
...***...
"Hah?."
Mereka semua sangat terkejut dengan apa yang telah dikatakan Marvelous, katanya terserah kalian saja?.
"Terserah?. Baiklah. Kalau begitu aku akan melakukan apapun dengan sesuka hatiku." Luca jika jujur sangat kesal. Tapi?.
"Apa dia mulai kasmaran dengan ahim?. Karena biasanya dia sangat mengeluh jika ada seorang wanita yang ikut dengannya. Apakah dia salah minum obat tadi sebelum kita pergi?." Tanya Hakase penasaran, bisa jadi, mana tau Captain Marvelous lagi puber.
"Entahlah, sejak kedatangan ahim dia sedikit jinak." Si Joe yang kalem malah berpendapat demikian.
"Jinak?. Emangnya selama ini Marvelous orangnya gimana?. Kau pikir dia itu hewan?. Wkwkwkwk!." Luca tidak dapat membayangkan itu.
"Hahaha!. Kau ini ada-ada saja luca-san." Hakase juga ikutan tertawa.
"Sudahlah. Nanti kita bisa kena sembur sama dia." Hanya Joe yang tidak tertawa meskipun ingin. Karena dia adalah lelaki yang menjaga penampilan cool-nya.
"Yak, biarkan saja, mungkin dia sedang punya ide yang tidak bisa ia ceritakan pada kita." Luka berusaha berpikir positif tentang sikap aneh dari Marvelous yang tidak biasanya. Toh dia bukan remaja labil yang harus diberi nasihat hanya karena perubahan sikapnya itu.
Tidak mau ambil pusing dengan sikap tidak biasa dari Marvelous, mereka memutuskan untuk berjalan ke arah yang berlawanan dengan jalan yang dilalui Marvelous dan Ahim tadi.
Sementara itu.
Ahim yang mengikuti Captain Marvelous dari belakang tiba-tiba diseret seseorang untuk mengikutinya, tentunya Ahim hanya panik. Ingin manggil Captain Marvelous?. Mulutnya dibekap hingga suaranya tertahan.
Sedangkan Marvelous yang berjalan di depan terus berjalan, hingga ia merasa tidak ada orang yang mengotorinya lagi. Kemudian ia menghentikan langkahnya, ia berbalik arah, dan ia tidak melihat Ahim. Kemana tuan putri itu pergi?. Apa dia berjalan terlalu cepat?. Atau emang si Ahim yang jalannya lambat seperti siput?.
"Hn?. Kenapa aku tidak bisa melihat tuan putri?. Apakah dia nyasar?. Tapi di sini tidak terlalu banyak orang, bagaimana mungkin dia bisa nyasar?." Sambil mengamati sekeliling melihat keberadaan Ahim. Dan matanya tiba-tiba melotot melihat Ahim yang sedang duduk di sebuah tempat minuman bersama seseorang?.
Entah kenapa kepalanya terasa panas melihat itu, tanpa pikir panjang Marvelous langsung mendekat, dan tak lupa senyumannya yang mengerikan terpancar dari wajahnya. "Bagaimana mungkin ini bisa terjadi?. Apa masalahnya?." Ahim yang sedang duduk bersama seseorang yang belum ia kenal, melihat Marvelous yang ikut duduk disampingnya, matanya terlihat seram. Hn?
"Kau siapa?. Kenapa matamu terlihat seakan-akan hendak memangsa kami?." Tanya laki-laki itu dengan nada serius, ia sedang mengobrol dengan Ahim, tapi kenapa ganggu oleh orang bertampang gahar gini?.
"Aku?. Aku adalah captain Marvelous bajak laut angkasa , dan wanita ini adalah kruku, kau yang siapa?!." Amarahnya bergejolak begitu saja. "Berani sekali kau mendekati kruku ini, apa kau sudah bosan hidup?. Hah?." Marvelous mulai ngegas nada bicaranya, seakan ia sedang menantang laki-laki itu. ia kesal melihat orang itu, berani sekali dia membawa Ahim tanpa izinnya,
__ADS_1
"Ho?. Jadi kau bajak laut angkasa buronan zangyack ya?." Ucap laki-laki itu sambil mengeluarkan selebaran foto Marvelous yang menjadi incaran Zangyack dalam keadaan hidup atau mati.
"Heh, memangnya kenapa? Apa kau mau menangkap aku?. Lalu menyerahkan pada zankyack?. Heh, jangan buatku tertawa." Marvelous mendengus kesal, entah kenapa ia kesal dengan perkataan orang asing ini.
"Aku tidak membutuhkan apa-apa dari mu." Balasnya. "Aku hanya ingin menyelamatkan wanita ini, agar dia merasa aman dan tidak diincar lagi oleh zankyack, tidak seperti kau yang membawanya dalam bahaya." Ucap laki-laki itu sambil merangkul pundak Ahim dengan mesranya. Ahim yang diperlakukan seperti itu merasa kaget.
Sedangkan Marvelous?. Entah kenapa hatinya terasa terbakar, ia tarik kerah baju orang itu, ia tatap dengan tajam mata lelaki itu.
"Kau menantang ku?. Hah?. Apakah kau sudah bosan hidup?." Senyuman mengejek itu, senyuman yang selalu ia tunjukkan, senyuman akesombongan. Pantas saja ia diincar oleh Zangyack, karena sikap sombong plus jiwa pemberontaknya memberikan semangat bahwa tidak ada yang bisa melawannya.
