KISAH ACAK SUPER SENTAI

KISAH ACAK SUPER SENTAI
API DAN API 2


__ADS_3

...**...


Sambil menunggu si Navi melakukan Navigasi, mereka melakukan kegiatan masing-masing, dan akhirnya Navi terbang aneh dan membentur kepala Hakase yang sedang makan?.


"Waduh! Kepalaku mau pecah! Kau ini kurang ajar sekali navi." Bagaimana tidak sakit coba?. Hadeh si Navi ini cara navigasinya aneh, belum pernah dicoba dimana pun. "Navi, kepalaku sakit!." Hakase mengusap kepalanya yang terasa sangaaaaat sakit, ia selalu saja merasa sial jika Navi melakukan Navigasi dengan cara anehnya.


"Api dan api, api akan memberi kalian petunjuk." Itulah kata yang diucapkan oleh Navi berulang-ulang.


"Api?." Suara mereka menggema di Galleon karena ucapan aneh Navi.


"Kok aneh gitu yak navigasinya?."


"Apa tidak ada petunjuk lebih baik dari itu? Dan apa maksudnya coba?."


Marvelous yang sedang dalam mode kesal ia mengambil paksa Navi yang masih di lantai. "Apa maksudnya ini tori?!." Dengan gregetan Marvelous mengguncang Navi ditangannya, ia benar-benar geram dengan navigasi yang dilakukan Navi, dan ia tidak peduli dengan teriakan kesakitan si Navi. Sebab ia tidak pernah mengerti maksud dari Navigasi si Navi, jadinya ia marah-marah sama si Navi, apalagi dalam keadaan mood jelek.


Sedangkan si Luka yang melihat itu langsung merebut paksa Navi dari tangan Marvelous, ia tidak tega melihat Navi dianiaya oleh Marvelous. "Berikan tori padaku! Berani sekali kau menyiksanya!."


"Jangan kau halangi aku utnuk merebus navi!." Marvelous masih ingin melampiaskan emosinya terhadap burung itu.


"Hemph! Bertenanglah marvelous, kau ini kesurupan atau apa? Navi bisa rusak gara-gara kau!." Lama-lama kesal juga Luka dengan sikap Marvelous yang kelewatan menurutnya ini.


"Luka, tolong aku, tolong aku, tolong aku mau direbus marvelous." Navi memang takut dengan kemarahan Marvelous yang kelewatan, ia sudah berusaha navigasi tapi apa yang dilakukan si Marvelous padanya?.


"Kau tenang saja, tangan jahatnya tidak akan bisa melakukan kekerasan padamu." Luka berusaha menenangkan Navi.


Huh!. Sungguh kapten yang kejam nan egois, kenapa harus marah-marah coba?. Apakah dia tidak bisa lebih lembut dikit napa?.


"Tapi ini memang aneh, memangnya ada api yang memberi petunjuk? Kecuali api ajaib." Joe tidak menggubris kan kemarahan Marvelous terhadap Navi, tapi yang menjadi pertanyaannya adalah api memberi petunjuk?. "Api apa coba?."


Hm?. Ucapan si Joe membuat mereka berpikir sejenak. Hm?. Marvelous tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini, apalagi petunjuknya tidak jelas seperti ini? Emangnya api apa yang bisa memberi petunjuk?.


"Kepalaku terasa panas." Gerutunya dengan sangat kesal. Api gaib? Api sihir?. Api santet?. Atau api cinta?." Ia mencoba membayangkan api apa saja. "Sial! Kepalaku semakin panas membayangkan itu semua."


"Kau jangan memikirkan yang aneh-aneh." Mereka semua menatap aneh pada Marvelous.


"Ish apaan sih?. Api cinta dari pantat ayam mu?. Jangan bahas cinta napa? Ini masalah navigasi yang super tidak jelas yang pernah kita semua dengar selama melakukan Navigasi harta karun."


"Bagaimana kalau kita cari dulu? Mungkin ada petunjuk yang kita dapatkan, mungkin itu api yang biasa digunakan makhluk bumi." Si Ahim berjalan ke meja makan, dan ia duduk di kursi dengan tenang, juga berusaha membuat suasana kembali adem.

