanya Renja Ki Dekaranger yang tidak ada. Mendengar ucapan Joe, membuat darah Marvelous seakan mendidih sampai ke ubun-ubun.


"Tidak mungkin itu joe san." Gai segera mendekati Joe yang sedang memegang kotak harta karun. "Mungkin terjatuh di suatu tempat." Gai merasa tidak enak hati, ia langsung mencari keberadaan ranger Ki dekaranger yang mungkin memang berada di tempat lain yang masih di dalam Gokai Galleon.


"Jadi ini ulah dekaranger?!. Apakah para polisi itu sudah kehilangan kendali sampai harus melakukan perbuatan bejat seperti ini?." Dalam hati Marvelous merasakan sakit hati. "Aku bersumpah!. Akan membunuh mereka semua!." Ucap Marvelous dipenuhi dengan dendam yang mendalam melekat dalam dirinya.


"Eh?!. Tu-tunggu dulu marvelous san." Gai sangat terkejut dengan apa yang dikatakan Marvelous.


Apakah benar Dekaranger yang telah melakukan itu?. Apakah yang akan dilakukan Marvelous?. Temukan jawabannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2