"Marvelous san." Ahim sedikit khawatir melihat kemarahan Marvelous, ia merasa cemas jika Marvelous menyakiti orang asing ini hingga terjadi keributan, dan Ahim tidak ingin itu terjadi.
"Selain kasar ternyata kau kurang ajar juga marvelous-kun." Ucapannya santai tetapi mimik wajahnya tidak, tapi itulah kesan pertama yang ia lihat dari seorang captain bajak laut angkasa bernama Captain Marvelous.
"Kun?." Marvelous diperlakukan seperti anak kecil. Marvelous tidak memperdulikan itu, yang ia tahu sekarang adalah ia marah karena Ahim ekhem didekati oleh pria asing, dan itu membuatnya ingin menguliti pria asing ini hidup-hidup. Hal yang tak terduga adalah Marvelous malah baku hantam dengan pria asing itu, dan terjadi selanjutnya adalah
BUAKHQ
Pria asing itu berhasil menonjok dan menendang perut Marvelous, hingga Marvelous terjajar beberapa langkah.
Sedangkan Ahim yang melihat itu berusaha melerai keduanya meski tidak didengar oleh keduanya. Ahim jadi kebingungan melihat apa yang telah terjadi di depan matanya saat itu.
Tiba-tiba pria asing itu menarik paksa tubuh Ahim membuat Ahim dan Marvelous terkejut?.
"Apa yang kau lakukan sialan?!. Jangan main-main kau denganku!." Marvelous semakin marah karena pria asing itu membekap Ahim, darahnya seakan ingin membuncah melihat Ahim didekap seperti itu oleh pria asing yang menyebalkan ini, sepertinya ia memang harus menguliti orang asing ini sekarang juga.
Sedangkan Ahim meronta-ronta didekapan orang asing tersebut, ia sangat panik karena ia telah berjanji pada Marvelous tidak akan merepotkannya suatu hari nanti, tapi apa yang ia lakukan sekarang.
"Teruslah berontak panik, tapi jangan melawan, aku tidak akan menyakitimu." Bisik orang asing itu, ia sepertinya memiliki rencana yang entah apa itu.
Ahim yang mendengar itu hanya nurut, dan ia juga penasaran apa yang akan terjadi. "Apa yang sedang ia rencanakan sebenarnya?." Dalam hatinya.
"Hoi, kau tidak mendengarkan aku?!. Lepaskan wanita itu!. Aku tidak akan mengampunimu!."
Marvelous marah karena melihat Ahim yang meronta-ronta di dekapan lelaki asing itu, Marvelous benar-benar marah.
__ADS_1
"Heh, kalau kau marah kenapa tidak kau rebut saja?. Jangan hanya pandai berbicara saja." Pria asing itu malah menantang Marvelous, tentunya ia tau kalau sifat si bajak laut merah ini mudah terpancing emosi.
Marvelous mengeluarkan pistol dan pedangnya, ia berjanji pasti akan menguliti pria asing ini, pasti?. Namun tiba-tiba ia mendapat serangan dari arah yang tak terduga, membuatnya terlempar beberapa meter.
Dan saat itu juga Luka, Joe dan Hakase berlari ke arahnya.
"Marvelous, kau kenapa?. Apakah terjadi sesuatu?." Joe membantu Marvelous berdiri, ia heran kenapa si Marvelous terlempar di jalan begitu?.
Namun si Marvelous malah menepis tangan si Joe sambil mengerang kesal.
"Sialan!." Umpatnya dengan marahnya, ia kesal bercampur amarah yang membara.
"Ada apa ini marvelous-san?. Tolong jelaskan pada kami." Hakase jadi bingung dengan sikap Marvelous, marah-marah tidak jelas, apa yang terjadi sebenarnya. Mereka bertiga kebetulan mendengar suara ribut seperti ledakan, dan betul saja, mereka malah menemukan si Marvelous dalam keadaan mood yang jelek.
"Lalu, dimana Ahim?. Bukankah dia bersamamu Marvelous" tanya Luka, ia tidak melihat sosok imut Ahim yang seharusnya tadi bersama Marvelous.
Marvelous memungut sesuatu dijalan, sepertinya itu pesan dari pria asing tadi,
"Dia diculik, dan aku harus ke sana." Jawabnya dengan nada jengkel karena pesan itu menunjukkan dimana Ahim berada.
"HAH?." Joe, Luka dan Hakase terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Marvelous.
"Apa maksudnya ini marvelous?. Bagaimana mungkin itu bisa terjadi?. Kau ini sedang dalam masalah apa?." Luka menarik kasar bahu Marvelous, apa maksudnya?. Ahim diculik?.
"Berisik, ikuti saja aku, nanti aku jelaskan dijalan!." Tatapan mata Marvelous begitu tajam dan seram, ia sedang emosi saat ini, jadi jangan bertanya kenapa ini bisa terjadi.
"Hakase, Joe, ayo pergi."
Luka memberi kode pada kedua temannya agar mengikutinya, tepatnya mengikuti Marvelous
Apa yang terjadi pada Ahim?. Dan kemana Marvelous akan pergi?.
"Rasanya jadi aneh seperti ini." Dalam hatinya sangat tidak enak sama sekali. "Apakah semuanya akan baik-baik saja?." Hanya itu saja harapannya.
"Ahim. Aku pasti akan menemukan keberadaanmu." Dalam hati Marvelous sangat kesal dengan kejadian hari ini.
__ADS_1
...***...