__ADS_1


"Sebelum itu ayo kita sarapan dulu, mengisi energi untuk mencari petunjuk yang diberikan oleh navi." lanjutnya sambil tersenyum manis sambil menatap teman-temannya satu persatu, dan seakan mempersilakan teman-temannya untuk bergabung dengannya. Mereka berpikir sejenak?.


"Benar juga apa yang dikatakan oleh Ahim, sarapan dulu, setelah itu baru kita lanjutkan mencari harta Karun."


"Apa boleh buat, sepertinya aku sudah lapar." Marvelous berdiri dari duduknya, dan ikut bergabung di meja makan. Lagipula ini bukan hal yang buruk kan?.


"Baiklah, setelah itu kita langsung mencari harta karunnya." Lanjut Luka sambil mengamankan navi supaya tidak digasak lagi oleh Marvelous.


Kemudian mereka sarapan pagi untuk mengisi energi semangat pagi mereka dalam berburu harta karun.


...***...


Di Markas Zangyack.


Si pangeran Zangyack sedang berpikir, ia kesal karena beberapa kali rencananya digagalkan oleh Gokaiger, itulah kenapa ia harus menyiapkan rencana yang sempurna agar dapat menguasai bumi.


"Hm." Ia sedang memutar otaknya, kira-kira ide apa yang tepat untuk mengatasi itu?. Dan?. "Heh! Aku memang sangat jenius, akan aku gunakan cara itu!."


Sedangkan mereka semua sedang menunggu perintah darinya dalam bertugas kali ini.


"Kalian semua dengarkan aku! Kalian harus bisa melakukan apa yang aku perintahkan pada kalian!." Teriaknya dengan suara yang sangat keras.


Dengan sangat patuh mereka selalu mengikuti apapun yang diperintahkan oleh sang Pangeran, apalagi ia tidak segan-segan menggunakan kekerasan pada mereka jika tidak patuh dengan apa yang telah dikatakannya. Siap-siap saja kena imbasnya jika gagal melakukan kesalahan, atau tidak sesuai dengan keinginannya.


...***...


Marvelous CS sedang berjalan santai sambil mencari petunjuk dari navigasi Navi yang gaje minta ditilang polisi angkasa, mungkin saja ditilang malaikat kematian, saking anehnya ramalan yang dilakukan Navi. Tapi mereka masih mau melakukannya?. Ya, mau tak mau mereka mencarinya jugakan?. Demi apa coba?. Demikian mungkin?. Demi apalagi coba?.


"Apakah tidak ada petunjuk lain? Ini seperti mencari jarum ditumpukan jerami." Keluh Hakase dengan wajah masam, sebab sudah hampir 15 menit mereka berjalan tanpa ada sedikit petunjuk yang mereka dapatkan, yang ada hanya lelah,, dan haus.


Luka yang mendengar itu menyikut perut Hakase yang tepat berdiri di sampingnya. "Mengeluh saja kerjaanmu itu." Luka juga jenuh berjalan seperti ini, mendingan dia belanja atau melakukan sesuatu yang menarik dari pada terjebak dalam situasi yang membosankan ini.


Sedangkan si Joe tidak peduli dengan situasi, ia hanya fokus dengan apa yang ia targetkan saat ini, mencari petunjuk tentang harta Karun. Mungkin?. Dan tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah pertunjukan di sekitar keramaian, ia melihat sirkus kecil-kecilan di jalan. Joe teringat dengan apa yang dikatakan oleh Navi.


"Api dan api, itukah?."


Tunjuk Joe ke arah beberapa orang yang melakukan atraksi menyembur api.


Luka dan Hakase yang sedang bertengkar kecil langsung memalingkan wajah mereka tepat ke arah yang ditunjuk oleh Joe.

__ADS_1


"Hwah!." Spontan keduanya melotot terkejut karena melihat aksi hebat itu.


"Api dan api?!." Hakase menunjuk dua orang yang sedang melakukan aksi menyemburkan minyak dan api yang di obor itu menjadi besar.


"Jadi kita menemukan petunjuknya? Yosh! Ayo kita segera kesana dan dapatkan kekuatannya." Luka sedikit kegirangan karena ia tadinya hampir menyerah dan ingin istirahat sebentar?. Tapi ketika melihat itu?.


Lalu bagaimana dengan reaksi Marvelous?. Ia tidak menggubris kan kegaduhan kedua krunya itu, baginya itu sudah biasa, namun yang menjadi pertanyaannya adalah, dimana si pink?. "Mana mungkin yang seperti itu, kalian itu bego sekali." Ocehnya dengan sangat kesal. "Ke mana si pink?. Kok tidak ada ya? Apa dia ketinggalan lagi seperti kemarin?." Duh! Gawat nih!." Marvelous yang tadinya tenang mendadak panik, ia cemas, sehingga matanya liat mencari sana sini liat keberadaan si pink.


Ya, matanya tidak melihat keberadaan si pink, kemana perginya si pink? Dan dari tadi ia tidak mendengar suara si pink. Lagi? Apa si pink hilang lagi. Apa si pink diculik orang lagi?.


Memikirkan itu membuat Marvleous jengkel bercampur panik matanya semakin liar mengitari pandangannya ke segala arah, dan ia mengabaikan panggilan Luka dan Hakase yang mengajaknya untuk mendekati pertunjukan itu.


Lalu tiba-tiba matanya tanpa sengaja melihat si pink sedang berjalan dengan seseorang berbaju merah?. Dan postur tubuh orang itu?. Apa. Napasnya hampir berhenti melihat sosok yang berjalan disamping si pink. Tanpa banyak pikir bla bla balalalala Marvelous langsung berlari mengejar sosok yang membawa si pink entah ke arah mana.


"Hoi! Marvelous!." Joe memanggil Marvelous, namun tidak digubris oleh Marvelous, dan ia melihat baru kali ini melihat Marvelous bersikap aneh.


"Kenapa dengannya?."


Apa yang dilihat oleh Marvelous sehingga ia tidak mendengarkan panggilan Joe?. Apakah ada sesuatu yang menarik perhatiannya?. Entahlah.


Marvelous masih mengikuti si pink dan seseorang yang mirip dengannya secara diam-diam, ia terlihat seperti seorang penguntit saat ini?. Tapi tunggu?. Jangan bercanda, emangnya ada orang yang mirip dengannya?. Dan lagi?. Si pink?. Apa dia tidak bisa membedakan dirinya dengan orang yang mirip dengannya?.


"Ekh!." Marvelous mengepal kuat tangannya, rasa kesal menyelimuti hatinya.


Dan?. Cemburu?. Tunggu?. Apa maksudnya cemburu?. Ia cemburu dengan orang yang mirip dengannya?.


"Heh!." Marvelous ingin menertawakan dirinya sendiri, ini benar-benar miris pada dirinya sendiri. "Kenapa harus cemburu?. Di mana letak cemburunya coba?! Mereka hanya berjalan berdampingan?! Berdampingan?. Ekhm!." Dan terlihat dekat?. "Apa?!." Teriaknya spontan. "Keqh!."


Rasa kesal dan marah telah bercampur aduk dalam dirinya saat ini. Ia tidak pernah merasa sekesal ini sebelumnya, ia tidak merasakan dirinya yang dulu lagi, perasaannya sedikit berubah. Meski ia tidak tahu dimana letak perubahan pada dirinya.


...***...


Di tempat pertunjukan jalanan.


"Hah? Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan." Ucap Masamune merasa heran setelah mendengar cerita Ahim.


"Mana mungkin api ku memberi kalian petunjuk, memangnya kalian mencari apa?."


Tunggu, si Ahim?. Tunggu dulu!. Lalu siapa yang diikuti oleh Marvelous?. Bagaimana mungkin ada dua Ahim?. Apakah itu tidak aneh?. Pasti salah orang.

__ADS_1


...***...


__ADS_2